Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Gerald Cotten: kisah pria yang menghancurkan kepercayaan pada QuadrigaCX
QuadrigaCX adalah platform perdagangan cryptocurrency terbesar di Kanada hingga runtuhnya secara katastrofik. Di pusat kehancuran tersebut adalah Gerald Cotten, pendirinya, yang tindakannya yang penipuan menyebabkan ribuan investor dirugikan. Hilangnya dana pelanggan sebesar $250 juta menjadikan kasus ini salah satu skandal terbesar di industri kripto.
Jejak ketidakjujuran: tanda bahaya yang diabaikan
Latar belakang Gerald Cotten menunjukkan pola ketidakjujuran yang mendahului QuadrigaCX. Pada usia 15 tahun, dia sudah terlibat dalam skema piramida. Bertahun-tahun kemudian, dia menjadi co-founder sebuah situs yang didedikasikan untuk aktivitas pencucian uang ilegal. Latar belakang ini menjadi pertanda apa yang akan terjadi di platform yang dia buat.
Skema Ponzi yang bocorkan dana pelanggan
Kejahatan Gerald Cotten di QuadrigaCX melibatkan piramida keuangan yang canggih. Dia menggunakan dana yang disetor pelanggan untuk taruhan berisiko tinggi dan ceroboh, kehilangan jutaan dalam prosesnya. Skema ini memungkinkan karena Cotten adalah satu-satunya pemegang kunci dompet dingin tempat penyimpanan $250 juta dalam cryptocurrency. Konsentrasi kekuasaan ini menjadikan platform target sempurna untuk penipuan.
Kematian yang dipertanyakan dan teori seputar Gerald Cotten
Pada 2018, Gerald Cotten meninggal saat melakukan perjalanan. Kematian ini menimbulkan kecurigaan luas. Banyak penyelidik dan investor berteori bahwa dia menyamar hilang untuk melarikan diri dengan dana yang dicuri. Keadaan kematian tetap menjadi misteri, memicu spekulasi bahwa penipuan hanyalah awal dari pelarian yang lebih besar.
Peran Jennifer Robertson dan kurangnya rencana darurat
Istri Gerald Cotten, Jennifer Robertson, menghadapi pengawasan publik yang intens setelah mengumumkan kematian secara terlambat dan kemudian menerima kesepakatan keuangan yang signifikan. Penyelidikan selanjutnya mengungkapkan bahwa tidak ada rencana darurat untuk memastikan akses ke dana jika pendiri meninggal. Kelalaian struktural ini memperburuk situasi.
Netflix dan narasi tentang penipuan besar
Film dokumenter Netflix “Trust No One: The Hunt for the Crypto King” membawa kasus Gerald Cotten ke perhatian global. Produksi ini menyelidiki secara mendalam misteri yang belum terpecahkan, mengeksplorasi kemungkinan penipuan, skema Ponzi, dan pelarian. Hanya sebagian kecil dana yang akhirnya berhasil dipulihkan, meninggalkan sebagian besar investor tanpa kompensasi.
Runtuhnya QuadrigaCX dan tindakan Gerald Cotten menjadi peringatan penting tentang risiko platform cryptocurrency tanpa regulasi yang memadai dan pengendalian risiko. Kisah ini menunjukkan bagaimana keserakahan individu dapat membahayakan keamanan ribuan pengguna.