Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Futures Kickoff
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Jeremy Sturdivant dan pizza yang tidak seharusnya dilupakan: kisah lain dari Bitcoin Pizza Day
Ketika kita menyebut Hari Pizza Bitcoin, semua orang ingat Laszlo Hanyecz yang membayar 10.000 BTC untuk dua pizza Papa John’s pada 22 Mei 2010. Tetapi kisah sebenarnya melibatkan dua orang, dan Jeremy Sturdivant, orang yang menerima bitcoin tersebut, hampir tidak terlihat dalam narasi sejarah cryptocurrency.
Dari US$41 ke miliaran: kontras yang tak diingat
Pada saat Hari Pizza Bitcoin, 10.000 BTC hanya bernilai US$41. Sekarang, dengan Bitcoin diperdagangkan di US$68.100, bitcoin yang sama akan bernilai sekitar US$681 juta. Perbedaan yang luar biasa ini menjelaskan mengapa semua orang fokus pada Laszlo Hanyecz – “orang yang menghabiskan kekayaan untuk pizza”. Tapi bagaimana dengan Jeremy Sturdivant? Dia berada di sisi lain transaksi, dan kisahnya pantas mendapatkan perhatian yang sama.
Pahlawan tak terlihat: siapa sebenarnya Jeremy Sturdivant tahun 2010
Jeremy Sturdivant, dikenal secara daring sebagai “jercos”, baru berusia 19 tahun saat menerima 10.000 BTC sebagai imbalan dua pizza. Dia adalah peserta aktif di forum-forum Bitcoin awal, di mana Laszlo Hanyecz memposting usulan uniknya untuk menukar cryptocurrency dengan makanan nyata. Tanpa ragu, Jeremy merespons panggilan itu dan melakukan transaksi yang akan masuk ke sejarah.
Pada waktu itu, sedikit yang memahami potensi Bitcoin. Bagi kebanyakan pengguna komunitas kripto awal, itu hanyalah mata uang percobaan – bukan harta karun yang harus disimpan. Jeremy Sturdivant melihat Bitcoin seperti itu: sebagai alat untuk digunakan, bukan untuk dikumpulkan.
Dua jalan, dua warisan: Laszlo vs Jeremy Sturdivant
Sementara Laszlo Hanyecz terkenal karena “menghabiskan” bitcoin-nya, Jeremy Sturdivant melakukan sesuatu yang berbeda dengan bagian sejarahnya. Dia menghabiskan atau menukar 10.000 BTC seiring Bitcoin mendapatkan momentum di komunitas daring. Jeremy tidak pernah menyesal dengan keputusannya, seperti yang dijelaskannya dalam wawancara kemudian – karena saat itu, nilainya tidak signifikan.
Perbedaan utama terletak pada narasi yang kita bangun. Laszlo dikenang sebagai contoh “kesempatan yang hilang”, sementara Jeremy terlupakan. Tapi ini adalah sudut pandang yang bias. Jeremy Sturdivant mewakili misi sejati Bitcoin di hari-hari awal: menjadi mata uang yang fungsional, berguna untuk transaksi nyata. Dia membuktikan bahwa Bitcoin bisa melakukan itu.
Mengapa Jeremy Sturdivant layak masuk dalam sejarah
Hari Pizza Bitcoin sering diceritakan sebagai kisah peringatan – sebuah cerita tentang apa yang akan terjadi jika Laszlo Hanyecz menyimpan bitcoin-nya. Tapi narasi ini mengabaikan satu poin penting: tanpa orang seperti Jeremy Sturdivant yang bersedia menerima Bitcoin sebagai bentuk pembayaran, cryptocurrency tidak akan pernah keluar dari ranah teoretis.
Jeremy Sturdivant lebih dari sekadar karakter pendukung dalam sebuah peristiwa bersejarah. Dia adalah validator konsep Bitcoin, seseorang yang secara praktis menunjukkan bahwa teknologi ini bisa berfungsi di dunia nyata. Setiap transaksi di hari-hari awal bergantung pada kedua belah pihak – penjual dan pembeli. Jeremy Sturdivant adalah keduanya saat diperlukan.
Kisah Jeremy juga memberi kita pelajaran berbeda dari Laszlo. Satu mewakili penyesalan karena tidak “hodl” (menyimpan) koinnya, sementara yang lain mewakili partisipasi tanpa penyesalan dalam sebuah eksperimen revolusioner. Tidak ada kesalahan dalam kedua narasi tersebut – hanya pilihan berbeda yang dibuat di waktu berbeda.
Jadi, lain kali Anda merayakan Hari Pizza Bitcoin, ingatlah: Jeremy Sturdivant tidak kehilangan kekayaan. Dia mendapatkan kesempatan untuk menjadi bagian dari momen yang akan mengubah dunia keuangan selamanya. Dan itu, tanpa diragukan lagi, jauh lebih berharga daripada jumlah bitcoin apa pun.