Baru-baru ini saya memperhatikan sebuah cerita yang cukup menarik tentang reaksi pasar terhadap AI. Pada tanggal 23/2 lalu, saham perusahaan kartu kredit besar seperti Visa, Mastercard, American Express, dan Capital One mengalami penjualan besar-besaran. Visa turun 4,4%, Mastercard kehilangan 6,3%, American Express turun 7,9%, dan Capital One bahkan turun hingga 8%. Penyebabnya adalah sebuah laporan dari Citrini Research yang menyatakan kekhawatiran bahwa AI dapat mengotomatisasi transaksi dan berpotensi menggantikan kartu kredit tradisional dengan stablecoin.



Tapi yang menarik adalah hanya dalam satu hari, The Kobeissi Letter justru memberikan sudut pandang yang sama sekali berbeda. Mereka berargumen bahwa AI sebenarnya dapat meningkatkan daya beli konsumen dengan mengurangi biaya, bukan merugikan. Pandangan ini tampaknya telah mengubah psikologi pasar. Pada tanggal 24/2, saham kartu kredit kembali stabil, bahkan menunjukkan sinyal positif. Visa, Mastercard, dan American Express tetap stabil atau sedikit meningkat, sementara Capital One pulih sekitar 4%.

Segala sesuatu menunjukkan bahwa pasar saat ini sangat sensitif terhadap setiap cerita yang berkaitan dengan AI. Sebuah laporan bisa menyebabkan kepanikan, tetapi sudut pandang yang seimbang juga bisa meredakannya dengan cepat. Ini juga menjadi bukti dari perdebatan mendalam yang sedang berlangsung tentang peran sebenarnya AI dalam merobohkan model bisnis saat ini atau menciptakan peluang pertumbuhan baru.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan