Pasar cryptocurrency menyambut rebound kuat yang sudah lama ditunggu-tunggu. Berdasarkan data terbaru, Bitcoin menembus posisi kunci 94.500 dolar AS di awal bulan ini, menciptakan kali pertama sejak November tahun lalu sebuah tembakan efektif yang pertama kali, memicu reaksi berantai. Gerakan ini tidak hanya melambangkan perubahan struktural pasar yang jelas, tetapi juga memicu gelombang “liquidasi posisi long” yang berdarah-darah di pasar futures.
Hingga saat ini, harga BTC berfluktuasi di sekitar $90.090, mengalami koreksi dari puncak awal bulan ini. Namun, sinyal pasar yang dilepaskan selama kenaikan ini jauh lebih layak untuk diteliti daripada angka harga itu sendiri.
Rahasia Gelombang Liquidasi: Mengapa Short Terjebak Mati Kolektif di Awal Bulan
Gelombang kenaikan di awal bulan sangat dahsyat. Menurut data CoinGlass, dalam waktu hanya 24 jam, pasar futures cryptocurrency mengalami liquidasi lebih dari 685 juta dolar AS, di mana sebanyak 598 juta dolar AS berasal dari posisi short yang terkena short squeeze. Yang lebih menarik, sebagian besar liquidasi terjadi setelah Bitcoin menembus 94.500 dolar AS—garis pertahanan ini sebelumnya telah menahan bullish selama lebih dari tiga bulan.
Sejak Desember tahun lalu, Bitcoin telah tiga kali mencoba menembus 94.500 dolar AS, tetapi selalu gagal. Ketika garis “mustahil ditembus” ini akhirnya terbuka secara kuat di tengah gelombang beli yang besar, sejumlah posisi short yang dipasang di level ini langsung meledak. Ini bukan kebetulan—justru tumpukan level harga kunci ini telah menanamkan benih untuk aksi short squeeze berikutnya.
Perubahan open interest di pasar futures semakin menguatkan analisis ini. Pada puncaknya awal bulan, open interest mencapai 31,5 miliar dolar AS, kemudian menurun cepat ke 30,6 miliar dolar AS seiring dengan gelombang liquidasi yang intens. Detail ini sangat penting: kenaikan harga diiringi penurunan open interest, menandakan bahwa kenaikan ini bukan sekadar spekulasi jangka pendek, melainkan didorong oleh pembelian nyata di pasar spot, sementara posisi short futures segera melakukan penutupan posisi untuk menghentikan kerugian.
Dua kekuatan utama dorong rebound pasar dan perubahan penting dari sisi dana
Mengapa pasar yang lama lesu ini tiba-tiba berbalik menguat? Analisis industri mengarah ke dua faktor inti:
Pertama, potensi rebound alami setelah oversold. Kejadian liquidasi besar sebesar 19 miliar dolar AS pada Oktober tahun lalu menempatkan pasar ke zona “oversold” ekstrem. Meski kemudian banyak aset dinilai sangat rendah, para investor yang melewati musim dingin ini kurang berani dan percaya diri untuk masuk. Kondisi psikologis ini sering menjadi titik awal rebound.
Kedua, redistribusi dana dari trader ritel. Beberapa bulan terakhir, trader ritel beralih ke emas, perak, dan logam mulia lainnya, bahkan mengejar saham teknologi terkait AI. Namun, saat indeks “Fear & Greed” sering menyentuh zona “ketakutan ekstrem” merah, para investor yang mampu berpikir kontra arus menyadari bahwa sinyal negatif sudah habis dan segera masuk untuk membeli di dasar. Aliran dana ini menjadi pendorong langsung rebound ini.
Gabungan kedua kekuatan ini mematahkan ekspektasi pesimis jangka panjang pasar. Begitu pola ini pecah, posisi stop loss yang tertumpuk dan forced liquidation langsung menjadi pendorong percepatan.
Akankah garis pertahanan bertahan? Analisis tiga skenario arah pasar
Saat ini, pertanyaan utama pasar adalah: apakah Bitcoin mampu menjaga support di 94.500 dolar AS dan mengubahnya menjadi dasar trading baru?
Skenario dasar: Bertahan di garis pertahanan, targetkan 99.000 dolar. Jika Bitcoin berhasil menjaga di atas 94.500 dolar, resistance berikutnya yang kuat adalah di 99.000 dolar—garis ini pernah menjadi support kuat dari Juni hingga November tahun lalu. Kini, garis ini menjadi posisi terakhir sebelum kembali ke angka 100.000 dolar. Jika mampu menembusnya, angka psikologis 100.000 dolar akan terasa lebih dekat.
Skenario risiko: Gagal bertahan, kembali ke zona konsolidasi di atas level tertinggi. Jika Bitcoin gagal menjaga di atas 94.500 dolar, pasar akan menghadapi koreksi yang lebih dalam. Dalam kondisi ini, rentang 85.000 hingga 94.500 dolar akan menjadi area trading jangka pendek baru, dan investor perlu bersabar menunggu sinyal arah yang lebih jelas.
Skenario ekstrem: Breakout beruntun, koreksi kembali ke support di level lebih rendah. Jika stop loss diaktifkan dan terjadi break yang lebih dalam, support yang lebih kuat mungkin harus dicari di level yang lebih rendah. Kondisi rebound berulang ini biasanya menandakan bahwa pasar membutuhkan waktu lebih lama untuk mengonfirmasi dasar.
Para trader memantau ketat posisi di 94.500 dolar ini, karena menentukan arah pergerakan selanjutnya. Bagi investor jangka menengah dan panjang, fluktuasi harga saat ini adalah momen penting untuk menguji strategi dan toleransi risiko.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
BTC menembus garis pertahanan 94.500 dolar AS, tujuan berikutnya langsung menuju 100K——Analisis mendalam tentang perubahan besar dalam struktur pasar
Pasar cryptocurrency menyambut rebound kuat yang sudah lama ditunggu-tunggu. Berdasarkan data terbaru, Bitcoin menembus posisi kunci 94.500 dolar AS di awal bulan ini, menciptakan kali pertama sejak November tahun lalu sebuah tembakan efektif yang pertama kali, memicu reaksi berantai. Gerakan ini tidak hanya melambangkan perubahan struktural pasar yang jelas, tetapi juga memicu gelombang “liquidasi posisi long” yang berdarah-darah di pasar futures.
Hingga saat ini, harga BTC berfluktuasi di sekitar $90.090, mengalami koreksi dari puncak awal bulan ini. Namun, sinyal pasar yang dilepaskan selama kenaikan ini jauh lebih layak untuk diteliti daripada angka harga itu sendiri.
Rahasia Gelombang Liquidasi: Mengapa Short Terjebak Mati Kolektif di Awal Bulan
Gelombang kenaikan di awal bulan sangat dahsyat. Menurut data CoinGlass, dalam waktu hanya 24 jam, pasar futures cryptocurrency mengalami liquidasi lebih dari 685 juta dolar AS, di mana sebanyak 598 juta dolar AS berasal dari posisi short yang terkena short squeeze. Yang lebih menarik, sebagian besar liquidasi terjadi setelah Bitcoin menembus 94.500 dolar AS—garis pertahanan ini sebelumnya telah menahan bullish selama lebih dari tiga bulan.
Sejak Desember tahun lalu, Bitcoin telah tiga kali mencoba menembus 94.500 dolar AS, tetapi selalu gagal. Ketika garis “mustahil ditembus” ini akhirnya terbuka secara kuat di tengah gelombang beli yang besar, sejumlah posisi short yang dipasang di level ini langsung meledak. Ini bukan kebetulan—justru tumpukan level harga kunci ini telah menanamkan benih untuk aksi short squeeze berikutnya.
Perubahan open interest di pasar futures semakin menguatkan analisis ini. Pada puncaknya awal bulan, open interest mencapai 31,5 miliar dolar AS, kemudian menurun cepat ke 30,6 miliar dolar AS seiring dengan gelombang liquidasi yang intens. Detail ini sangat penting: kenaikan harga diiringi penurunan open interest, menandakan bahwa kenaikan ini bukan sekadar spekulasi jangka pendek, melainkan didorong oleh pembelian nyata di pasar spot, sementara posisi short futures segera melakukan penutupan posisi untuk menghentikan kerugian.
Dua kekuatan utama dorong rebound pasar dan perubahan penting dari sisi dana
Mengapa pasar yang lama lesu ini tiba-tiba berbalik menguat? Analisis industri mengarah ke dua faktor inti:
Pertama, potensi rebound alami setelah oversold. Kejadian liquidasi besar sebesar 19 miliar dolar AS pada Oktober tahun lalu menempatkan pasar ke zona “oversold” ekstrem. Meski kemudian banyak aset dinilai sangat rendah, para investor yang melewati musim dingin ini kurang berani dan percaya diri untuk masuk. Kondisi psikologis ini sering menjadi titik awal rebound.
Kedua, redistribusi dana dari trader ritel. Beberapa bulan terakhir, trader ritel beralih ke emas, perak, dan logam mulia lainnya, bahkan mengejar saham teknologi terkait AI. Namun, saat indeks “Fear & Greed” sering menyentuh zona “ketakutan ekstrem” merah, para investor yang mampu berpikir kontra arus menyadari bahwa sinyal negatif sudah habis dan segera masuk untuk membeli di dasar. Aliran dana ini menjadi pendorong langsung rebound ini.
Gabungan kedua kekuatan ini mematahkan ekspektasi pesimis jangka panjang pasar. Begitu pola ini pecah, posisi stop loss yang tertumpuk dan forced liquidation langsung menjadi pendorong percepatan.
Akankah garis pertahanan bertahan? Analisis tiga skenario arah pasar
Saat ini, pertanyaan utama pasar adalah: apakah Bitcoin mampu menjaga support di 94.500 dolar AS dan mengubahnya menjadi dasar trading baru?
Skenario dasar: Bertahan di garis pertahanan, targetkan 99.000 dolar. Jika Bitcoin berhasil menjaga di atas 94.500 dolar, resistance berikutnya yang kuat adalah di 99.000 dolar—garis ini pernah menjadi support kuat dari Juni hingga November tahun lalu. Kini, garis ini menjadi posisi terakhir sebelum kembali ke angka 100.000 dolar. Jika mampu menembusnya, angka psikologis 100.000 dolar akan terasa lebih dekat.
Skenario risiko: Gagal bertahan, kembali ke zona konsolidasi di atas level tertinggi. Jika Bitcoin gagal menjaga di atas 94.500 dolar, pasar akan menghadapi koreksi yang lebih dalam. Dalam kondisi ini, rentang 85.000 hingga 94.500 dolar akan menjadi area trading jangka pendek baru, dan investor perlu bersabar menunggu sinyal arah yang lebih jelas.
Skenario ekstrem: Breakout beruntun, koreksi kembali ke support di level lebih rendah. Jika stop loss diaktifkan dan terjadi break yang lebih dalam, support yang lebih kuat mungkin harus dicari di level yang lebih rendah. Kondisi rebound berulang ini biasanya menandakan bahwa pasar membutuhkan waktu lebih lama untuk mengonfirmasi dasar.
Para trader memantau ketat posisi di 94.500 dolar ini, karena menentukan arah pergerakan selanjutnya. Bagi investor jangka menengah dan panjang, fluktuasi harga saat ini adalah momen penting untuk menguji strategi dan toleransi risiko.