Ketika miliaran dolar modal dari lembaga keuangan terkemuka seperti BlackRock, Franklin Templeton, dan Apollo mengalir ke dalam ekosistem kripto, Aptos Foundation menyadari satu masalah mendesak—model ekonomi token yang ada tidak lagi sesuai dengan kebutuhan perkembangan ekosistem. Baru-baru ini, yayasan mengusulkan rencana reformasi ambisius yang merupakan rekonstruksi sistematis ekonomi token APT, dengan tujuan utama mencapai deflasi yang nyata.
Dari model subsidi ke dorongan aktivitas: Pertimbangan strategis reformasi
Reformasi ini menargetkan masalah mendasar: ekosistem saat ini masih bergantung pada mekanisme subsidi untuk mendukung pengembangan, pendanaan, dan insentif staking, yang menyebabkan token terus-menerus terdilusi. Dalam pengumumannya, yayasan menyatakan, “Jika terus mengikuti model saat ini, emisi APT tidak akan pernah berhenti—tanpa batasan ketat, tanpa kaitan dengan produktivitas, dan tanpa hubungan dengan aktivitas jaringan nyata.”
Situasi ini menyebabkan tekanan pasar akibat seringnya pelepasan token dalam jumlah besar. Namun, yayasan juga menambahkan bahwa seiring berjalannya siklus empat tahun lainnya di bulan Oktober, dampak pelepasan tersebut mulai berkurang. Pada akhirnya, rangkaian reformasi ini akan menurunkan emisi tahunan APT sebesar 60%.
Langkah inti satu: Batas pasokan dan struktur emisi
Tujuan utama reformasi ini adalah menetapkan batas pasokan sebesar 2,1 miliar token APT. Saat ini, batas tersebut belum ada—jumlah APT yang beredar sekitar 7,8 miliar (data terbaru menunjukkan 7,8 miliar), dan proses penciptaan token baru terus berlangsung. Pengenalan batas pasokan ini secara fungsional setara dengan menetapkan batas akhir kelangkaan token, yang sangat penting untuk kepercayaan pasar jangka panjang.
Langkah inti dua: Redesign insentif staking
Tim Aptos mengusulkan penurunan tingkat pengembalian staking tahunan—dari 5,19% saat ini menjadi 2,6%. Perubahan ini tampaknya merugikan peserta, tetapi ada pertimbangan mendalam di baliknya: Ini adalah solusi seimbang untuk mengurangi tekanan emisi sekaligus memberi insentif kepada peserta yang setia dan berkontribusi jangka panjang. Untuk itu, yayasan berencana meningkatkan insentif bagi token yang dikunci dalam jangka panjang, agar para pendukung ekosistem yang paling gigih mendapatkan imbalan lebih baik.
Langkah inti tiga: Membangun tekanan deflasi multi-dimensi
Reformasi juga mencakup langkah-langkah penting berikut:
Peningkatan biaya Gas sepuluh kali lipat: Biaya transaksi akan dinaikkan sepuluh kali lipat. Yayasan berpendapat, meskipun biaya ini meningkat, biaya transaksi di Aptos tetap kompetitif dan rendah. Karena biaya ini akan dihancurkan secara permanen, hal ini akan menimbulkan efek deflasi tambahan.
Penguncian token permanen: Yayasan menyarankan mengunci 2,1 miliar APT secara permanen dalam staking, yang secara ekonomi setara dengan token yang dihancurkan. Pendapatan dari penguncian ini akan digunakan untuk dana operasional yayasan sendiri.
Pengendalian ketat kebijakan pendanaan: Untuk memastikan penggunaan dana yang efektif, kebijakan baru akan memberlakukan indikator kinerja utama (KPI) yang ketat bagi semua penerima dana, dan hanya proyek yang benar-benar memenuhi target yang akan mendapatkan dukungan.
Rencana buyback potensial: Tim Aptos sedang meneliti pendirian dana khusus atau peluncuran program buyback APT, untuk menyeimbangkan pasokan token di pasar.
Respon pasar langsung dan tren harga
Setelah pengumuman reformasi ini, harga token APT langsung turun 4,1%. Dalam periode waktu yang lebih panjang, selama sebulan terakhir, harga APT sempat turun hampir 46%. Saat ini, harga token sekitar $0,93, dengan penurunan 24 jam sebesar -2,02%.
Makna mendalam di balik penyesuaian ekosistem
Serangkaian reformasi ini mencerminkan kedewasaan ekosistem Aptos—dari fase awal yang bergantung pada subsidi menuju model yang lebih mandiri. Masuknya modal dari lembaga besar membuat ekonomi token harus menjadi lebih berkelanjutan, dan APT perlu menunjukkan kelangkaan nyata, bukan hanya pertumbuhan pasokan yang terus-menerus.
Perlu dicatat bahwa gelombang reformasi serupa juga muncul di bagian lain ekosistem kripto. Akhir tahun lalu, komunitas Uniswap menyetujui proposal “UNIfication” yang memperkenalkan mekanisme “saklar biaya”, mengalihkan sebagian biaya transaksi dari penyedia likuiditas ke protokol itu sendiri. Ini menunjukkan bahwa ketika ekosistem mencapai tahap tertentu, penyeimbangan ulang model ekonomi menjadi kebutuhan bersama industri.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Yayasan Aptos mengumumkan rencana reformasi radikal: mengurangi 60% jumlah distribusi tahunan APT
Ketika miliaran dolar modal dari lembaga keuangan terkemuka seperti BlackRock, Franklin Templeton, dan Apollo mengalir ke dalam ekosistem kripto, Aptos Foundation menyadari satu masalah mendesak—model ekonomi token yang ada tidak lagi sesuai dengan kebutuhan perkembangan ekosistem. Baru-baru ini, yayasan mengusulkan rencana reformasi ambisius yang merupakan rekonstruksi sistematis ekonomi token APT, dengan tujuan utama mencapai deflasi yang nyata.
Dari model subsidi ke dorongan aktivitas: Pertimbangan strategis reformasi
Reformasi ini menargetkan masalah mendasar: ekosistem saat ini masih bergantung pada mekanisme subsidi untuk mendukung pengembangan, pendanaan, dan insentif staking, yang menyebabkan token terus-menerus terdilusi. Dalam pengumumannya, yayasan menyatakan, “Jika terus mengikuti model saat ini, emisi APT tidak akan pernah berhenti—tanpa batasan ketat, tanpa kaitan dengan produktivitas, dan tanpa hubungan dengan aktivitas jaringan nyata.”
Situasi ini menyebabkan tekanan pasar akibat seringnya pelepasan token dalam jumlah besar. Namun, yayasan juga menambahkan bahwa seiring berjalannya siklus empat tahun lainnya di bulan Oktober, dampak pelepasan tersebut mulai berkurang. Pada akhirnya, rangkaian reformasi ini akan menurunkan emisi tahunan APT sebesar 60%.
Langkah inti satu: Batas pasokan dan struktur emisi
Tujuan utama reformasi ini adalah menetapkan batas pasokan sebesar 2,1 miliar token APT. Saat ini, batas tersebut belum ada—jumlah APT yang beredar sekitar 7,8 miliar (data terbaru menunjukkan 7,8 miliar), dan proses penciptaan token baru terus berlangsung. Pengenalan batas pasokan ini secara fungsional setara dengan menetapkan batas akhir kelangkaan token, yang sangat penting untuk kepercayaan pasar jangka panjang.
Langkah inti dua: Redesign insentif staking
Tim Aptos mengusulkan penurunan tingkat pengembalian staking tahunan—dari 5,19% saat ini menjadi 2,6%. Perubahan ini tampaknya merugikan peserta, tetapi ada pertimbangan mendalam di baliknya: Ini adalah solusi seimbang untuk mengurangi tekanan emisi sekaligus memberi insentif kepada peserta yang setia dan berkontribusi jangka panjang. Untuk itu, yayasan berencana meningkatkan insentif bagi token yang dikunci dalam jangka panjang, agar para pendukung ekosistem yang paling gigih mendapatkan imbalan lebih baik.
Langkah inti tiga: Membangun tekanan deflasi multi-dimensi
Reformasi juga mencakup langkah-langkah penting berikut:
Peningkatan biaya Gas sepuluh kali lipat: Biaya transaksi akan dinaikkan sepuluh kali lipat. Yayasan berpendapat, meskipun biaya ini meningkat, biaya transaksi di Aptos tetap kompetitif dan rendah. Karena biaya ini akan dihancurkan secara permanen, hal ini akan menimbulkan efek deflasi tambahan.
Penguncian token permanen: Yayasan menyarankan mengunci 2,1 miliar APT secara permanen dalam staking, yang secara ekonomi setara dengan token yang dihancurkan. Pendapatan dari penguncian ini akan digunakan untuk dana operasional yayasan sendiri.
Pengendalian ketat kebijakan pendanaan: Untuk memastikan penggunaan dana yang efektif, kebijakan baru akan memberlakukan indikator kinerja utama (KPI) yang ketat bagi semua penerima dana, dan hanya proyek yang benar-benar memenuhi target yang akan mendapatkan dukungan.
Rencana buyback potensial: Tim Aptos sedang meneliti pendirian dana khusus atau peluncuran program buyback APT, untuk menyeimbangkan pasokan token di pasar.
Respon pasar langsung dan tren harga
Setelah pengumuman reformasi ini, harga token APT langsung turun 4,1%. Dalam periode waktu yang lebih panjang, selama sebulan terakhir, harga APT sempat turun hampir 46%. Saat ini, harga token sekitar $0,93, dengan penurunan 24 jam sebesar -2,02%.
Makna mendalam di balik penyesuaian ekosistem
Serangkaian reformasi ini mencerminkan kedewasaan ekosistem Aptos—dari fase awal yang bergantung pada subsidi menuju model yang lebih mandiri. Masuknya modal dari lembaga besar membuat ekonomi token harus menjadi lebih berkelanjutan, dan APT perlu menunjukkan kelangkaan nyata, bukan hanya pertumbuhan pasokan yang terus-menerus.
Perlu dicatat bahwa gelombang reformasi serupa juga muncul di bagian lain ekosistem kripto. Akhir tahun lalu, komunitas Uniswap menyetujui proposal “UNIfication” yang memperkenalkan mekanisme “saklar biaya”, mengalihkan sebagian biaya transaksi dari penyedia likuiditas ke protokol itu sendiri. Ini menunjukkan bahwa ketika ekosistem mencapai tahap tertentu, penyeimbangan ulang model ekonomi menjadi kebutuhan bersama industri.