Cadangan emas oleh negara mencerminkan kekuatan ekonomi dan geopolitik zaman kita. Dengan fluktuasi pasar keuangan dan ketegangan internasional, kepemilikan cadangan emas tetap menjadi indikator utama stabilitas ekonomi dan kekuasaan negara.
Sepuluh negara penguasa pasar cadangan emas
Menurut data 2025, peringkat cadangan emas berdasarkan negara menunjukkan hierarki yang sudah mapan, didominasi oleh beberapa kekuatan ekonomi utama. Amerika Serikat mempertahankan posisinya sebagai pemimpin tak terbantahkan dengan cadangan emas sebanyak 8.133 ton, jauh di atas negara lain. Akumulasi besar logam berharga ini memberi Amerika Serikat pengaruh besar di pasar keuangan global.
Di posisi kedua, Jerman memiliki 3.352 ton, diikuti dekat oleh Italia (2.451 ton) dan Prancis (2.437 ton). Rusia melengkapi top 5 dengan 2.333 ton emas yang dikumpulkan. China, meskipun kekuatan ekonominya saat ini, memiliki 2.279 ton, angka yang mungkin sedang coba ditingkatkan secara diam-diam oleh Beijing.
Swiss, terkenal karena keahliannya dalam pengelolaan aset, berada di posisi ketujuh dengan 1.040 ton. India (876 ton), Jepang (846 ton), dan Belanda (612 ton) melengkapi sepuluh besar.
Amerika Serikat di puncak, tetapi redistribusi secara bertahap
Hierarki cadangan emas berdasarkan negara ini menunjukkan satu kenyataan penting: dominasi Amerika Serikat tetap luar biasa. Amerika Serikat memiliki lebih banyak emas sendiri daripada tiga negara berikutnya digabungkan. Namun, negara lain, terutama Rusia dan China, secara aktif mendiversifikasi portofolio cadangan devisa mereka dengan logam kuning.
Emas tetap menjadi aset perlindungan utama di pasar keuangan. Sementara kontrak berjangka emas XAUUSDT terus menarik minat investor, pemerintah memahami bahwa membangun cadangan emas yang solid memberikan kredibilitas moneter yang tak tertandingi. Dinamika ini menjelaskan mengapa peringkat cadangan emas berdasarkan negara tetap menjadi indikator utama tatanan ekonomi dunia.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Peringkat Cadangan Emas 2025 berdasarkan Negara: siapa yang mendominasi pasar global?
Cadangan emas oleh negara mencerminkan kekuatan ekonomi dan geopolitik zaman kita. Dengan fluktuasi pasar keuangan dan ketegangan internasional, kepemilikan cadangan emas tetap menjadi indikator utama stabilitas ekonomi dan kekuasaan negara.
Sepuluh negara penguasa pasar cadangan emas
Menurut data 2025, peringkat cadangan emas berdasarkan negara menunjukkan hierarki yang sudah mapan, didominasi oleh beberapa kekuatan ekonomi utama. Amerika Serikat mempertahankan posisinya sebagai pemimpin tak terbantahkan dengan cadangan emas sebanyak 8.133 ton, jauh di atas negara lain. Akumulasi besar logam berharga ini memberi Amerika Serikat pengaruh besar di pasar keuangan global.
Di posisi kedua, Jerman memiliki 3.352 ton, diikuti dekat oleh Italia (2.451 ton) dan Prancis (2.437 ton). Rusia melengkapi top 5 dengan 2.333 ton emas yang dikumpulkan. China, meskipun kekuatan ekonominya saat ini, memiliki 2.279 ton, angka yang mungkin sedang coba ditingkatkan secara diam-diam oleh Beijing.
Swiss, terkenal karena keahliannya dalam pengelolaan aset, berada di posisi ketujuh dengan 1.040 ton. India (876 ton), Jepang (846 ton), dan Belanda (612 ton) melengkapi sepuluh besar.
Amerika Serikat di puncak, tetapi redistribusi secara bertahap
Hierarki cadangan emas berdasarkan negara ini menunjukkan satu kenyataan penting: dominasi Amerika Serikat tetap luar biasa. Amerika Serikat memiliki lebih banyak emas sendiri daripada tiga negara berikutnya digabungkan. Namun, negara lain, terutama Rusia dan China, secara aktif mendiversifikasi portofolio cadangan devisa mereka dengan logam kuning.
Emas tetap menjadi aset perlindungan utama di pasar keuangan. Sementara kontrak berjangka emas XAUUSDT terus menarik minat investor, pemerintah memahami bahwa membangun cadangan emas yang solid memberikan kredibilitas moneter yang tak tertandingi. Dinamika ini menjelaskan mengapa peringkat cadangan emas berdasarkan negara tetap menjadi indikator utama tatanan ekonomi dunia.