Alan Taylor, anggota Komite Kebijakan Moneter Bank of England, baru-baru ini mengeluarkan peringatan penting bahwa dampak kebijakan tarif Presiden AS Trump terhadap perdagangan global dan inflasi Inggris akan terus dirasakan selama bertahun-tahun yang akan datang. Komentar ini telah menarik perhatian luas di pasar keuangan dan pembuat keputusan ekonomi, mengungkapkan keprihatinan mendalam kepemimpinan Inggris tentang risiko kebijakan ekonomi transatlantik.
Peringatan blak-blakan dari pejabat bank sentral
Dalam pidato publiknya baru-baru ini, Taylor menyoroti konsekuensi ekonomi yang luas dari langkah-langkah tarif AS. Dalam menghadapi putusan Mahkamah Agung AS tentang kebijakan ekonomi utama Trump, Bank of England tetap waspada terhadap dampak ekonomi global dari tarif. Taylor menunjukkan bahwa hambatan perdagangan ini tidak hanya akan mendorong harga komoditas dalam jangka pendek, tetapi dampak jangka panjangnya akan membentuk kembali lanskap keuangan global dan struktur rantai pasokan.
Tantangan yang Dihadapi Sistem Keuangan Inggris
Sebagai salah satu pusat keuangan utama dunia, ekonomi Inggris sangat sensitif terhadap perubahan lingkungan perdagangan internasional. Penerapan kebijakan tarif AS berarti biaya impor yang lebih tinggi dan peningkatan tekanan pada laba perusahaan, yang pada akhirnya menyebabkan inflasi yang tinggi. Komentar dari pejabat bank sentral mencerminkan pengakuan oleh pembuat kebijakan Inggris bahwa kebijakan proteksionis AS akan berdampak jangka panjang pada stabilitas keuangan Inggris, pasar kerja, dan biaya hidup bagi penduduk. Bloomberg lebih lanjut menekankan pentingnya pandangan Taylor dalam laporan tersebut, percaya bahwa itu mewakili penilaian mendalam Bank of England tentang situasi ekonomi saat ini.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Peringatan Kunci: Kebijakan Tarif AS Terhadap Ancaman Jangka Panjang bagi Ekonomi Inggris
Alan Taylor, anggota Komite Kebijakan Moneter Bank of England, baru-baru ini mengeluarkan peringatan penting bahwa dampak kebijakan tarif Presiden AS Trump terhadap perdagangan global dan inflasi Inggris akan terus dirasakan selama bertahun-tahun yang akan datang. Komentar ini telah menarik perhatian luas di pasar keuangan dan pembuat keputusan ekonomi, mengungkapkan keprihatinan mendalam kepemimpinan Inggris tentang risiko kebijakan ekonomi transatlantik.
Peringatan blak-blakan dari pejabat bank sentral
Dalam pidato publiknya baru-baru ini, Taylor menyoroti konsekuensi ekonomi yang luas dari langkah-langkah tarif AS. Dalam menghadapi putusan Mahkamah Agung AS tentang kebijakan ekonomi utama Trump, Bank of England tetap waspada terhadap dampak ekonomi global dari tarif. Taylor menunjukkan bahwa hambatan perdagangan ini tidak hanya akan mendorong harga komoditas dalam jangka pendek, tetapi dampak jangka panjangnya akan membentuk kembali lanskap keuangan global dan struktur rantai pasokan.
Tantangan yang Dihadapi Sistem Keuangan Inggris
Sebagai salah satu pusat keuangan utama dunia, ekonomi Inggris sangat sensitif terhadap perubahan lingkungan perdagangan internasional. Penerapan kebijakan tarif AS berarti biaya impor yang lebih tinggi dan peningkatan tekanan pada laba perusahaan, yang pada akhirnya menyebabkan inflasi yang tinggi. Komentar dari pejabat bank sentral mencerminkan pengakuan oleh pembuat kebijakan Inggris bahwa kebijakan proteksionis AS akan berdampak jangka panjang pada stabilitas keuangan Inggris, pasar kerja, dan biaya hidup bagi penduduk. Bloomberg lebih lanjut menekankan pentingnya pandangan Taylor dalam laporan tersebut, percaya bahwa itu mewakili penilaian mendalam Bank of England tentang situasi ekonomi saat ini.