CEO CryptoQuant, Ki Young Ju, yang menjadi perbincangan di platform X, mengungkapkan masalah mendasar terkait transparansi dalam industri blockchain. Hal ini menyoroti penurunan akurasi analisis on-chain akibat kompleksitas alamat pengelolaan dana yang dilakukan Coinbase dengan dalih perlindungan privasi. Masalah ini menjadi tema penting yang menyangkut kepercayaan seluruh pasar aset kripto, termasuk pasar perpetual.
Tantangan Keseimbangan antara Perlindungan Privasi dan Transparansi Data
Ki Young Ju memberikan kritik penting terhadap AOP (saldo rekening) yang dipublikasikan Coinbase. Data yang dipublikasikan perusahaan tersebut menggabungkan saldo dari rekening pertukaran biasa dan rekening kustodian, sehingga sangat sulit membedakan keduanya secara akurat. Ketidakjelasan ini menjadi tantangan besar bagi analis on-chain yang berusaha menilai kondisi cadangan nyata dari bursa.
Perlindungan privasi memang penting, tetapi membangun kepercayaan industri secara keseluruhan memerlukan tingkat transparansi tertentu. Di tengah pengawasan regulator yang semakin ketat, memperkuat kebijakan pengelolaan informasi oleh Coinbase dapat dipahami, tetapi kehilangan keterbacaan data selama proses tersebut justru dapat menimbulkan kekhawatiran di kalangan peserta pasar.
Teknologi Klastering Baru yang Dikembangkan CryptoQuant
Sebagai respons terhadap tantangan ini, CryptoQuant mengadopsi pendekatan unik. Tim teknis perusahaan tersebut melakukan reverse engineering terhadap pola aliran dana terbaru Coinbase dan menyesuaikan logika klastering khusus. Hasilnya, mereka mampu melacak dan menangkap hampir semua aliran masuk dan keluar Bitcoin secara real-time.
Saat ini, platform CryptoQuant hanya menandai wallet yang terbukti 100% milik Coinbase. Pendekatan ini menunjukkan kehati-hatian untuk menghindari kesalahan penilaian, dan mengindikasikan bahwa angka cadangan tinggi yang ditampilkan platform lain tidak selalu menunjukkan tingkat akurasi yang tinggi.
Kebutuhan Peningkatan Akurasi Analisis Secara Berkelanjutan—Mengintip Pasar Perpetual
Peningkatan akurasi analisis on-chain bukan hanya masalah teknis, tetapi juga berkaitan langsung dengan kesehatan pasar secara keseluruhan. Terutama di pasar perpetual yang sangat leverage, pergerakan wallet secara real-time memiliki pengaruh besar terhadap pembentukan harga. Dalam konteks ini, peningkatan berkelanjutan dalam analisis on-chain yang akurat akan menguntungkan semua peserta pasar.
Upaya CryptoQuant menunjukkan respons positif industri terhadap tantangan ini. Inovasi teknologi yang mampu menyeimbangkan perlindungan privasi dan transparansi data akan menjadi kunci perkembangan industri di masa depan.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Strategi Pengelolaan Dompet Coinbase: Dampaknya terhadap Analisis On-Chain dan Tantangan Industri
CEO CryptoQuant, Ki Young Ju, yang menjadi perbincangan di platform X, mengungkapkan masalah mendasar terkait transparansi dalam industri blockchain. Hal ini menyoroti penurunan akurasi analisis on-chain akibat kompleksitas alamat pengelolaan dana yang dilakukan Coinbase dengan dalih perlindungan privasi. Masalah ini menjadi tema penting yang menyangkut kepercayaan seluruh pasar aset kripto, termasuk pasar perpetual.
Tantangan Keseimbangan antara Perlindungan Privasi dan Transparansi Data
Ki Young Ju memberikan kritik penting terhadap AOP (saldo rekening) yang dipublikasikan Coinbase. Data yang dipublikasikan perusahaan tersebut menggabungkan saldo dari rekening pertukaran biasa dan rekening kustodian, sehingga sangat sulit membedakan keduanya secara akurat. Ketidakjelasan ini menjadi tantangan besar bagi analis on-chain yang berusaha menilai kondisi cadangan nyata dari bursa.
Perlindungan privasi memang penting, tetapi membangun kepercayaan industri secara keseluruhan memerlukan tingkat transparansi tertentu. Di tengah pengawasan regulator yang semakin ketat, memperkuat kebijakan pengelolaan informasi oleh Coinbase dapat dipahami, tetapi kehilangan keterbacaan data selama proses tersebut justru dapat menimbulkan kekhawatiran di kalangan peserta pasar.
Teknologi Klastering Baru yang Dikembangkan CryptoQuant
Sebagai respons terhadap tantangan ini, CryptoQuant mengadopsi pendekatan unik. Tim teknis perusahaan tersebut melakukan reverse engineering terhadap pola aliran dana terbaru Coinbase dan menyesuaikan logika klastering khusus. Hasilnya, mereka mampu melacak dan menangkap hampir semua aliran masuk dan keluar Bitcoin secara real-time.
Saat ini, platform CryptoQuant hanya menandai wallet yang terbukti 100% milik Coinbase. Pendekatan ini menunjukkan kehati-hatian untuk menghindari kesalahan penilaian, dan mengindikasikan bahwa angka cadangan tinggi yang ditampilkan platform lain tidak selalu menunjukkan tingkat akurasi yang tinggi.
Kebutuhan Peningkatan Akurasi Analisis Secara Berkelanjutan—Mengintip Pasar Perpetual
Peningkatan akurasi analisis on-chain bukan hanya masalah teknis, tetapi juga berkaitan langsung dengan kesehatan pasar secara keseluruhan. Terutama di pasar perpetual yang sangat leverage, pergerakan wallet secara real-time memiliki pengaruh besar terhadap pembentukan harga. Dalam konteks ini, peningkatan berkelanjutan dalam analisis on-chain yang akurat akan menguntungkan semua peserta pasar.
Upaya CryptoQuant menunjukkan respons positif industri terhadap tantangan ini. Inovasi teknologi yang mampu menyeimbangkan perlindungan privasi dan transparansi data akan menjadi kunci perkembangan industri di masa depan.