Perjalanan kewirausahaan Roy Raymond dimulai dengan momen ketidaknyamanan yang sederhana. Saat berbelanja di sebuah toko serba ada tradisional untuk membeli lingerie untuk istrinya, dia mengalami rasa malu yang tulus dari pengalaman tersebut. Alih-alih menerima ini sebagai hal yang tak terelakkan, Raymond membayangkan sesuatu yang berbeda—sebuah ruang ritel di mana pelanggan dapat menjelajah pakaian dalam dengan keanggunan dan kecanggihan.
Dari Mimpi Menjadi Kenyataan
Untuk mengubah visi ini menjadi kenyataan, Roy Raymond dan istrinya Gaye bekerja sama dalam sebuah usaha berani. Pasangan ini mendapatkan dana penting melalui dua saluran: meminjam $40.000 dari bank dan tambahan $40.000 dari anggota keluarga. Dengan modal investasi sebesar $80.000 ini, mereka membuka toko Victoria’s Secret pertama mereka, yang dirancang secara sengaja dengan estetika era Victoria yang akan menjadi ciri khas merek tersebut. Setiap elemen—dari dekorasi hingga presentasi—mencerminkan komitmen mereka untuk meningkatkan pengalaman berbelanja lingerie.
Warisan Pertumbuhan
Dampak dari konsep asli Roy Raymond terbukti luar biasa. Apa yang dimulai sebagai sebuah toko tunggal yang mengatasi masalah pribadi konsumen berkembang menjadi fenomena ritel global. Pada akhir tahun 2025, Victoria’s Secret & Co menguasai kapitalisasi pasar sebesar $2,32 miliar USD, menempatkannya sebagai pemain tangguh di sektor ritel. Transformasi ini menunjukkan bagaimana wawasan mendalam tentang konsumen dan desain yang penuh perhatian dapat menciptakan keberhasilan komersial yang langgeng, mengukuhkan warisan Roy Raymond sebagai seorang pengusaha visioner yang secara fundamental mengubah harapan ritel seputar belanja pakaian dalam.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Visi Roy Raymond: Bagaimana Momen Pribadi Membentuk Victoria's Secret
Perjalanan kewirausahaan Roy Raymond dimulai dengan momen ketidaknyamanan yang sederhana. Saat berbelanja di sebuah toko serba ada tradisional untuk membeli lingerie untuk istrinya, dia mengalami rasa malu yang tulus dari pengalaman tersebut. Alih-alih menerima ini sebagai hal yang tak terelakkan, Raymond membayangkan sesuatu yang berbeda—sebuah ruang ritel di mana pelanggan dapat menjelajah pakaian dalam dengan keanggunan dan kecanggihan.
Dari Mimpi Menjadi Kenyataan
Untuk mengubah visi ini menjadi kenyataan, Roy Raymond dan istrinya Gaye bekerja sama dalam sebuah usaha berani. Pasangan ini mendapatkan dana penting melalui dua saluran: meminjam $40.000 dari bank dan tambahan $40.000 dari anggota keluarga. Dengan modal investasi sebesar $80.000 ini, mereka membuka toko Victoria’s Secret pertama mereka, yang dirancang secara sengaja dengan estetika era Victoria yang akan menjadi ciri khas merek tersebut. Setiap elemen—dari dekorasi hingga presentasi—mencerminkan komitmen mereka untuk meningkatkan pengalaman berbelanja lingerie.
Warisan Pertumbuhan
Dampak dari konsep asli Roy Raymond terbukti luar biasa. Apa yang dimulai sebagai sebuah toko tunggal yang mengatasi masalah pribadi konsumen berkembang menjadi fenomena ritel global. Pada akhir tahun 2025, Victoria’s Secret & Co menguasai kapitalisasi pasar sebesar $2,32 miliar USD, menempatkannya sebagai pemain tangguh di sektor ritel. Transformasi ini menunjukkan bagaimana wawasan mendalam tentang konsumen dan desain yang penuh perhatian dapat menciptakan keberhasilan komersial yang langgeng, mengukuhkan warisan Roy Raymond sebagai seorang pengusaha visioner yang secara fundamental mengubah harapan ritel seputar belanja pakaian dalam.