Meskipun Venezuela duduk di atas cadangan minyak terbesar di dunia secara teori, kenyataannya menceritakan kisah yang berbeda tentang pasar energi global. Minyak mentah yang diekstraksi di sana sangat kental, mengandung kandungan sulfur yang signifikan, dan membutuhkan proses ekstraksi serta pemurnian yang mahal. Sebaliknya, AS dan Arab Saudi memproduksi minyak mentah yang lebih ringan yang lebih fleksibel dalam aplikasi—lebih bersih untuk diproses, lebih cepat untuk digunakan, dan membawa risiko geopolitik yang lebih sedikit.
Ini mengungkapkan kebenaran mendasar tentang pasar komoditas: volume cadangan tidak menentukan harga atau pengaruhnya. Yang benar-benar penting adalah kualitas, infrastruktur yang tersedia, dan fleksibilitas pasar. Kelemahan struktural Venezuela sangat dalam—bukan hanya masalah kuantitas tetapi juga kendala kualitas dan logistik. Sementara itu, produsen minyak shale di Teluk dan Amerika Utara mendapatkan manfaat dari keunggulan struktural ini, menguasai posisi pasar yang lebih baik dengan spesifikasi minyak mentah mereka yang unggul.
Pelajaran ini melampaui minyak: dalam ekonomi yang bergantung pada sumber daya, kelimpahan tanpa aksesibilitas menjadi beban daripada aset. Infrastruktur, kapasitas pemurnian, dan stabilitas geopolitik sering kali menentukan daya saing jauh lebih dari sekadar angka cadangan mentah. Dinamika ini membentuk keunggulan jangka panjang di pasar komoditas. @dusk_foundation [$DUSK](/en/trade/DUSK_USDT?contentId=35286063792866) [#Dusk](/en/square/hashtag/Dusk)
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Meskipun Venezuela duduk di atas cadangan minyak terbesar di dunia secara teori, kenyataannya menceritakan kisah yang berbeda tentang pasar energi global. Minyak mentah yang diekstraksi di sana sangat kental, mengandung kandungan sulfur yang signifikan, dan membutuhkan proses ekstraksi serta pemurnian yang mahal. Sebaliknya, AS dan Arab Saudi memproduksi minyak mentah yang lebih ringan yang lebih fleksibel dalam aplikasi—lebih bersih untuk diproses, lebih cepat untuk digunakan, dan membawa risiko geopolitik yang lebih sedikit.
Ini mengungkapkan kebenaran mendasar tentang pasar komoditas: volume cadangan tidak menentukan harga atau pengaruhnya. Yang benar-benar penting adalah kualitas, infrastruktur yang tersedia, dan fleksibilitas pasar. Kelemahan struktural Venezuela sangat dalam—bukan hanya masalah kuantitas tetapi juga kendala kualitas dan logistik. Sementara itu, produsen minyak shale di Teluk dan Amerika Utara mendapatkan manfaat dari keunggulan struktural ini, menguasai posisi pasar yang lebih baik dengan spesifikasi minyak mentah mereka yang unggul.
Pelajaran ini melampaui minyak: dalam ekonomi yang bergantung pada sumber daya, kelimpahan tanpa aksesibilitas menjadi beban daripada aset. Infrastruktur, kapasitas pemurnian, dan stabilitas geopolitik sering kali menentukan daya saing jauh lebih dari sekadar angka cadangan mentah. Dinamika ini membentuk keunggulan jangka panjang di pasar komoditas. @dusk_foundation [$DUSK](/en/trade/DUSK_USDT?contentId=35286063792866) [#Dusk](/en/square/hashtag/Dusk)