(MENAFN- Amman Net) Raja Abdullah II dari Yordania mengatakan bahwa Yordania tidak akan mentolerir pelanggaran wilayah udaranya dan tidak akan dijadikan sebagai panggung konfrontasi militer, menegaskan bahwa keamanan Kerajaan dan keselamatan warga negara tetap menjadi prioritas utama.
Pernyataan tersebut disampaikan saat pertemuan dengan anggota Dewan Asosiasi Pers Yordania, di mana berbagai isu domestik dan regional dibahas.
Pada hari Selasa, Raja Abdullah II menyerukan pencarian solusi politik terhadap isu Iran, menjelang pembicaraan yang diharapkan antara Iran dan Amerika Serikat, dan di saat Presiden AS Donald Trump mengancam kemungkinan serangan terhadap Iran.
Pertemuan tersebut juga membahas beberapa perkembangan lokal dan regional. Sang Raja menekankan pentingnya peran asosiasi dalam memperkuat profesionalisme media, menegaskan bahwa kepentingan nasional harus tetap menjadi kompas utama dalam diskursus politik dan media, terutama di tengah perubahan cepat di kawasan dan dunia.
Di bidang ekonomi, beliau mendesak agar pelaksanaan proyek nasional besar terus dilanjutkan, memperbaiki iklim investasi, dan meningkatkan layanan publik secara langsung untuk meningkatkan kualitas hidup warga dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Ia juga menyoroti upaya Yordania memanfaatkan hubungan erat dengan negara-negara sahabat untuk membuka pasar baru bagi produk Yordania, terutama di Asia Timur, dan menarik peluang investasi lebih lanjut.
Terkait isu Palestina, Raja menegaskan kembali koordinasi Yordania yang berkelanjutan dengan mitra regional dan komunitas internasional untuk melindungi hak-hak Palestina dan menghentikan langkah-langkah Israel yang bertujuan mengubah status quo di Tepi Barat dan Yerusalem.
Ia juga menekankan perlunya mendukung upaya Suriah dalam menjaga keamanan, stabilitas, dan kedaulatan wilayahnya.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
King Abdullah II: Kami Tidak Akan Mengizinkan Pelanggaran Wilayah Udara Kami Atau Yordania Menjadi Medan Perang
(MENAFN- Amman Net) Raja Abdullah II dari Yordania mengatakan bahwa Yordania tidak akan mentolerir pelanggaran wilayah udaranya dan tidak akan dijadikan sebagai panggung konfrontasi militer, menegaskan bahwa keamanan Kerajaan dan keselamatan warga negara tetap menjadi prioritas utama.
Pernyataan tersebut disampaikan saat pertemuan dengan anggota Dewan Asosiasi Pers Yordania, di mana berbagai isu domestik dan regional dibahas.
Pada hari Selasa, Raja Abdullah II menyerukan pencarian solusi politik terhadap isu Iran, menjelang pembicaraan yang diharapkan antara Iran dan Amerika Serikat, dan di saat Presiden AS Donald Trump mengancam kemungkinan serangan terhadap Iran.
Pertemuan tersebut juga membahas beberapa perkembangan lokal dan regional. Sang Raja menekankan pentingnya peran asosiasi dalam memperkuat profesionalisme media, menegaskan bahwa kepentingan nasional harus tetap menjadi kompas utama dalam diskursus politik dan media, terutama di tengah perubahan cepat di kawasan dan dunia.
Di bidang ekonomi, beliau mendesak agar pelaksanaan proyek nasional besar terus dilanjutkan, memperbaiki iklim investasi, dan meningkatkan layanan publik secara langsung untuk meningkatkan kualitas hidup warga dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Ia juga menyoroti upaya Yordania memanfaatkan hubungan erat dengan negara-negara sahabat untuk membuka pasar baru bagi produk Yordania, terutama di Asia Timur, dan menarik peluang investasi lebih lanjut.
Terkait isu Palestina, Raja menegaskan kembali koordinasi Yordania yang berkelanjutan dengan mitra regional dan komunitas internasional untuk melindungi hak-hak Palestina dan menghentikan langkah-langkah Israel yang bertujuan mengubah status quo di Tepi Barat dan Yerusalem.
Ia juga menekankan perlunya mendukung upaya Suriah dalam menjaga keamanan, stabilitas, dan kedaulatan wilayahnya.