Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Cara Menghasilkan Keuntungan Arbitrase Melalui Brick Moving di Industri Kripto? Perbandingan Kelebihan dan Kekurangan Dua Strategi
Ingin dengan mudah melakukan arbitrase di pasar cryptocurrency? Pindah koin mungkin adalah cara paling langsung. Singkatnya, pindah koin adalah memanfaatkan perbedaan harga antar platform perdagangan, membeli di tempat yang lebih murah dan menjual di tempat yang lebih mahal, untuk mendapatkan selisihnya. Terlihat sederhana, tetapi praktiknya ada banyak hal yang perlu diperhatikan.
Arbitrase Pindah Koin Manual: Cara Menghasilkan Uang dengan Ambang Minimal
Metode pindah koin yang paling tradisional adalah dengan manual menyesuaikan harga. Misalnya membeli 1000 EOS di Binance dengan biaya 12.35 ETH, lalu mentransfer token tersebut ke Huobi dan menjualnya dengan harga 12.49 ETH. Setelah dikurangi biaya transaksi dan biaya penarikan, kamu mendapatkan keuntungan sebesar 0.14 ETH—itulah inti dari arbitrase pindah koin.
Mengapa metode ini begitu populer?
Pertama, ambang operasinya sangat rendah. Exchange utama di seluruh dunia mendukung arbitrase fiat, terutama pasangan yang dihitung dalam Bitcoin dan Ethereum. Kebanyakan platform hanya membutuhkan waktu 5 menit untuk mendaftar, siapa saja bisa ikut.
Namun, tidak ada makan siang gratis. Arbitrase manual memiliki kelemahan yang jelas. Kamu harus menghabiskan banyak waktu dan tenaga untuk memantau harga, menemukan selisih harga, mengisi saldo di platform yang lebih murah, lalu mentransfer ke platform yang lebih mahal untuk dijual. Karena proses penarikan membutuhkan waktu tertentu, jika selama periode ini pasar bergerak turun, keuntungan awal bisa berubah menjadi kerugian. Ditambah lagi, semakin banyak trader dan robot yang bergabung, selisih harga bisa hilang dalam sekejap, membuat kompetisi menjadi sangat sengit.
Arbitrase Otomatis dengan Program: Mengurangi Risiko dengan Cara Lebih Canggih
Ingin menghindari risiko-risiko dari arbitrase manual? Arbitrase otomatis dengan program hadir sebagai solusi. Metode ini tidak bergantung pada intervensi manusia, melainkan menggunakan algoritma untuk secara otomatis memindai harga di dua platform, dan saat menemukan peluang, secara bersamaan melakukan pembelian di platform yang lebih murah dan penjualan di platform yang lebih mahal.
Keunggulan dari solusi ini sangat jelas:
Karena proses beli dan jual dilakukan hampir bersamaan, peluang kerugian besar dapat diminimalkan. Kamu tidak perlu terus-menerus memantau pasar, setelah pengaturan dilakukan, algoritma bisa bekerja secara otomatis menangkap setiap peluang arbitrase. Ini sangat menarik bagi pekerja kantoran atau investor yang menginginkan penghasilan pasif.
Namun, ada batasan alami. Untuk memastikan algoritma dapat menangkap peluang harga secara tepat waktu, kamu harus menyediakan cukup USDT atau BTC di kedua platform. Artinya, tidak semua dana bisa digunakan sekaligus untuk trading, tingkat pemanfaatan dana tidak bisa 100%. Selain itu, pengembangan dan pemeliharaan program juga membutuhkan keahlian tertentu.
Mana yang Lebih Cocok untuk Kamu?
Jika kamu pemula dan ingin mencoba dengan biaya paling rendah, arbitrase manual bisa membantumu cepat belajar dan mengumpulkan pengalaman. Tapi, bersiaplah karena kamu harus menginvestasikan banyak waktu dan tenaga, dan margin keuntungan semakin menyempit.
Jika kamu sudah memiliki modal tertentu, pertimbangkan untuk menggunakan arbitrase otomatis. Meski membutuhkan dukungan teknis, risiko lebih rendah dan potensi keuntungan jangka panjang bisa lebih stabil. Apapun pilihanmu, ingatlah bahwa inti dari arbitrase selalu: beli murah, jual mahal, kendalikan biaya, dan antisipasi risiko.