Pernah bertanya-tanya siapa sebenarnya yang hadir saat Bitcoin dimulai? Bukan Satoshi—saya berbicara tentang orang yang mengunduhnya pertama kali dan membuat transaksi nyata pertama terjadi. Orang itu adalah Hal Finney.



Hal Finney bukan sekadar pengadopsi awal sembarangan. Lahir pada tahun 1956 di California, dia sudah mendalam di dunia kriptografi jauh sebelum Bitcoin ada. Pria ini belajar teknik mesin di Caltech, tetapi hasrat sebenarnya adalah keamanan digital dan privasi. Dia bekerja di bidang permainan video di awal kariernya—Adventures of Tron, Space Attack, hal semacam itu—tapi kriptografi selalu menjadi hati nuraninya.

Inilah yang membuat Finney menonjol: dia sudah membangun alat enkripsi sejak lama. Pretty Good Privacy (PGP)? Dia membantu menciptakannya. Pada tahun 2004, dia bahkan mengembangkan sesuatu yang disebut bukti kerja yang dapat digunakan kembali, yang pada dasarnya sudah memperkirakan bagaimana Bitcoin akan bekerja. Pria ini memikirkan masalah-masalah ini bertahun-tahun sebelum whitepaper Satoshi dirilis.

Ketika Satoshi menerbitkan whitepaper Bitcoin pada 31 Oktober 2008, Finney langsung memahaminya. Bukan hanya mengerti—dia benar-benar berinteraksi dengan Satoshi, menyarankan perbaikan dan membantu debug kode. Tapi momen yang benar-benar legendaris? Pada 12 Januari 2009, Hal Finney menerima transaksi Bitcoin pertama. Itu bukan sekadar tonggak teknis; itu membuktikan seluruh sistem benar-benar berfungsi. Dia menjalankan node jaringan saat hampir tidak ada orang lain yang melakukannya.

Jelas, orang mulai berspekulasi bahwa mungkin Hal Finney ADALAH Satoshi Nakamoto. Kolaborasi dekat, pekerjaan sebelumnya tentang sistem bukti kerja, beberapa kesamaan gaya penulisan—semuanya tampak terhubung. Tapi Finney selalu menyangkalnya, dan sebagian besar ahli kripto setuju bahwa mereka hanyalah dua orang berbeda yang bekerja sangat baik bersama selama bulan-bulan awal Bitcoin yang kritis.

Yang banyak orang tidak tahu adalah bahwa pada tahun 2009, tepat setelah Bitcoin diluncurkan, Finney didiagnosis ALS. Ini adalah penyakit yang sangat brutal yang secara bertahap melumpuhkanmu. Sebelumnya, pria ini adalah pelari, mengikuti setengah maraton dan segala macam. Tapi bahkan saat penyakit itu mengambil kemampuannya untuk bergerak, Finney tetap bekerja. Dia menggunakan teknologi pelacakan mata untuk terus mengkode dan berkomunikasi. Itulah jenis tekad yang mendefinisikannya.

Finney meninggal pada Agustus 2014 di usia 58 tahun, dan sesuai keinginannya, Alcor Life Extension Foundation secara kriogenik mengawetkan tubuhnya. Keputusan
BTC0,16%
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan