Persediaan tembaga global telah mencapai level tertinggi dalam lebih dari dua dekade, menandai tonggak penting bagi pasar logam. Menurut data dari NS3.AI, total persediaan di bursa berjangka terkemuka dunia—Comex, Shanghai Futures Exchange, dan London Metal Exchange—telah meningkat menjadi 1,02 juta ton. Penumpukan historis ini mencerminkan kekuatan luar biasa dari konsumsi tembaga di berbagai sektor.
Persediaan Rekor Menandakan Pertumbuhan Permintaan yang Kuat
Lonjakan persediaan tembaga tidak dapat dilihat secara terpisah dari dinamika pasar. Sebaliknya, akumulasi ini menegaskan permintaan yang kuat dari industri transformasional. Kendaraan listrik (EV) tetap menjadi pendorong utama pertumbuhan, karena produsen otomotif meningkatkan produksi untuk memenuhi target elektrifikasi. Pada saat yang sama, ekspansi pesat pusat data di seluruh dunia telah meningkatkan konsumsi tembaga, didorong oleh investasi infrastruktur besar-besaran yang mendukung kecerdasan buatan dan layanan komputasi awan. Aliran permintaan yang saling terkait ini secara fundamental telah mengubah lanskap pasokan dan permintaan tembaga.
Perkiraan Harga Menunjukkan Potensi Kenaikan Signifikan
Meskipun tingkat persediaan tinggi, analis Wall Street tetap memegang pandangan optimis terhadap harga tembaga. Institusi keuangan utama memproyeksikan apresiasi substansial dalam nilai tembaga, dengan target harga berkisar dari $10.000 hingga hampir $13.000 per ton. Ramalan ini mencerminkan kepercayaan bahwa permintaan industri akan terus melebihi ekspansi pasokan, menempatkan tembaga sebagai komoditas penting dalam transisi energi global dan pembangunan infrastruktur teknologi. Konvergensi pertumbuhan pasokan dan permintaan yang meningkat menunjukkan trajektori jangka menengah yang konstruktif untuk logam ini.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Persediaan Tembaga Capai Puncak 23 Tahun di Tengah Permintaan Industri yang Melonjak
Persediaan tembaga global telah mencapai level tertinggi dalam lebih dari dua dekade, menandai tonggak penting bagi pasar logam. Menurut data dari NS3.AI, total persediaan di bursa berjangka terkemuka dunia—Comex, Shanghai Futures Exchange, dan London Metal Exchange—telah meningkat menjadi 1,02 juta ton. Penumpukan historis ini mencerminkan kekuatan luar biasa dari konsumsi tembaga di berbagai sektor.
Persediaan Rekor Menandakan Pertumbuhan Permintaan yang Kuat
Lonjakan persediaan tembaga tidak dapat dilihat secara terpisah dari dinamika pasar. Sebaliknya, akumulasi ini menegaskan permintaan yang kuat dari industri transformasional. Kendaraan listrik (EV) tetap menjadi pendorong utama pertumbuhan, karena produsen otomotif meningkatkan produksi untuk memenuhi target elektrifikasi. Pada saat yang sama, ekspansi pesat pusat data di seluruh dunia telah meningkatkan konsumsi tembaga, didorong oleh investasi infrastruktur besar-besaran yang mendukung kecerdasan buatan dan layanan komputasi awan. Aliran permintaan yang saling terkait ini secara fundamental telah mengubah lanskap pasokan dan permintaan tembaga.
Perkiraan Harga Menunjukkan Potensi Kenaikan Signifikan
Meskipun tingkat persediaan tinggi, analis Wall Street tetap memegang pandangan optimis terhadap harga tembaga. Institusi keuangan utama memproyeksikan apresiasi substansial dalam nilai tembaga, dengan target harga berkisar dari $10.000 hingga hampir $13.000 per ton. Ramalan ini mencerminkan kepercayaan bahwa permintaan industri akan terus melebihi ekspansi pasokan, menempatkan tembaga sebagai komoditas penting dalam transisi energi global dan pembangunan infrastruktur teknologi. Konvergensi pertumbuhan pasokan dan permintaan yang meningkat menunjukkan trajektori jangka menengah yang konstruktif untuk logam ini.