Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
#IranClaimsDowningUSRefuelingJet 🤔
Ketika ketegangan kembali meningkat di Timur Tengah, konflik AS-Iran telah mencapai tingkat yang baru dan mengkhawatirkan. Dalam tindakan terbaru dari ketegangan yang terus berkembang, yang telah berlangsung selama sekitar 14 hari dan melibatkan serangan timbal balik, jatuhnya pesawat pengisian bahan bakar KC-135 Stratotanker Amerika di barat Irak juga telah memicu perang informasi di wilayah tersebut. Meskipun Komando Pusat AS (CENTCOM) mengkonfirmasi insiden tersebut, pernyataan mengenai penyebabnya sangat bertentangan. Pernyataan Resmi AS: "Bukan Tembakan Musuh" Pejabat AS mengkonfirmasi bahwa suatu insiden melibatkan dua pesawat KC-135 yang beroperasi di bawah "Operasi Epic Fury" terjadi. Menurut CENTCOM, satu pesawat jatuh di barat Irak di area yang didefinisikan sebagai "ruang udara bersahabat," sementara pesawat lainnya mendarat dengan selamat. AS menyatakan bahwa insiden tersebut bukan hasil dari tembakan musuh atau tembakan ramah, dan sedang mempertimbangkan kerusakan teknis atau kecelakaan. Dilaporkan bahwa 4 hingga 6 anggota kru kehilangan nyawa dalam insiden tersebut.
• Klaim oleh Iran dan Sekutunya: "Kami Menembaknya" Sebagai respons terhadap pernyataan ini, Perlawanan Islam di Irak, organisasi payung yang didukung Iran, mengklaim tanggung jawab atas penembakan pesawat tersebut. Dalam pernyataan mereka, mereka menegaskan bahwa pesawat AS ditargetkan dengan rudal pertahanan udara canggih untuk mempertahankan kedaulatan dan ruang udara Irak. Klaim ini dibagikan oleh outlet media regional dan internasional.
• Perang Informasi di Media Sosial Insiden ini juga menghasilkan buzz yang signifikan di media sosial. Sumber berita Turki dan Timur Tengah, khususnya, melaporkan peristiwa tersebut sebagai "berita terbaru," menyoroti klaim yang bertentangan dari kedua belah pihak. Saluran seperti TRT World, Reuters, dan CNN Türk menyajikan laporan kecelakaan AS dan klaim tanggung jawab dari kelompok yang didukung Iran berdampingan, menekankan misteri seputar peristiwa tersebut. Perdebatan meningkat di antara pengguna media sosial; beberapa mendukung klaim Iran, sementara yang lain berpendapat bahwa ini adalah propaganda.
• Dampak Regional dan Eskalasi Ketegangan Jatuhnya pesawat tersebut mengikuti laporan serangan AS-Israel terhadap Iran, semakin meningkatkan ketegangan di wilayah tersebut. Tidak lama setelah insiden, ledakan terdengar di dekat Bandara Erbil, dan serangan drone menargetkan kantor pusat Hashd al-Shaabi, memperkuat kekhawatiran bahwa konflik telah menyebar di seluruh Irak. Perkembangan ini juga memberikan dampak signifikan terhadap lalu lintas maritim di Selat Hormuz.
Sebagai kesimpulan, jatuhnya pesawat AS telah menjadi lebih dari sekadar kerugian militer; ini juga telah menjadi panggung untuk propaganda dan perang informasi, bagian integral dari peperangan modern. Upaya para pihak untuk memaksakan narasi mereka sendiri membuat sulit untuk memahami kebenaran, semakin merusak keseimbangan yang rapuh di wilayah tersebut.