Harga minyak hari ini naik secara signifikan karena bentrokan di Timur Tengah

Ketegangan geopolitik di wilayah Teluk Persia telah menarik perhatian investor dan analis terhadap risiko pasokan minyak global. Dalam konteks ini, harga minyak mentah Texas Intermediate mengalami pergerakan naik yang signifikan, dengan volatilitas harga minyak di pasar internasional. Ancaman terhadap jalur transportasi maritim utama hidrokarbon telah memperkuat tekanan beli pada kontrak berjangka.

Peningkatan ketegangan di Iran dorong kenaikan kontrak berjangka WTI

WTI mengalami kenaikan sebesar 8,69 persen pada sesi kedua konflik, mencapai 77,42 dolar per barel. Pergerakan naik ini merupakan kenaikan sebesar 6,19 dolar dari penutupan sebelumnya, yang berakhir di 71,23 dolar per unit. Kontrak berjangka pengiriman April mencerminkan kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan dalam rantai pasok.

Situasi semakin memburuk setelah peringatan militer Iran tentang Selat Hormuz, yang dianggap sebagai salah satu jalur strategis paling kritis untuk perdagangan minyak dunia. Seorang jenderal Garda Revolusi mengancam akan sepenuhnya memblokir jalur kapal melalui jalur vital ini, menimbulkan ketidakpastian di pasar mengenai ketersediaan minyak di masa depan. Pernyataan ini menjadi salah satu pendorong utama harga minyak hari ini mencapai level tertinggi, mencerminkan kekhawatiran sektor terhadap kemungkinan krisis energi.

Jumlah korban sipil terus meningkat selama serangan udara

Skala krisis kemanusiaan semakin memperumit situasi regional. Palang Merah Iran melaporkan 787 orang meninggal akibat serangan udara baru-baru ini, sementara organisasi hak asasi manusia HRANA yang berbasis di Washington melaporkan angka yang sedikit berbeda tetapi sejalan: setidaknya 742 warga sipil terkonfirmasi meninggal, termasuk 176 anak-anak.

Korban sipil juga mencakup 971 orang terluka yang tercatat, dengan 115 di antaranya adalah anak-anak. Menurut data HRANA, 624 kematian lainnya masih menunggu konfirmasi dan klasifikasi, yang menunjukkan bahwa angka akhir bisa lebih tinggi. Pembatasan akses dan gangguan komunikasi di wilayah tersebut menyulitkan verifikasi independen terhadap angka-angka ini.

Serangan udara silang terus berlanjut selama hari keempat eskalasi, dengan operasi baru dari Tentara Israel terhadap target di Teheran dan Beirut. Secara bersamaan, Garda Revolusi Iran mengklaim telah menetralkan fasilitas militer AS di Bahrain, sementara Hizbullah mengumumkan pengiriman drone ke posisi Israel. Siklus balasan ini menjaga kawasan dalam keadaan tegang tinggi.

Wall Street bereaksi dengan penurunan akibat ketidakpastian geopolitik

Pasar saham AS tidak luput dari perkembangan di Timur Tengah. Wall Street membuka hari Selasa dengan kinerja negatif, dengan indeks utama mengalami penurunan yang signifikan. Nasdaq, yang berfokus pada saham teknologi, kehilangan 479 poin dan berada di 22.311 unit, mencerminkan penurunan sebesar 2,11 persen.

Dow Jones, indikator utama pasar saham, turun 1,85 persen menjadi 47.999 poin, sementara S&P 500 turun 1,77 persen, berakhir di 6.759 unit. Pergerakan negatif ini dipicu oleh ketakutan investor terhadap situasi geopolitik yang berpotensi mempengaruhi harga minyak, stabilitas rantai pasok global, dan inflasi di masa depan.

Perilaku pasar mencerminkan kekhawatiran tentang bagaimana perpanjangan konflik dapat mempengaruhi biaya produksi dan transportasi di berbagai sektor ekonomi, memperluas dampaknya di luar sektor energi.

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
Tidak ada komentar
  • Sematkan