Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Di balik tekanan Trump terhadap dolar AS: Mengapa Yen harus menembus level 150
Analis Win Thin baru-baru ini menunjukkan bahwa pemerintahan Trump sedang mengambil “risiko yang dipertimbangkan matang”, melemahnya dolar AS patut diperhatikan secara ketat, dan yen seharusnya akan menguat kembali, berusaha menembus level 150. Ini mencerminkan bukan hanya fluktuasi nilai tukar, tetapi juga perbedaan besar dalam kebijakan bank sentral global dan risiko geopolitik yang bertumpuk. Dari likuidasi leverage sebesar 5,5 miliar dolar AS di pasar kripto baru-baru ini, hingga tembusnya harga emas melewati 5000 dolar AS, pasar sudah menunjukkan makna mendalam dari tren ini melalui tindakan nyata.
Bagaimana Kebijakan Trump Menekan Dolar AS
Penekanan dolar AS oleh pemerintahan Trump bukan tanpa maksud. Menurut pandangan analis, depresiasi mata uang sendiri menguntungkan ekspor dan lapangan kerja AS, tetapi masalahnya terletak pada kendali pelaksanaan kebijakan. Saat ini, pemerintahan Trump menghadapi beberapa risiko: ancaman mengenakan tarif 100% terhadap Kanada, risiko penghentian sementara pemerintah AS (dana akan habis pada 30 Januari), dan potensi intervensi di pasar valuta asing.
Ketidakpastian kebijakan ini secara langsung melemahkan daya tarik dolar AS. Pemeriksaan nilai tukar yang dilakukan Federal Reserve New York terhadap dolar/yen semakin memperkuat ekspektasi pasar terhadap penyesuaian kebijakan. Ketika bank sentral suatu negara mulai memperhatikan nilai tukar, biasanya itu berarti otoritas menganggap tingkat nilai tukar saat ini sudah tidak seimbang.
Perbedaan Kebijakan Bank Sentral Mendorong Yen Menguat
Penggerak utama penguatan yen berasal dari perbedaan besar dalam kebijakan bank sentral:
Perbedaan kebijakan ini berarti selisih suku bunga antara yen dan dolar akan menyempit secara signifikan. Bagi trader arbitrase yang sebelumnya meminjam yen dan menginvestasikan aset berpenghasilan tinggi, ini adalah sinyal jelas: biaya memegang aset dolar akan meningkat.
Makna Level 150 Yen
Level 150 bukanlah angka sembarangan. Dalam beberapa waktu terakhir, dolar/yen berulang kali menguji level 150, yang menjadi level psikologis penting yang diakui pasar. Jika yen kembali menembus 150, itu berarti dolar relatif terhadap yen melemah sekitar 3,3%, dan ini akan berdampak signifikan terhadap arbitrase global dan penilaian aset risiko.
Reaksi Berantai Pasar Sudah Muncul
Informasi terkait menunjukkan bahwa reaksi pasar terhadap tren ini sudah sangat nyata:
Reaksi ini menunjukkan bahwa pasar sudah mulai bersiap menghadapi “pelemahan dolar, tekanan terhadap aset risiko”.
Risiko Ketidakstabilan Kebijakan Tidak Boleh Dianggap Remeh
Analis Win Thin menekankan bahwa depresiasi mata uang memang menguntungkan, tetapi “begitu situasi tidak terkendali, konsekuensinya bisa mengerikan”. Peringatan ini mengarah pada dua tingkat risiko:
Pertama, ancaman tarif Trump bisa memicu perang dagang balasan, yang akan mengganggu pasar valuta asing lebih jauh. Kedua, risiko penghentian sementara pemerintah AS meskipun biasanya diselesaikan di saat terakhir, setiap kali menambah premi ketidakpastian pasar.
Dalam lingkungan ini, penguatan yen tidak hanya mencerminkan perbedaan kebijakan bank sentral, tetapi juga kekhawatiran pasar terhadap stabilitas kebijakan.
Kesimpulan
Upaya yen menembus kembali level 150 didukung oleh penekanan sistematis kebijakan Trump terhadap dolar AS, perbedaan besar dalam kebijakan bank sentral global, dan kekhawatiran pasar terhadap risiko ketidakstabilan kebijakan. Ini bukan sekadar fluktuasi nilai tukar, melainkan penyesuaian ulang likuiditas dan preferensi risiko global. Bagi pasar kripto, ini berarti volatilitas jangka pendek mungkin akan berlanjut, dan yang penting adalah mengamati apakah kebijakan Trump dapat dijalankan dalam batas kendali. Pasar saat ini sudah mengekspresikan kekhawatiran melalui kenaikan emas dan aset safe haven lainnya, dan performa yen selanjutnya akan menjadi indikator penting dalam menilai risiko kebijakan ini.