Setelah penyelidikan besar-besaran oleh otoritas Kamboja, seorang penipu kelas kakap lainnya berhasil ditangkap. Setelah pendiri Prince Group, Chean Z, ditangkap, polisi setempat pada pertengahan bulan ini menangkap Li Kuong, warga negara Kamboja keturunan Tiongkok berusia 50 tahun. Berdasarkan laporan RedStarNews dan disampaikan oleh PANews, Li Kuong ternyata bukan sekadar tersangka, melainkan pusat dari jaringan kejahatan terorganisir.
Kerajaan Kejahatan yang Disamarkan dengan Aset Mewah
Li Kuong pernah dikenal di komunitas sebagai ‘penguasa’ dan mengumpulkan kekayaan besar. Ia memiliki kompleks Royal Garden yang menjadi landmark di Sihanoukville, serta menjalankan bisnis luas di berbagai daerah seperti Mondulkiri. Portofolio bisnisnya sangat beragam, mulai dari properti, kasino, hotel, hingga konstruksi, bahkan pernah terlibat dalam industri kayu. Ia pernah menjabat sebagai ketua Asosiasi Kasino Sihanoukville dan memiliki pengaruh signifikan dalam ekonomi lokal.
Realitas Penipuan Online dan Penahanan Ilegal
Hasil penyelidikan mengungkapkan bahwa, di balik statusnya sebagai pengusaha, Li Kuong sebenarnya adalah pelaku kejahatan terorganisir. Ia menggunakan fasilitas kasino dan hotel sebagai basis untuk menahan korban secara ilegal dalam jangka waktu lama dan secara sistematis melakukan penipuan online. Lebih dari sekadar melakukan penipuan, terbukti bahwa ia memainkan peran kontrol utama dalam jaringan kejahatan berskala besar.
Keterlibatan dengan Prince Group
Penangkapan Li Kuong merupakan bagian dari rangkaian penyelidikan setelah penangkapan Chean Z dari Prince Group. Kasus ini menunjukkan bahwa kejahatan ini tidak dilakukan oleh satu individu saja, melainkan merupakan bagian dari jaringan penipuan berskala besar yang terlibat secara berantai. Otoritas Kamboja diperkirakan akan mengungkap lebih banyak individu terkait, dan fokus utama ke depan adalah mengungkap seluruh jaringan kejahatan yang terkait dengan Prince Group.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Kelompok Prince terlibat dalam penipuan komunikasi skala besar terungkap... ditangkap
Setelah penyelidikan besar-besaran oleh otoritas Kamboja, seorang penipu kelas kakap lainnya berhasil ditangkap. Setelah pendiri Prince Group, Chean Z, ditangkap, polisi setempat pada pertengahan bulan ini menangkap Li Kuong, warga negara Kamboja keturunan Tiongkok berusia 50 tahun. Berdasarkan laporan RedStarNews dan disampaikan oleh PANews, Li Kuong ternyata bukan sekadar tersangka, melainkan pusat dari jaringan kejahatan terorganisir.
Kerajaan Kejahatan yang Disamarkan dengan Aset Mewah
Li Kuong pernah dikenal di komunitas sebagai ‘penguasa’ dan mengumpulkan kekayaan besar. Ia memiliki kompleks Royal Garden yang menjadi landmark di Sihanoukville, serta menjalankan bisnis luas di berbagai daerah seperti Mondulkiri. Portofolio bisnisnya sangat beragam, mulai dari properti, kasino, hotel, hingga konstruksi, bahkan pernah terlibat dalam industri kayu. Ia pernah menjabat sebagai ketua Asosiasi Kasino Sihanoukville dan memiliki pengaruh signifikan dalam ekonomi lokal.
Realitas Penipuan Online dan Penahanan Ilegal
Hasil penyelidikan mengungkapkan bahwa, di balik statusnya sebagai pengusaha, Li Kuong sebenarnya adalah pelaku kejahatan terorganisir. Ia menggunakan fasilitas kasino dan hotel sebagai basis untuk menahan korban secara ilegal dalam jangka waktu lama dan secara sistematis melakukan penipuan online. Lebih dari sekadar melakukan penipuan, terbukti bahwa ia memainkan peran kontrol utama dalam jaringan kejahatan berskala besar.
Keterlibatan dengan Prince Group
Penangkapan Li Kuong merupakan bagian dari rangkaian penyelidikan setelah penangkapan Chean Z dari Prince Group. Kasus ini menunjukkan bahwa kejahatan ini tidak dilakukan oleh satu individu saja, melainkan merupakan bagian dari jaringan penipuan berskala besar yang terlibat secara berantai. Otoritas Kamboja diperkirakan akan mengungkap lebih banyak individu terkait, dan fokus utama ke depan adalah mengungkap seluruh jaringan kejahatan yang terkait dengan Prince Group.