Tim NASA baru saja menghadapi tantangan baru saat mengumumkan peluncuran terkait misi Artemis II pada bulan Maret mendatang. Direktur Jared Isaacman mengumumkan pada 21 Februari bahwa selama pengujian malam hari, ditemukan aliran helium yang tidak biasa dalam tahap cairisasi dari Sistem Peluncuran Antariksa (SLS). Penemuan ini berpotensi langsung mempengaruhi rencana peluncuran yang diumumkan sehari sebelumnya.
Penemuan masalah dalam sistem kriogenik
Menurut laporan dari Jin10, insinyur NASA telah mengidentifikasi sebuah kerusakan dalam aliran helium dari sistem pendorong bahan bakar kriogenik. Ini adalah komponen penting yang tidak boleh diabaikan dalam persiapan peluncuran. Ketidaknormalan ini terdeteksi selama pengawasan rutin, memaksa para ahli untuk berhenti dan melakukan evaluasi menyeluruh.
Kerusakan ini tidak jarang terjadi di bidang antariksa, tetapi penemuan tepat waktu memungkinkan NASA memiliki lebih banyak waktu untuk menyelidiki dan memperbaiki sebelum digunakan. Isaacman menyarankan agar semua pihak berhati-hati dalam setiap langkah pemeriksaan untuk memastikan keselamatan maksimal.
Jadwal Artemis II berpotensi terganggu
Pada 20 Februari, NASA mengumumkan rencana peluncuran Artemis II pada 6 Maret tahun ini. Namun, penemuan terbaru berpotensi menunda jadwal tersebut. Artemis II adalah misi yang paling dinantikan, dengan rencana mengirimkan astronot kembali ke sekitar Bulan, sebuah langkah penting dalam program jangka panjang Artemis milik NASA.
Penundaan sebelumnya telah menunjukkan bahwa keselamatan tetap menjadi prioritas utama. Industri antariksa memahami bahwa setiap kesalahan dapat menyebabkan konsekuensi serius, sehingga pemeriksaan menyeluruh sebelum setiap peluncuran adalah keharusan.
Tim teknik fokus pada solusi
Saat ini, para ahli teknik NASA sedang aktif menyelidiki penyebab utama masalah ini. Diperkirakan, roket SLS akan dikembalikan ke Gedung Perakitan Kendaraan di Pusat Antariksa Kennedy untuk dilakukan pemeriksaan lebih rinci.
Isaacman berkomitmen akan memberikan pembaruan informasi saat ada perkembangan baru. Waktu yang dibutuhkan untuk penyelidikan dan perbaikan akan menentukan apakah jadwal peluncuran bulan Maret tetap memungkinkan atau perlu disesuaikan. Sementara menunggu, komunitas antariksa global memantau situasi dan menantikan kabar positif dari NASA.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
NASA menyarankan penundaan peluncuran Artemis II karena kekhawatiran teknis
Tim NASA baru saja menghadapi tantangan baru saat mengumumkan peluncuran terkait misi Artemis II pada bulan Maret mendatang. Direktur Jared Isaacman mengumumkan pada 21 Februari bahwa selama pengujian malam hari, ditemukan aliran helium yang tidak biasa dalam tahap cairisasi dari Sistem Peluncuran Antariksa (SLS). Penemuan ini berpotensi langsung mempengaruhi rencana peluncuran yang diumumkan sehari sebelumnya.
Penemuan masalah dalam sistem kriogenik
Menurut laporan dari Jin10, insinyur NASA telah mengidentifikasi sebuah kerusakan dalam aliran helium dari sistem pendorong bahan bakar kriogenik. Ini adalah komponen penting yang tidak boleh diabaikan dalam persiapan peluncuran. Ketidaknormalan ini terdeteksi selama pengawasan rutin, memaksa para ahli untuk berhenti dan melakukan evaluasi menyeluruh.
Kerusakan ini tidak jarang terjadi di bidang antariksa, tetapi penemuan tepat waktu memungkinkan NASA memiliki lebih banyak waktu untuk menyelidiki dan memperbaiki sebelum digunakan. Isaacman menyarankan agar semua pihak berhati-hati dalam setiap langkah pemeriksaan untuk memastikan keselamatan maksimal.
Jadwal Artemis II berpotensi terganggu
Pada 20 Februari, NASA mengumumkan rencana peluncuran Artemis II pada 6 Maret tahun ini. Namun, penemuan terbaru berpotensi menunda jadwal tersebut. Artemis II adalah misi yang paling dinantikan, dengan rencana mengirimkan astronot kembali ke sekitar Bulan, sebuah langkah penting dalam program jangka panjang Artemis milik NASA.
Penundaan sebelumnya telah menunjukkan bahwa keselamatan tetap menjadi prioritas utama. Industri antariksa memahami bahwa setiap kesalahan dapat menyebabkan konsekuensi serius, sehingga pemeriksaan menyeluruh sebelum setiap peluncuran adalah keharusan.
Tim teknik fokus pada solusi
Saat ini, para ahli teknik NASA sedang aktif menyelidiki penyebab utama masalah ini. Diperkirakan, roket SLS akan dikembalikan ke Gedung Perakitan Kendaraan di Pusat Antariksa Kennedy untuk dilakukan pemeriksaan lebih rinci.
Isaacman berkomitmen akan memberikan pembaruan informasi saat ada perkembangan baru. Waktu yang dibutuhkan untuk penyelidikan dan perbaikan akan menentukan apakah jadwal peluncuran bulan Maret tetap memungkinkan atau perlu disesuaikan. Sementara menunggu, komunitas antariksa global memantau situasi dan menantikan kabar positif dari NASA.