Pendiri dunia kripto meninggal secara misterius secara berurutan: tiga orang meninggal dalam satu bulan, pendiri Libertex jatuh dari pesawat dan meninggal dunia
Industri cryptocurrency kembali diselimuti bayang-bayang gelap. Kedutaan Besar Rusia di Paris baru-baru ini mengonfirmasi bahwa Vyacheslav Taran yang berusia 53 tahun meninggal dunia secara tidak sengaja dalam kecelakaan helikopter, ini adalah kejadian kematian misterius ketiga dari pendiri dalam sebulan terakhir di dunia crypto. Pendiri platform perdagangan valas Forex Club dan bursa cryptocurrency Libertex ini, setelah berita kematiannya tersebar, kembali memicu kekhawatiran luas di industri tentang keamanan dan risiko di dunia crypto.
Tragedi Kecelakaan Helikopter: Misteri Kecelakaan Masih Menunggu Penyelidikan
Menurut laporan resmi, tragedi ini terjadi pada 25 November. Vyacheslav Taran naik helikopter H130 bermesin tunggal dari Swiss menuju Monaco, namun di tengah perjalanan helikopter mengalami kecelakaan di atas kota bebas di pantai Prancis, dan jatuh di daerah tersebut. Selain Taran, pilot berusia 35 tahun berkewarganegaraan Prancis juga meninggal dunia secara tidak sengaja.
Yang menarik perhatian adalah, hari kejadian cuaca cerah, pilot berpengalaman, dan penyebab umum kecelakaan penerbangan sipil tampaknya telah dikesampingkan. Otoritas Prancis dalam penyelidikan awal tidak menutup kemungkinan keterlibatan pihak ketiga. Diketahui, ada satu orang tak dikenal yang seharusnya ikut dalam penerbangan bersama Taran, namun membatalkan perjalanan di saat terakhir, detail ini menambah nuansa misteri pada seluruh kejadian.
Misteri Identitas: Dari Platform Forex ke Kerajaan Kripto, Pendiri Kontroversial
Vyacheslav Taran telah berkecimpung di bidang teknologi keuangan selama bertahun-tahun. Ia mendirikan Forex Club, platform perdagangan valas terkenal di Rusia, kemudian masuk ke industri cryptocurrency dan membangun bursa Libertex. Namun, kerajaan bisnisnya tidak tanpa kontroversi.
Media Ukraina pernah melaporkan tuduhan bahwa Taran memiliki hubungan kerja sama dengan Badan Intelijen Luar Negeri Rusia (SVR), dan menggunakan cryptocurrency untuk memindahkan dana pemerintah Rusia. Meskipun tuduhan ini pernah menimbulkan perhatian industri, laporan terkait tidak menyediakan bukti yang pasti.
Kebetulan Mengerikan: Tiga Tokoh Utama di Dunia Crypto Meninggal Secara Misterius dalam Satu Bulan
Kematian Taran menjadi kejadian ketiga dari pendiri terkenal yang meninggal secara misterius dalam 30 hari terakhir di dunia crypto.
Pada 28 Oktober, arsitek MakerDAO dan salah satu pendiri Balancer, Nicolai Muchgian, ditemukan meninggal karena tenggelam di sebuah pantai di Puerto Rico. Sebelumnya, Muchgian pernah mengungkapkan bahwa ia menerima ancaman kematian dari Central Intelligence Agency (CIA) Amerika Serikat dan Mossad, badan intelijen Israel.
Kurang dari sebulan kemudian, pada 23 November, salah satu pendiri perusahaan aset digital Amber Group, Tiantian Kullander, secara mendadak meninggal dunia saat tidur, usianya baru sekitar 30-an tahun.
Ketiga kejadian ini terjadi secara berdekatan dalam waktu singkat, menimbulkan refleksi tentang risiko yang dihadapi pendiri di dunia crypto. Entah itu risiko geopolitik, sengketa bisnis, atau ancaman tak dikenal lainnya, rangkaian kematian misterius ini memberi peringatan kepada seluruh industri bahwa para tokoh dengan kekayaan tinggi di dunia crypto tampaknya menghadapi risiko yang sulit dibayangkan oleh orang biasa.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Pendiri dunia kripto meninggal secara misterius secara berurutan: tiga orang meninggal dalam satu bulan, pendiri Libertex jatuh dari pesawat dan meninggal dunia
Industri cryptocurrency kembali diselimuti bayang-bayang gelap. Kedutaan Besar Rusia di Paris baru-baru ini mengonfirmasi bahwa Vyacheslav Taran yang berusia 53 tahun meninggal dunia secara tidak sengaja dalam kecelakaan helikopter, ini adalah kejadian kematian misterius ketiga dari pendiri dalam sebulan terakhir di dunia crypto. Pendiri platform perdagangan valas Forex Club dan bursa cryptocurrency Libertex ini, setelah berita kematiannya tersebar, kembali memicu kekhawatiran luas di industri tentang keamanan dan risiko di dunia crypto.
Tragedi Kecelakaan Helikopter: Misteri Kecelakaan Masih Menunggu Penyelidikan
Menurut laporan resmi, tragedi ini terjadi pada 25 November. Vyacheslav Taran naik helikopter H130 bermesin tunggal dari Swiss menuju Monaco, namun di tengah perjalanan helikopter mengalami kecelakaan di atas kota bebas di pantai Prancis, dan jatuh di daerah tersebut. Selain Taran, pilot berusia 35 tahun berkewarganegaraan Prancis juga meninggal dunia secara tidak sengaja.
Yang menarik perhatian adalah, hari kejadian cuaca cerah, pilot berpengalaman, dan penyebab umum kecelakaan penerbangan sipil tampaknya telah dikesampingkan. Otoritas Prancis dalam penyelidikan awal tidak menutup kemungkinan keterlibatan pihak ketiga. Diketahui, ada satu orang tak dikenal yang seharusnya ikut dalam penerbangan bersama Taran, namun membatalkan perjalanan di saat terakhir, detail ini menambah nuansa misteri pada seluruh kejadian.
Misteri Identitas: Dari Platform Forex ke Kerajaan Kripto, Pendiri Kontroversial
Vyacheslav Taran telah berkecimpung di bidang teknologi keuangan selama bertahun-tahun. Ia mendirikan Forex Club, platform perdagangan valas terkenal di Rusia, kemudian masuk ke industri cryptocurrency dan membangun bursa Libertex. Namun, kerajaan bisnisnya tidak tanpa kontroversi.
Media Ukraina pernah melaporkan tuduhan bahwa Taran memiliki hubungan kerja sama dengan Badan Intelijen Luar Negeri Rusia (SVR), dan menggunakan cryptocurrency untuk memindahkan dana pemerintah Rusia. Meskipun tuduhan ini pernah menimbulkan perhatian industri, laporan terkait tidak menyediakan bukti yang pasti.
Kebetulan Mengerikan: Tiga Tokoh Utama di Dunia Crypto Meninggal Secara Misterius dalam Satu Bulan
Kematian Taran menjadi kejadian ketiga dari pendiri terkenal yang meninggal secara misterius dalam 30 hari terakhir di dunia crypto.
Pada 28 Oktober, arsitek MakerDAO dan salah satu pendiri Balancer, Nicolai Muchgian, ditemukan meninggal karena tenggelam di sebuah pantai di Puerto Rico. Sebelumnya, Muchgian pernah mengungkapkan bahwa ia menerima ancaman kematian dari Central Intelligence Agency (CIA) Amerika Serikat dan Mossad, badan intelijen Israel.
Kurang dari sebulan kemudian, pada 23 November, salah satu pendiri perusahaan aset digital Amber Group, Tiantian Kullander, secara mendadak meninggal dunia saat tidur, usianya baru sekitar 30-an tahun.
Ketiga kejadian ini terjadi secara berdekatan dalam waktu singkat, menimbulkan refleksi tentang risiko yang dihadapi pendiri di dunia crypto. Entah itu risiko geopolitik, sengketa bisnis, atau ancaman tak dikenal lainnya, rangkaian kematian misterius ini memberi peringatan kepada seluruh industri bahwa para tokoh dengan kekayaan tinggi di dunia crypto tampaknya menghadapi risiko yang sulit dibayangkan oleh orang biasa.