Uji Kinerja Lima Tahun: Leverage 3x Tidak Memberikan Nilai Tambah Signifikan
Poin utama:
Selama uji kinerja lima tahun, penggunaan leverage 3x pada strategi dollar-cost averaging (DCA) BTC hanya menghasilkan return 3,5% lebih tinggi dibandingkan leverage 2x—namun dengan risiko hampir kehilangan seluruh modal.
Jika mempertimbangkan risiko, return, dan kemudahan pelaksanaan, DCA spot menjadi strategi jangka panjang paling efektif. 2x merupakan batas praktis; 3x sama sekali tidak sepadan.
I. Kurva Nilai Bersih DCA Lima Tahun: 3x Gagal “Unggul Jauh”


Kurva nilai bersih mengungkapkan:
- Spot (1x): Tren naik stabil dan konsisten dengan drawdown yang masih wajar
- Leverage 2x: Return meningkat signifikan saat pasar bullish
- Leverage 3x: Sering “menyentuh dasar,” terus tergerus volatilitas
Walaupun 3x akhirnya sedikit mengungguli 2x pada rebound 2025–2026,
sepanjang sebagian besar periode, 3x tertinggal dari 2x dalam hal nilai bersih.
Catatan: Uji kinerja ini menggunakan rebalancing harian untuk posisi leverage, sehingga terjadi penurunan nilai akibat volatilitas.
Implikasi:
Kinerja akhir 3x hampir sepenuhnya bergantung pada “lonjakan pasar terakhir.”
II. Perbandingan Return Akhir: Kenaikan Marginal dari Leverage Menurun Drastis

Pertanyaan utama bukan “siapa yang paling untung,” melainkan berapa banyak tambahan yang diperoleh:
- 1x → 2x: ≈ $23.700 keuntungan tambahan
- 2x → 3x: hanya ≈ $2.300 lebih banyak
Return hampir tidak bertambah, namun risiko meningkat secara eksponensial.
III. Maximum Drawdown: 3x Hampir Mengalami “Kegagalan Struktural”


Hal ini memperlihatkan kenyataan penting:
- -50%: Masih dapat diterima secara psikologis
- -86%: Butuh +614% hanya untuk kembali ke titik impas
- -96%: Butuh +2.400% untuk pulih
Pada pasar bearish 2022, leverage 3x secara matematis sudah “bangkrut.”
Kenaikan berikutnya hampir seluruhnya berasal dari modal baru yang masuk setelah pasar menyentuh dasar.
IV. Return Disesuaikan Risiko: Spot Adalah Pilihan Paling Optimal


Hasil ini menyoroti tiga poin utama:
- Spot memberikan return disesuaikan risiko tertinggi per unit
- Leverage lebih tinggi menghasilkan profil risiko-imbalan yang jauh lebih buruk pada sisi penurunan
- 3x terus berada di wilayah drawdown dalam jangka panjang, menimbulkan tekanan psikologis besar
Apa arti Ulcer Index 0,51?
Portofolio Anda tetap “tertekan” dalam waktu lama, hampir tanpa umpan balik positif.
Mengapa Leverage 3x Sangat Kalah Performa dalam Jangka Panjang?
Jawabannya jelas:
Rebalancing harian ditambah volatilitas tinggi menyebabkan penurunan modal terus-menerus.
Pada pasar mendatar:
- Naik → Menambah posisi
- Turun → Mengurangi posisi
- Tidak bergerak → Portofolio terus menyusut
Ini adalah volatilitas drag klasik.
Dampaknya meningkat seiring kuadrat kelipatan leverage.
Untuk aset dengan volatilitas tinggi seperti BTC,
leverage 3x berarti terkena penalti volatilitas 9x.
Kesimpulan Akhir: BTC Sudah Merupakan “Aset Berisiko Tinggi”
Uji kinerja lima tahun ini memberikan kesimpulan yang jelas:
- DCA spot: Profil risiko-imbalan terbaik, cocok untuk jangka panjang
- Leverage 2x: Paling agresif, hanya untuk segelintir orang
- Leverage 3x: Nilai jangka panjang sangat buruk, tidak cocok untuk DCA
Jika Anda percaya pada nilai jangka panjang BTC,
langkah paling rasional bukan “menambah leverage,”
tetapi membiarkan waktu bekerja untuk Anda, bukan melawan Anda.
Disclaimer:
- Artikel ini diterbitkan ulang dari [PANews]. Hak cipta tetap pada penulis asli [CryptoPunk]. Untuk pertanyaan terkait penerbitan ulang ini, silakan hubungi tim Gate Learn yang akan memproses permintaan Anda sesuai prosedur yang berlaku.
- Disclaimer: Pandangan dan opini yang diungkapkan sepenuhnya milik penulis dan bukan merupakan saran investasi.
- Versi bahasa lain diterjemahkan oleh tim Gate Learn. Dilarang menyalin, mendistribusikan, atau menjiplak terjemahan ini tanpa atribusi kepada Gate.