Berita dari ChainCatcher mengungkapkan sebuah kasus pencucian uang besar di AS, di mana seorang penduduk berusia 47 tahun dari Newcastle, Washington, mengaku melakukan pelanggaran. Geoffrey K. Auyeung didakwa terlibat dalam konspirasi penipuan kompleks, menggunakan sarana keuangan untuk menyembunyikan asal-usul uang ilegal.
Rencana Penipuan dengan Sembilan Perusahaan Palsu
Pada 20 Februari 2026, Auyeung mengaku di pengadilan federal di Seattle tentang perannya dalam konspirasi ini. Strateginya meliputi pendirian sembilan perusahaan palsu, yang berpura-pura beroperasi di bidang investasi minyak dan gas untuk meningkatkan kepercayaan. Melalui perusahaan-perusahaan ini, Auyeung memancing korban untuk mentransfer sekitar 97,1 juta dolar—sebagian besar dari kegiatan penipuan—ke dalam 81 rekening bank dan 19 dompet cryptocurrency yang dia kendalikan.
Proses Pencucian Uang Melalui Banyak Negara
Setelah uang masuk ke rekening-rekening ini, Auyeung tidak menyimpannya di sana. Dia segera memindahkan dana tersebut ke rekening yang dikelola oleh mitra di Rusia dan Nigeria. Cara ini merupakan ciri khas dari rencana pencucian uang modern—memisahkan uang asli dari pelaku utama dengan memindahkannya melintasi batas negara. Menurut hasil penyelidikan, Auyeung memperoleh keuntungan minimal 4,07 juta dolar dari konspirasi ini.
Hukuman dan Kesepakatan Mengaku Bersalah
Dalam kesepakatan pengakuan bersalahnya, Auyeung setuju untuk mengembalikan 24,7 juta dolar sebagai ganti rugi kepada para korban dan menyetujui penyitaan aset senilai sekitar 10,1 juta dolar. Jaksa federal mengusulkan hukuman 63 bulan penjara. Sidang terakhir dijadwalkan pada 12 Mei 2026, di mana pengadilan akan memutuskan apakah hukuman yang diusulkan akan diterima atau tidak. Kasus ini mencerminkan peningkatan upaya penegak hukum dalam menuntut kegiatan pencucian uang terkait mata uang digital.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Rencana Pencucian Uang Skala Besar Dituduh di Washington - Warga Mengaku Bersalah
Berita dari ChainCatcher mengungkapkan sebuah kasus pencucian uang besar di AS, di mana seorang penduduk berusia 47 tahun dari Newcastle, Washington, mengaku melakukan pelanggaran. Geoffrey K. Auyeung didakwa terlibat dalam konspirasi penipuan kompleks, menggunakan sarana keuangan untuk menyembunyikan asal-usul uang ilegal.
Rencana Penipuan dengan Sembilan Perusahaan Palsu
Pada 20 Februari 2026, Auyeung mengaku di pengadilan federal di Seattle tentang perannya dalam konspirasi ini. Strateginya meliputi pendirian sembilan perusahaan palsu, yang berpura-pura beroperasi di bidang investasi minyak dan gas untuk meningkatkan kepercayaan. Melalui perusahaan-perusahaan ini, Auyeung memancing korban untuk mentransfer sekitar 97,1 juta dolar—sebagian besar dari kegiatan penipuan—ke dalam 81 rekening bank dan 19 dompet cryptocurrency yang dia kendalikan.
Proses Pencucian Uang Melalui Banyak Negara
Setelah uang masuk ke rekening-rekening ini, Auyeung tidak menyimpannya di sana. Dia segera memindahkan dana tersebut ke rekening yang dikelola oleh mitra di Rusia dan Nigeria. Cara ini merupakan ciri khas dari rencana pencucian uang modern—memisahkan uang asli dari pelaku utama dengan memindahkannya melintasi batas negara. Menurut hasil penyelidikan, Auyeung memperoleh keuntungan minimal 4,07 juta dolar dari konspirasi ini.
Hukuman dan Kesepakatan Mengaku Bersalah
Dalam kesepakatan pengakuan bersalahnya, Auyeung setuju untuk mengembalikan 24,7 juta dolar sebagai ganti rugi kepada para korban dan menyetujui penyitaan aset senilai sekitar 10,1 juta dolar. Jaksa federal mengusulkan hukuman 63 bulan penjara. Sidang terakhir dijadwalkan pada 12 Mei 2026, di mana pengadilan akan memutuskan apakah hukuman yang diusulkan akan diterima atau tidak. Kasus ini mencerminkan peningkatan upaya penegak hukum dalam menuntut kegiatan pencucian uang terkait mata uang digital.