Bitcoin jatuh di bawah $90.000 di tengah ancaman tarif Trump, tetapi data derivatif mengungkapkan sinyal menarik: posisi short mengambil keuntungan, indikator penambang mengirim sinyal “beli”, dan investor institusi diam-diam masuk pasar. Di pasar yang meningkatnya sentimen perlindungan, $90.000 menjadi medan perang utama antara bullish dan bearish.
Kondisi Pasar Setelah Menembus Bawah 9 Ribu Dolar
Berdasarkan data terbaru, harga transaksi Bitcoin saat ini adalah $88.892,08, turun 2,51% dalam 24 jam, dan penurunan selama 7 hari mencapai 6,18%. Penurunan ini sangat sesuai dengan sentimen perlindungan di pasar tradisional, di mana ancaman tarif Trump terhadap negara-negara Eropa menjadi faktor utama pemicu.
Dari segi ukuran pasar, kapitalisasi pasar Bitcoin tetap di angka $1,78 triliun, menyumbang 59,12% dari seluruh pasar kripto, menunjukkan dominasi pasar yang belum tergoyahkan. Volume perdagangan 24 jam mencapai $5,115 miliar, meningkat 44,45% dari hari sebelumnya, menunjukkan bahwa aktivitas perdagangan justru meningkat selama penurunan.
Data Derivatif Mengungkapkan Peluang Baru
Yang paling menarik dari penurunan kali ini adalah performa pasar derivatif. Berdasarkan data, volatilitas tersirat (IV) Bitcoin selama 30 hari meningkat menjadi 44,34 pada hari Selasa, mencerminkan peningkatan volatilitas pasar. Tapi yang lebih penting adalah perubahan dalam open interest (OI): dalam 24 jam terakhir, OI turun 3,25% menjadi $28,3 miliar.
Apa artinya ini? Singkatnya, posisi short berkurang. Ketika harga turun tetapi OI menurun, biasanya menunjukkan trader yang memegang posisi bearish sedang mengambil keuntungan dan tidak menambah posisi baru. Ini adalah sinyal positif, menunjukkan bahwa tekanan jual mungkin mulai melemah.
Perlu dicatat bahwa biaya dana (funding rate) selama periode penurunan ini secara umum tetap positif. Biaya positif berarti posisi long masih membayar posisi short, menunjukkan kekuatan bullish yang masih mendukung pasar.
Selain itu, data Zcash juga mengonfirmasi tren ini: open interest-nya berkurang 2,5%, sementara harga naik 1,5%. Ini menunjukkan bahwa sejak 8 Januari, pemegang posisi short secara aktif mengurangi eksposur bearish mereka, menandakan suasana pasar sedang berangsur berubah.
Mengapa $90.000 Begitu Penting
Berdasarkan analisis teknikal, $90.000 bukan hanya angka psikologis, tetapi juga level support teknikal penting. Level ini bertepatan dengan garis moving average 200 periode pada grafik 4 jam Bitcoin dan garis bawah pola bendera bearish pada grafik mingguan. Dengan kata lain, ini adalah titik pertemuan dari beberapa indikator teknikal.
Jika Bitcoin mampu mempertahankan di atas $90.000, itu menunjukkan pembeli masih mengendalikan situasi, dan rebound selanjutnya bisa terjadi. Tapi jika harga penutupan mingguan turun di bawah level ini, kemungkinan akan turun lebih jauh ke kisaran $80.000 hingga $85.000. Dalam skenario ekstrem, bahkan bisa menguji titik terendah April 2025 di $74.500 dan garis moving average 200 minggu di $68.000.
Sinyal Positif Mulai Berkumpul
Ada beberapa sinyal positif yang patut diperhatikan di pasar. Pertama, perubahan indikator penambang: indikator hash rate (mengukur rata-rata pergerakan hash rate 30 hari dan 60 hari) telah menunjukkan sinyal “beli”, menandakan fase penyerahan dari penambang mungkin telah berakhir. Secara historis, sinyal ini sering muncul bersamaan dengan diskon harga penting dan peluang beli jangka panjang. Terakhir kali muncul pada Juli 2025, dan setelahnya Bitcoin naik 25% ke level tertinggi sejarah.
Kedua, pergeseran suasana pasar: indeks ketakutan dan keserakahan kripto (Crypto Fear & Greed Index) dengan rata-rata pergerakan 30 hari melintasi di atas rata-rata 90 hari sejak Mei 2025, menandakan suasana pasar berangsur beralih dari ketakutan jangka panjang ke optimisme.
Ketiga, konfirmasi dari pergerakan institusi: MicroStrategy melakukan pembelian Bitcoin terbesar dalam enam bulan terakhir, menghabiskan sekitar $1,25 miliar untuk membeli 13.627 BTC. Aktivitas aktif dari institusi di level dasar biasanya menandakan bahwa pasar akan segera mengalami rebound.
Kesimpulan
Meskipun Bitcoin menembus di bawah $90.000, data derivatif, analisis teknikal, dan pergerakan institusi semuanya mengirimkan sinyal yang sama: penurunan mungkin sudah mendekati akhir. $90.000 menjadi garis pertahanan utama; jika mampu dipertahankan, rebound bisa terjadi. Tapi jika ditembus, perhatian harus dialihkan ke level support berikutnya. Dalam konteks meningkatnya sentimen perlindungan, pengambilan keuntungan oleh short dan indikator penambang yang berbalik mengindikasikan bahwa pasar mungkin sedang mempersiapkan peluang kenaikan baru. Fokus selanjutnya adalah apakah level psikologis ini mampu dipertahankan.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Dukungan utama Bitcoin di $90.000, tiga sinyal utama menunjukkan kemungkinan rebound
Bitcoin jatuh di bawah $90.000 di tengah ancaman tarif Trump, tetapi data derivatif mengungkapkan sinyal menarik: posisi short mengambil keuntungan, indikator penambang mengirim sinyal “beli”, dan investor institusi diam-diam masuk pasar. Di pasar yang meningkatnya sentimen perlindungan, $90.000 menjadi medan perang utama antara bullish dan bearish.
Kondisi Pasar Setelah Menembus Bawah 9 Ribu Dolar
Berdasarkan data terbaru, harga transaksi Bitcoin saat ini adalah $88.892,08, turun 2,51% dalam 24 jam, dan penurunan selama 7 hari mencapai 6,18%. Penurunan ini sangat sesuai dengan sentimen perlindungan di pasar tradisional, di mana ancaman tarif Trump terhadap negara-negara Eropa menjadi faktor utama pemicu.
Dari segi ukuran pasar, kapitalisasi pasar Bitcoin tetap di angka $1,78 triliun, menyumbang 59,12% dari seluruh pasar kripto, menunjukkan dominasi pasar yang belum tergoyahkan. Volume perdagangan 24 jam mencapai $5,115 miliar, meningkat 44,45% dari hari sebelumnya, menunjukkan bahwa aktivitas perdagangan justru meningkat selama penurunan.
Data Derivatif Mengungkapkan Peluang Baru
Yang paling menarik dari penurunan kali ini adalah performa pasar derivatif. Berdasarkan data, volatilitas tersirat (IV) Bitcoin selama 30 hari meningkat menjadi 44,34 pada hari Selasa, mencerminkan peningkatan volatilitas pasar. Tapi yang lebih penting adalah perubahan dalam open interest (OI): dalam 24 jam terakhir, OI turun 3,25% menjadi $28,3 miliar.
Apa artinya ini? Singkatnya, posisi short berkurang. Ketika harga turun tetapi OI menurun, biasanya menunjukkan trader yang memegang posisi bearish sedang mengambil keuntungan dan tidak menambah posisi baru. Ini adalah sinyal positif, menunjukkan bahwa tekanan jual mungkin mulai melemah.
Perlu dicatat bahwa biaya dana (funding rate) selama periode penurunan ini secara umum tetap positif. Biaya positif berarti posisi long masih membayar posisi short, menunjukkan kekuatan bullish yang masih mendukung pasar.
Selain itu, data Zcash juga mengonfirmasi tren ini: open interest-nya berkurang 2,5%, sementara harga naik 1,5%. Ini menunjukkan bahwa sejak 8 Januari, pemegang posisi short secara aktif mengurangi eksposur bearish mereka, menandakan suasana pasar sedang berangsur berubah.
Mengapa $90.000 Begitu Penting
Berdasarkan analisis teknikal, $90.000 bukan hanya angka psikologis, tetapi juga level support teknikal penting. Level ini bertepatan dengan garis moving average 200 periode pada grafik 4 jam Bitcoin dan garis bawah pola bendera bearish pada grafik mingguan. Dengan kata lain, ini adalah titik pertemuan dari beberapa indikator teknikal.
Jika Bitcoin mampu mempertahankan di atas $90.000, itu menunjukkan pembeli masih mengendalikan situasi, dan rebound selanjutnya bisa terjadi. Tapi jika harga penutupan mingguan turun di bawah level ini, kemungkinan akan turun lebih jauh ke kisaran $80.000 hingga $85.000. Dalam skenario ekstrem, bahkan bisa menguji titik terendah April 2025 di $74.500 dan garis moving average 200 minggu di $68.000.
Sinyal Positif Mulai Berkumpul
Ada beberapa sinyal positif yang patut diperhatikan di pasar. Pertama, perubahan indikator penambang: indikator hash rate (mengukur rata-rata pergerakan hash rate 30 hari dan 60 hari) telah menunjukkan sinyal “beli”, menandakan fase penyerahan dari penambang mungkin telah berakhir. Secara historis, sinyal ini sering muncul bersamaan dengan diskon harga penting dan peluang beli jangka panjang. Terakhir kali muncul pada Juli 2025, dan setelahnya Bitcoin naik 25% ke level tertinggi sejarah.
Kedua, pergeseran suasana pasar: indeks ketakutan dan keserakahan kripto (Crypto Fear & Greed Index) dengan rata-rata pergerakan 30 hari melintasi di atas rata-rata 90 hari sejak Mei 2025, menandakan suasana pasar berangsur beralih dari ketakutan jangka panjang ke optimisme.
Ketiga, konfirmasi dari pergerakan institusi: MicroStrategy melakukan pembelian Bitcoin terbesar dalam enam bulan terakhir, menghabiskan sekitar $1,25 miliar untuk membeli 13.627 BTC. Aktivitas aktif dari institusi di level dasar biasanya menandakan bahwa pasar akan segera mengalami rebound.
Kesimpulan
Meskipun Bitcoin menembus di bawah $90.000, data derivatif, analisis teknikal, dan pergerakan institusi semuanya mengirimkan sinyal yang sama: penurunan mungkin sudah mendekati akhir. $90.000 menjadi garis pertahanan utama; jika mampu dipertahankan, rebound bisa terjadi. Tapi jika ditembus, perhatian harus dialihkan ke level support berikutnya. Dalam konteks meningkatnya sentimen perlindungan, pengambilan keuntungan oleh short dan indikator penambang yang berbalik mengindikasikan bahwa pasar mungkin sedang mempersiapkan peluang kenaikan baru. Fokus selanjutnya adalah apakah level psikologis ini mampu dipertahankan.