Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Evolusi Transaksi Kecil Takagawa dan CIS: Dari Tata Letak Sebaliknya hingga Mengikuti Tren
Mengenai tokoh legendaris di dunia perdagangan Jepang, tak lengkap rasanya tanpa menyebut dua master top, yaitu Koidegawa Takashi dan CIS. Koidegawa Takashi dikenal sebagai “Dewa Perdagangan,” sementara CIS mendapatkan pengakuan pasar sebagai “Trader Rakyat Terkuat.” Kisah mereka bukan hanya tentang keberhasilan pribadi, tetapi juga menjadi buku pelajaran hidup tentang evolusi strategi trading.
Perubahan Lingkungan Pasar, Strategi Perdagangan Beradaptasi
2000 hingga 2003, gelembung internet meletus dan memicu pasar saham global menjadi bearish, termasuk pasar saham Jepang yang jatuh ke level terendah. Di masa penuh pesimisme ini, Koidegawa melihat nilai yang diabaikan banyak orang. Ia menyadari bahwa meskipun pasar sedang bearish, tidak berarti tren akan terus turun secara satu arah; justru, di tengah keputusasaan, peluang rebound muncul.
Penglihatan ini membantu Koidegawa menerapkan strategi posisi terbalik, mengumpulkan modal kecil secara bertahap hingga mencapai 1 miliar yen. Metodenya terlihat sederhana, tetapi membutuhkan kekuatan mental yang besar dan analisis yang solid.
Ketika kondisi pasar berbalik pada 2003 dan ekonomi global mulai pulih, Koidegawa pun menyesuaikan pola tradingnya. Modalnya melonjak dari 1 miliar yen menjadi 8 miliar yen. Perubahan ini bukan kebetulan, melainkan hasil dari kepekaannya terhadap irama pasar—dari menemukan peluang undervalued di masa lesu, beralih mengikuti kekuatan tren naik.
Memilih Saham Berdasarkan Divergensi: Menemukan Peluang di Masa Lesu
Strategi investasi terbalik Koidegawa didasarkan pada kerangka kerja tertentu. Ia mengandalkan indikator divergence dari moving average 25 hari untuk memilih saham. Singkatnya, divergence adalah indikator yang mengukur seberapa jauh harga menyimpang dari rata-rata pergerakan.
Misalnya, jika rata-rata 25 hari adalah 100 yen dan harga saat ini turun ke 80 yen, divergence-nya adalah -20%. Ketika divergence besar dan negatif, biasanya menandakan harga sudah keluar dari kisaran wajar dan mungkin undervalued. Koidegawa menargetkan saham-saham seperti ini untuk mendapatkan keuntungan dari rebound berikutnya.
Sebaliknya, jika harga mencapai 120 yen dengan divergence 20%, perlu waspada terhadap potensi overvalued jangka pendek. Perlu diingat, sensitivitas divergence berbeda tergantung ukuran perusahaan dan sektor industri. Koidegawa menyesuaikan ambang batas berdasarkan saham besar, kecil, dan karakteristik industri sebagai acuan masuk pasar.
Dari Strategi Terbalik ke Tren Mengikuti: Perubahan Strategi Koidegawa
Ketika pasar memasuki fase tren naik, logika trading Koidegawa pun mengalami perubahan besar. Ia mulai menerapkan strategi jangka pendek “dua hari satu malam,” membeli saham dan memegangnya semalam, lalu menjualnya di pagi hari berikutnya untuk ambil keuntungan atau cut loss.
Lebih menarik lagi, ia memegang 20 hingga 50 saham sekaligus dalam satu waktu. Ini bukan sekadar diversifikasi biasa, melainkan mekanisme manajemen risiko yang dirancang matang—dengan memperdagangkan banyak saham sekaligus, risiko posisi tunggal diminimalkan. Bahkan jika satu saham berkinerja buruk, keseluruhan akun tetap stabil.
Koidegawa juga mahir memanfaatkan efek sinergi antar industri untuk mencari peluang stagnasi harga. Misalnya, dalam industri baja dengan empat pemain utama, jika satu di antaranya mulai menguat, ia akan mengalihkan fokus ke tiga lainnya yang belum mengikuti, memanfaatkan resonansi industri untuk membeli saham yang tertinggal. Metode ini menangkap tren sekaligus mengurangi risiko pada satu saham tertentu.
Prinsip Inti Tren Mengikuti: Menghormati Kekuatan Pasar, Bukan Melawannya
CIS, trader top Jepang lainnya, meskipun tidak memiliki indikator kuantitatif yang sejelas Koidegawa, merangkum prinsip tren mengikuti dengan wawasan mendalam.
Inti pemikirannya adalah: saham yang terus naik besar kemungkinan akan terus naik, dan yang terus turun kemungkinan akan terus turun. Pasar tidak mengikuti pola “mean reversion” seperti yang banyak orang bayangkan—yaitu, naik terlalu jauh lalu turun, turun terlalu jauh lalu naik. Sebaliknya, pasar menunjukkan keberlanjutan yang kuat; kekuatan bullish menarik lebih banyak dana masuk, memperkuat tren naik, sementara kekuatan bearish menyebabkan dana keluar dan mempercepat penurunan.
Ini mengajarkan trader untuk mengakui kekuatan internal pasar, bukan melawannya. Banyak orang saat melihat saham terus naik, secara naluriah berpikir “udah naik banyak, pasti akan turun,” lalu menunggu. Tapi dalam tren bullish yang kuat, sikap pasif ini justru membuat mereka melewatkan seluruh momentum pasar.
Panduan Menghindari Jebakan: Stop Loss, Tambah Posisi, dan Realitas Rasio Menang
CIS juga menekankan kebalikan dari tren mengikuti—yaitu, menghindari jebakan menambah posisi saat mengalami kerugian. Saat saham yang dibeli mulai turun, langkah paling bijak adalah mengakui kegagalan dan segera cut loss. Banyak trader justru sebaliknya, berusaha menambah posisi untuk “menurunkan biaya,” yang justru memperbesar kerugian.
Dalam hal rasio kemenangan, pandangan CIS cukup menginspirasi. Banyak orang terlalu fokus pada rasio kemenangan satu transaksi, tetapi mengabaikan keuntungan keseluruhan akun. Risiko dan kerugian pasti ada, yang penting adalah “kecil kerugiannya, besar keuntungannya.” Sebuah kerugian 5% dan keuntungan 20% secara keseluruhan tetap menguntungkan.
Peluang di Volatilitas Pasar: Cara Seorang Master Menghadapinya
Koidegawa dan CIS pernah menunjukkan kehebatan mereka saat insiden order salah J-COM yang terkenal. Pada hari itu, CIS meraih keuntungan 600 juta yen, sementara Koidegawa dalam 10 menit meraup 2,0 miliar yen (setara sekitar 1,5 miliar RMB saat itu). Ini bukan keberuntungan, melainkan hasil dari ketenangan dan pengambilan keputusan cepat di tengah volatilitas ekstrem pasar.
Keduanya mengingatkan trader agar tidak terlalu percaya pada “aturan emas” pasar. Pasar adalah sistem dinamis dan kompleks; setiap aturan yang disebarluaskan akan cepat kehilangan efektivitas. Trader terbaik sering muncul saat krisis pasar, saat banyak orang panik dan tidak tahu harus berbuat apa—mereka yang mampu tetap tenang, menganalisis secara rasional, dan berani bertindaklah yang akan keluar sebagai pemenang. Semakin besar volatilitas, semakin besar peluang tersembunyi.
Kisah Koidegawa dan CIS mengajarkan bahwa keberhasilan bukan soal menemukan rumus yang selalu berlaku, melainkan mampu menyesuaikan strategi secara fleksibel sesuai kondisi pasar, sambil tetap menghormati risiko dan kekuatan pasar.