Pasar logam mulia memulai tahun 2026 dengan pergerakan tanpa henti. Perak khususnya menjadi sorotan karena harga melonjak ke dekat $121 di awal perdagangan, kemudian jatuh tajam sebelum pulih ke level $84. Fluktuasi ini mencerminkan sentimen pasar yang berubah dengan cepat, menciptakan peluang bagi investor untuk memperhatikan logam mulia.
Perak Mengalami Volatilitas Besar: Dari Puncak $121 ke Dukungan $84
Awal tahun 2026 untuk perak ditandai dengan ayunan antara ambisi dan kehati-hatian. Pada minggu-minggu pertama, perak mengalami reli yang mengesankan, mendekati level $121 sebelum kekhawatiran pasar sangat membebani. Penurunan berikutnya menantang investor, tetapi reaksi pembelian yang cepat membantu harga pulih ke sekitar $84, menetapkan level support utama.
Indikator Teknis yang Menunjukkan Fase Konsolidasi Strategi
Menurut analisis dari NS3.AI, indikator teknis saat ini menandakan fase konsolidasi potensial sebelum perak membuat langkah yang signifikan. Harga diperkirakan akan berfluktuasi antara $75 dan $92, kisaran harga yang sempit di mana investor harus bersiap untuk sinyal yang jelas ke arah berikutnya. Fase konsolidasi ini normal dalam siklus pasar, terutama ketika ada penyeimbangan kembali antara tekanan beli dan jual.
Peluang dan Risiko Investasi di Pasar Logam Mulia
Pendorong bullish utama berasal dari banyak sumber. Kekuatan penambang, permintaan fisik yang intens dari aplikasi industri, dan daya beli yang kuat dari institusi adalah faktor pendukung perak. Namun, investor perlu tetap waspada. Rasio emas-perak saat ini dan beberapa variabel lainnya dapat memengaruhi lintasan harga, terutama jika sentimen pasar berubah. Dengan latar belakang ini, pasar logam mulia masih perlu memantau dengan cermat tanda-tanda makroekonomi dan membuat keputusan kebijakan moneter.
Secara keseluruhan, logam mulia, terutama perak, tetap berada dalam periode akumulasi strategis dengan prospek jangka panjang masih makmur jika kondisi fundamental terus mendukung.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Logam Mulia Tahun 2026: Perak Memulai Fase Konsolidasi Strategis
Pasar logam mulia memulai tahun 2026 dengan pergerakan tanpa henti. Perak khususnya menjadi sorotan karena harga melonjak ke dekat $121 di awal perdagangan, kemudian jatuh tajam sebelum pulih ke level $84. Fluktuasi ini mencerminkan sentimen pasar yang berubah dengan cepat, menciptakan peluang bagi investor untuk memperhatikan logam mulia.
Perak Mengalami Volatilitas Besar: Dari Puncak $121 ke Dukungan $84
Awal tahun 2026 untuk perak ditandai dengan ayunan antara ambisi dan kehati-hatian. Pada minggu-minggu pertama, perak mengalami reli yang mengesankan, mendekati level $121 sebelum kekhawatiran pasar sangat membebani. Penurunan berikutnya menantang investor, tetapi reaksi pembelian yang cepat membantu harga pulih ke sekitar $84, menetapkan level support utama.
Indikator Teknis yang Menunjukkan Fase Konsolidasi Strategi
Menurut analisis dari NS3.AI, indikator teknis saat ini menandakan fase konsolidasi potensial sebelum perak membuat langkah yang signifikan. Harga diperkirakan akan berfluktuasi antara $75 dan $92, kisaran harga yang sempit di mana investor harus bersiap untuk sinyal yang jelas ke arah berikutnya. Fase konsolidasi ini normal dalam siklus pasar, terutama ketika ada penyeimbangan kembali antara tekanan beli dan jual.
Peluang dan Risiko Investasi di Pasar Logam Mulia
Pendorong bullish utama berasal dari banyak sumber. Kekuatan penambang, permintaan fisik yang intens dari aplikasi industri, dan daya beli yang kuat dari institusi adalah faktor pendukung perak. Namun, investor perlu tetap waspada. Rasio emas-perak saat ini dan beberapa variabel lainnya dapat memengaruhi lintasan harga, terutama jika sentimen pasar berubah. Dengan latar belakang ini, pasar logam mulia masih perlu memantau dengan cermat tanda-tanda makroekonomi dan membuat keputusan kebijakan moneter.
Secara keseluruhan, logam mulia, terutama perak, tetap berada dalam periode akumulasi strategis dengan prospek jangka panjang masih makmur jika kondisi fundamental terus mendukung.