Malam semakin dingin, bunga yang mekar jatuh ke tanah membentuk embun beku. Kamu menatap dari kejauhan, menghabiskan semua senja. Tanpa memikirkan, sulit untuk melupakan. Suasana malam yang sejuk membuat kerinduanmu menjadi sungai, berubah menjadi lumpur musim semi yang melindungi aku. Takdir yang dingin berkilauan dengan warna bunga, jatuh ke dunia fana dan menyakitiku. Pernah juga uban sedikit berkilau, pernah juga karena kamu kembali bersinar. Usia yang panjang dan berliku, bagaimana bisa membuang waktu? Pergi berkelana, mengganti menjadi dewasa. Tiga kehidupan yang dingin, seakan mimpi. Setiap saat, air mata kering karena angin tahun. Kapan lagi sepuluh mil yang dingin akan kembali musim semi? Melihat lagi sebuah lentera angin di bawah pohon.

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
Tidak ada komentar
  • Sematkan