Perusahaan Ethereum Treasury yang terdaftar di NASDAQ, FG Nexus, baru-baru ini mengungkapkan kondisi keuangan terbarunya, memegang 37.594 ETH, dengan utang belum dibayar sebesar 1,9 juta dolar AS, sekaligus mengumumkan pembelian kembali saham lebih dari 32 juta dolar AS. Namun, di balik laporan keuangan yang tampaknya biasa ini, tersembunyi tantangan mendalam yang dihadapi perusahaan treasury ini: dipaksa menjual koin sambil berusaha meningkatkan harga saham melalui pembelian kembali.
Kondisi Keuangan: Aset Cukup tetapi Harga Saham Mengkhawatirkan
Berdasarkan pengungkapan terbaru, struktur keuangan FG Nexus adalah sebagai berikut:
Indikator
Nilai
Kepemilikan ETH
37.594
Nilai ETH saat ini
sekitar 1,2 miliar dolar AS
Saham biasa beredar
33,6 juta saham
Jumlah saham yang dibeli kembali
9,9 juta saham
Harga rata-rata pembelian kembali saham
$3,24/saham
Jumlah saham preferen yang dibeli kembali
53.000 saham
Harga rata-rata pembelian kembali preferen
$24,16/saham
Total dana yang digunakan untuk pembelian kembali
Lebih dari 32 juta dolar AS
Utang belum dibayar
1,9 juta dolar AS
Terlihat perusahaan ini memiliki aset yang cukup, tetapi masalahnya adalah mNAV (rasio harga terhadap nilai buku) telah turun di bawah 1, hanya sebesar 0,84. Ini berarti nilai pasar saham perusahaan sudah lebih rendah dari nilai aset ETH yang dimilikinya, yang merupakan sinyal langsung bahwa perusahaan treasury ini sedang menghadapi kesulitan.
Akar Masalah: Rantai Reaksi Penurunan Harga ETH
Kegagalan dalam waktu akuisisi
FG Nexus pada Agustus hingga September 2025 mengakumulasi 50.770 ETH dengan harga rata-rata $3.944, dengan total sekitar 200 juta dolar AS. Namun, keputusan saat itu tampaknya kurang beruntung—karena itu adalah periode puncak ETH. Berdasarkan informasi terbaru, harga ETH saat ini adalah $2.915,38, turun sekitar 26% dari harga akuisisi tersebut.
Tekanan untuk Menjual Paksa
Karena harga ETH turun, kerugian di buku perusahaan mulai terlihat. Data on-chain menunjukkan bahwa perusahaan telah menjual 13.475 ETH dengan harga rata-rata $3.089, menghasilkan kerugian sebesar 11,52 juta dolar AS. Tindakan terbaru adalah menjual 2.500 ETH pada 20 Januari senilai 8,04 juta dolar AS. Penjualan yang terus-menerus ini bukanlah pilihan sukarela, melainkan dipaksa oleh “kutukan” mNAV di bawah 1—ketika harga saham menembus nilai aset bersih, kepercayaan pasar terhadap perusahaan treasury ini akan goyah, dan tekanan jual koin pun meningkat.
Strategi Pembelian Kembali: Upaya Membalikkan Keadaan
Dalam konteks ini, rencana pembelian kembali saham sebesar 32 juta dolar AS dari FG Nexus menjadi lebih bermakna. Dengan melakukan pembelian besar-besaran saham sendiri (terutama pembelian kembali 9,9 juta saham biasa), perusahaan berusaha meningkatkan nilai aset bersih per saham dengan mengurangi jumlah saham beredar, sehingga memperbaiki indikator kunci mNAV.
Ini adalah operasi keuangan klasik: ketika harga saham di bawah nilai buku, pembelian kembali saham dapat mengurangi basis aset per saham, secara teori dapat meningkatkan mNAV. Tetapi efektivitas strategi ini akhirnya bergantung pada performa harga ETH—jika ETH terus turun, semakin banyak pembelian kembali pun sulit membalikkan keadaan.
Cerminan Kesulitan Pasar
Situasi FG Nexus mencerminkan tantangan bersama yang dihadapi oleh perusahaan treasury di pasar bearish. Berdasarkan informasi terkait, banyak perusahaan kecil yang bertransformasi menjadi “treasury” selama gelombang hype DAT tahun lalu, kini menghadapi kondisi mNAV jauh di bawah 1 dan terpaksa menjual koin. Ini bisa menciptakan siklus umpan balik: penjualan koin oleh perusahaan treasury meningkatkan tekanan pasar, menurunkan harga ETH lebih jauh, dan memperburuk kinerja buku perusahaan.
Kesimpulan
Pengungkapan terbaru FG Nexus menunjukkan kenyataan sulit yang dihadapi perusahaan treasury yang terdaftar saat pasar sedang turun. Memiliki aset ETH senilai 1,2 miliar dolar AS tampak cukup, tetapi ketika nilai pasar saham lebih rendah dari nilai aset tersebut, perusahaan menjadi pasif. Di satu sisi, mereka dipaksa menjual koin untuk menghadapi tekanan pasar, di sisi lain berusaha meningkatkan harga saham melalui pembelian kembali—pilihan yang serba sulit ini sedang menguji ketahanan model perusahaan treasury di pasar kripto. Performa perusahaan semacam ini di masa depan sangat bergantung pada apakah ETH dapat kembali menembus angka $3.944, jika tidak, kerugian buku dan siklus tekanan pasar yang berkelanjutan mungkin akan terus berlanjut.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
FG Nexus mengungkapkan 37.594 ETH sekaligus membeli kembali saham senilai 32 juta dolar AS: dilema perusahaan treasury
Perusahaan Ethereum Treasury yang terdaftar di NASDAQ, FG Nexus, baru-baru ini mengungkapkan kondisi keuangan terbarunya, memegang 37.594 ETH, dengan utang belum dibayar sebesar 1,9 juta dolar AS, sekaligus mengumumkan pembelian kembali saham lebih dari 32 juta dolar AS. Namun, di balik laporan keuangan yang tampaknya biasa ini, tersembunyi tantangan mendalam yang dihadapi perusahaan treasury ini: dipaksa menjual koin sambil berusaha meningkatkan harga saham melalui pembelian kembali.
Kondisi Keuangan: Aset Cukup tetapi Harga Saham Mengkhawatirkan
Berdasarkan pengungkapan terbaru, struktur keuangan FG Nexus adalah sebagai berikut:
Terlihat perusahaan ini memiliki aset yang cukup, tetapi masalahnya adalah mNAV (rasio harga terhadap nilai buku) telah turun di bawah 1, hanya sebesar 0,84. Ini berarti nilai pasar saham perusahaan sudah lebih rendah dari nilai aset ETH yang dimilikinya, yang merupakan sinyal langsung bahwa perusahaan treasury ini sedang menghadapi kesulitan.
Akar Masalah: Rantai Reaksi Penurunan Harga ETH
Kegagalan dalam waktu akuisisi
FG Nexus pada Agustus hingga September 2025 mengakumulasi 50.770 ETH dengan harga rata-rata $3.944, dengan total sekitar 200 juta dolar AS. Namun, keputusan saat itu tampaknya kurang beruntung—karena itu adalah periode puncak ETH. Berdasarkan informasi terbaru, harga ETH saat ini adalah $2.915,38, turun sekitar 26% dari harga akuisisi tersebut.
Tekanan untuk Menjual Paksa
Karena harga ETH turun, kerugian di buku perusahaan mulai terlihat. Data on-chain menunjukkan bahwa perusahaan telah menjual 13.475 ETH dengan harga rata-rata $3.089, menghasilkan kerugian sebesar 11,52 juta dolar AS. Tindakan terbaru adalah menjual 2.500 ETH pada 20 Januari senilai 8,04 juta dolar AS. Penjualan yang terus-menerus ini bukanlah pilihan sukarela, melainkan dipaksa oleh “kutukan” mNAV di bawah 1—ketika harga saham menembus nilai aset bersih, kepercayaan pasar terhadap perusahaan treasury ini akan goyah, dan tekanan jual koin pun meningkat.
Strategi Pembelian Kembali: Upaya Membalikkan Keadaan
Dalam konteks ini, rencana pembelian kembali saham sebesar 32 juta dolar AS dari FG Nexus menjadi lebih bermakna. Dengan melakukan pembelian besar-besaran saham sendiri (terutama pembelian kembali 9,9 juta saham biasa), perusahaan berusaha meningkatkan nilai aset bersih per saham dengan mengurangi jumlah saham beredar, sehingga memperbaiki indikator kunci mNAV.
Ini adalah operasi keuangan klasik: ketika harga saham di bawah nilai buku, pembelian kembali saham dapat mengurangi basis aset per saham, secara teori dapat meningkatkan mNAV. Tetapi efektivitas strategi ini akhirnya bergantung pada performa harga ETH—jika ETH terus turun, semakin banyak pembelian kembali pun sulit membalikkan keadaan.
Cerminan Kesulitan Pasar
Situasi FG Nexus mencerminkan tantangan bersama yang dihadapi oleh perusahaan treasury di pasar bearish. Berdasarkan informasi terkait, banyak perusahaan kecil yang bertransformasi menjadi “treasury” selama gelombang hype DAT tahun lalu, kini menghadapi kondisi mNAV jauh di bawah 1 dan terpaksa menjual koin. Ini bisa menciptakan siklus umpan balik: penjualan koin oleh perusahaan treasury meningkatkan tekanan pasar, menurunkan harga ETH lebih jauh, dan memperburuk kinerja buku perusahaan.
Kesimpulan
Pengungkapan terbaru FG Nexus menunjukkan kenyataan sulit yang dihadapi perusahaan treasury yang terdaftar saat pasar sedang turun. Memiliki aset ETH senilai 1,2 miliar dolar AS tampak cukup, tetapi ketika nilai pasar saham lebih rendah dari nilai aset tersebut, perusahaan menjadi pasif. Di satu sisi, mereka dipaksa menjual koin untuk menghadapi tekanan pasar, di sisi lain berusaha meningkatkan harga saham melalui pembelian kembali—pilihan yang serba sulit ini sedang menguji ketahanan model perusahaan treasury di pasar kripto. Performa perusahaan semacam ini di masa depan sangat bergantung pada apakah ETH dapat kembali menembus angka $3.944, jika tidak, kerugian buku dan siklus tekanan pasar yang berkelanjutan mungkin akan terus berlanjut.