Menteri Keuangan Jepang, Katayama Satsuki, menyampaikan pidato penting pada upacara pembukaan pasar saham tahun baru di Tokyo Stock Exchange pada 5 Januari, secara resmi menetapkan tahun 2026 sebagai “Tahun Digitalisasi”, dan menyatakan dukungan kuat terhadap pengembangan aset digital dan mata uang kripto. Deklarasi ini menandai penyesuaian besar dalam arah kebijakan resmi Jepang, mencerminkan strategi baru pemerintah Jepang dalam menghadapi kebuntuan deflasi jangka panjang.
Menteri Keuangan Jepang, Satsuki, Menetapkan Ulang Strategi Ekonomi, Menghadapi Peluang Baru dalam Kebuntuan Deflasi
Katayama Satsuki secara terbuka menyatakan bahwa tahun 2026 akan menjadi titik balik penting bagi ekonomi Jepang. Untuk memecahkan kebuntuan deflasi yang berkepanjangan, pemerintah akan menerapkan kebijakan fiskal yang lebih visioner dan mengarahkan sumber daya ke industri strategis dengan potensi pertumbuhan tinggi. Peralihan kebijakan ini mencerminkan perhatian Jepang terhadap ekonomi digital, dengan aset digital dipandang sebagai mesin utama untuk mendorong pemulihan ekonomi. Pernyataan Satsuki menunjukkan bahwa pengambil keputusan di Jepang telah menyadari bahwa sistem keuangan tradisional perlu melengkapi aset digital yang baru muncul agar dapat mengatasi hambatan pertumbuhan ekonomi.
Dari Tabungan ke Investasi, Satsuki Menyoroti Peluang Pertumbuhan Terbesar Jepang
Dalam pidatonya, Satsuki menekankan satu perbedaan kunci: dibandingkan dengan negara maju seperti Amerika Serikat, proses peralihan warga Jepang dari “mentalitas menabung” ke “kesadaran investasi” masih memiliki ruang pertumbuhan yang besar. Ini membuka peluang pasar potensial yang besar. Untuk mempercepat perubahan ini, pemerintah akan memberikan dukungan menyeluruh dari segi kebijakan, mendorong masyarakat untuk menginvestasikan dana yang tidak terpakai ke pasar keuangan. Satsuki percaya bahwa mendorong partisipasi masyarakat dalam investasi tidak hanya akan menghidupkan modal sosial, tetapi juga akan memberi manfaat ekonomi dari aset digital dan blockchain kepada masyarakat luas. Langkah ini bertujuan untuk merangsang konsumsi dan investasi domestik, membantu ekonomi Jepang mencapai loncatan kuantum.
Infrastruktur Bursa sebagai Pusat, Satsuki Menantikan Promosi Penyebaran Aset Digital
Dalam promosi aset digital, Satsuki menekankan bahwa bursa saham tradisional akan memainkan peran penting. Ia percaya bahwa untuk memastikan manfaat dari aset digital dan teknologi blockchain dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat, diperlukan infrastruktur bursa yang lengkap. Satsuki menyatakan bahwa tujuan pemerintah adalah membantu bursa Jepang membangun lingkungan perdagangan modern yang mengintegrasikan teknologi keuangan canggih dan inovatif, agar dapat mempromosikan mata uang kripto dan berbagai aset digital secara lancar. Arah kebijakan ini secara jelas menunjukkan bahwa pihak berwenang Jepang memandang aset digital sebagai bagian penting dari pasar keuangan, bukan produk pinggiran.
Mengambil Pelajaran dari Pengalaman ETF di AS, Prospek Fintech Jepang Menjanjikan
Satsuki selanjutnya menunjukkan bahwa di pasar Amerika Serikat, ETF (Exchange-Traded Fund) secara bertahap menjadi alat penting bagi investor untuk mengatasi inflasi. Ia menyiratkan bahwa Jepang juga memiliki peluang untuk mengembangkan hal serupa di masa depan, melalui produk investasi inovatif untuk menghadapi tekanan inflasi. Berdasarkan pemahaman ini, Satsuki berkomitmen untuk mendukung penuh pembangunan ekosistem perdagangan di Jepang yang menggabungkan teknologi keuangan terbaru dan teknologi terdepan. Ini berarti Jepang sedang aktif menjajaki pengenalan mekanisme perdagangan mata uang kripto dan aset digital yang canggih, menyediakan pilihan investasi yang lebih beragam dan aman bagi masyarakat, serta mendorong integrasi dan penerapan digitalisasi secara mendalam di bidang keuangan.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Gao Yue secara resmi mengumumkan tahun 2026 sebagai titik balik digitalisasi, Menteri Keuangan Jepang mendorong adopsi aset kripto secara luas
Menteri Keuangan Jepang, Katayama Satsuki, menyampaikan pidato penting pada upacara pembukaan pasar saham tahun baru di Tokyo Stock Exchange pada 5 Januari, secara resmi menetapkan tahun 2026 sebagai “Tahun Digitalisasi”, dan menyatakan dukungan kuat terhadap pengembangan aset digital dan mata uang kripto. Deklarasi ini menandai penyesuaian besar dalam arah kebijakan resmi Jepang, mencerminkan strategi baru pemerintah Jepang dalam menghadapi kebuntuan deflasi jangka panjang.
Menteri Keuangan Jepang, Satsuki, Menetapkan Ulang Strategi Ekonomi, Menghadapi Peluang Baru dalam Kebuntuan Deflasi
Katayama Satsuki secara terbuka menyatakan bahwa tahun 2026 akan menjadi titik balik penting bagi ekonomi Jepang. Untuk memecahkan kebuntuan deflasi yang berkepanjangan, pemerintah akan menerapkan kebijakan fiskal yang lebih visioner dan mengarahkan sumber daya ke industri strategis dengan potensi pertumbuhan tinggi. Peralihan kebijakan ini mencerminkan perhatian Jepang terhadap ekonomi digital, dengan aset digital dipandang sebagai mesin utama untuk mendorong pemulihan ekonomi. Pernyataan Satsuki menunjukkan bahwa pengambil keputusan di Jepang telah menyadari bahwa sistem keuangan tradisional perlu melengkapi aset digital yang baru muncul agar dapat mengatasi hambatan pertumbuhan ekonomi.
Dari Tabungan ke Investasi, Satsuki Menyoroti Peluang Pertumbuhan Terbesar Jepang
Dalam pidatonya, Satsuki menekankan satu perbedaan kunci: dibandingkan dengan negara maju seperti Amerika Serikat, proses peralihan warga Jepang dari “mentalitas menabung” ke “kesadaran investasi” masih memiliki ruang pertumbuhan yang besar. Ini membuka peluang pasar potensial yang besar. Untuk mempercepat perubahan ini, pemerintah akan memberikan dukungan menyeluruh dari segi kebijakan, mendorong masyarakat untuk menginvestasikan dana yang tidak terpakai ke pasar keuangan. Satsuki percaya bahwa mendorong partisipasi masyarakat dalam investasi tidak hanya akan menghidupkan modal sosial, tetapi juga akan memberi manfaat ekonomi dari aset digital dan blockchain kepada masyarakat luas. Langkah ini bertujuan untuk merangsang konsumsi dan investasi domestik, membantu ekonomi Jepang mencapai loncatan kuantum.
Infrastruktur Bursa sebagai Pusat, Satsuki Menantikan Promosi Penyebaran Aset Digital
Dalam promosi aset digital, Satsuki menekankan bahwa bursa saham tradisional akan memainkan peran penting. Ia percaya bahwa untuk memastikan manfaat dari aset digital dan teknologi blockchain dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat, diperlukan infrastruktur bursa yang lengkap. Satsuki menyatakan bahwa tujuan pemerintah adalah membantu bursa Jepang membangun lingkungan perdagangan modern yang mengintegrasikan teknologi keuangan canggih dan inovatif, agar dapat mempromosikan mata uang kripto dan berbagai aset digital secara lancar. Arah kebijakan ini secara jelas menunjukkan bahwa pihak berwenang Jepang memandang aset digital sebagai bagian penting dari pasar keuangan, bukan produk pinggiran.
Mengambil Pelajaran dari Pengalaman ETF di AS, Prospek Fintech Jepang Menjanjikan
Satsuki selanjutnya menunjukkan bahwa di pasar Amerika Serikat, ETF (Exchange-Traded Fund) secara bertahap menjadi alat penting bagi investor untuk mengatasi inflasi. Ia menyiratkan bahwa Jepang juga memiliki peluang untuk mengembangkan hal serupa di masa depan, melalui produk investasi inovatif untuk menghadapi tekanan inflasi. Berdasarkan pemahaman ini, Satsuki berkomitmen untuk mendukung penuh pembangunan ekosistem perdagangan di Jepang yang menggabungkan teknologi keuangan terbaru dan teknologi terdepan. Ini berarti Jepang sedang aktif menjajaki pengenalan mekanisme perdagangan mata uang kripto dan aset digital yang canggih, menyediakan pilihan investasi yang lebih beragam dan aman bagi masyarakat, serta mendorong integrasi dan penerapan digitalisasi secara mendalam di bidang keuangan.