Pada 6 Januari (waktu Beijing), pasar saham Amerika Serikat mengawali tahun 2026 dengan reli yang kuat. Dow Jones Industrial Average ditutup naik 1,23% di 48.977,18 poin, sempat menembus 49.200 poin selama sesi perdagangan dan mencetak rekor tertinggi sepanjang masa.
Pasar kripto juga menunjukkan performa solid, dengan harga Bitcoin kembali naik di atas $93.000, mencerminkan lonjakan di pasar saham AS. Dalam suasana bullish ini, saham-saham terkait blockchain dan kripto turut menguat secara menyeluruh, menarik perhatian besar dari pelaku pasar.
01 Kinerja Pasar Saham AS
Pada 5 Januari (EST), saham-saham AS mencatat kenaikan secara luas. Dow Jones Industrial Average melonjak 594,79 poin atau naik 1,23%, ditutup pada rekor tertinggi 48.977,18.
Dow bukan satu-satunya yang mencatat performa kuat. S&P 500 naik 0,64% dan berakhir di 6.902,05, sedangkan Nasdaq Composite menguat 0,69% dan ditutup di 23.395,82.
Saham energi menjadi sorotan dalam reli ini. Saham Chevron melonjak 5,1%, dan ExxonMobil naik sekitar 2,2%. ETF SPDR Energy Select Sector (XLE) menguat 2,7%.
Saham teknologi mengalami hasil yang beragam. Saham Tesla naik lebih dari 3%, dan Amazon juga mencatat kenaikan mendekati 3%. Sementara itu, sektor keuangan tampil kuat, dengan Goldman Sachs naik 3,73% dan JPMorgan Chase menguat 2,63%.
02 Reli Menyeluruh Saham Blockchain
Mengikuti tren positif di pasar secara umum, saham-saham terkait blockchain dan kripto juga mencatat kenaikan yang luas.
Secara spesifik, saham Coinbase (COIN) naik 5,6%, dan MicroStrategy (MSTR) menguat 4,35%. Perusahaan lain yang berfokus pada kripto seperti Gemini (GEMI) naik 6,47%, dan Bit Digital (BTBT) menguat 5,15%.
American Bitcoin Company (ABTC) melonjak 8,43%, sementara ALT5 Sigma (ALTS) mencatat kenaikan impresif sebesar 10,33%.
Lembaga keuangan tradisional yang memiliki bisnis terkait kripto juga menunjukkan performa baik. JPMorgan Chase naik 2,6%, dan Citigroup menguat 3,9%.
03 Faktor Pendorong Reli Pasar
Peristiwa geopolitik menjadi salah satu faktor utama yang mendorong lonjakan pasar kali ini. Setelah AS melakukan aksi militer terhadap Venezuela dan menangkap pemimpinnya, Maduro, investor menilai langkah tersebut kecil kemungkinan akan memicu konflik geopolitik yang lebih luas.
Presiden Trump menyatakan bahwa AS akan "mengambil alih" Venezuela dan mengindikasikan bahwa perusahaan-perusahaan Amerika akan berinvestasi di industri minyak Venezuela yang sangat besar.
Matthew Akers, analis kebijakan di Evercore ISI, berkomentar, "Ini adalah peristiwa geopolitik besar, tetapi kecil kemungkinan menjadi pendorong utama pasar dalam jangka pendek."
Insiden ini secara langsung mendorong saham energi, karena pasar memperkirakan beberapa perusahaan energi akan diuntungkan dari pembangunan kembali infrastruktur minyak Venezuela. Chevron dipandang sebagai pihak yang paling diuntungkan, mengingat operasinya yang sudah ada di Venezuela.
Di sisi aset kripto, Bank of America mengumumkan bahwa mulai 5 Januari, penasihat manajemen kekayaannya diizinkan merekomendasikan alokasi 1% hingga 4% portofolio ke investasi kripto, memberikan dukungan institusional tambahan bagi pasar.
04 Perkembangan Pasar Kripto
Sejalan dengan reli di pasar saham AS, pasar kripto tetap menunjukkan prospek positif. Harga Bitcoin kembali naik di atas $93.000, melanjutkan tren kenaikan sejak awal 2026.
Dari sisi arus ETF, pada 5 Januari, ETF spot Solana mencatat arus masuk bersih sebesar $16,24 juta, sementara ETF spot XRP membukukan arus masuk bersih satu hari sebesar $46,1 juta.
Platform perdagangan seperti Gate juga meluncurkan produk baru. Sebagai contoh, pada 6 Januari, Gate melakukan listing Brevis (BREV) untuk perdagangan spot dan sekaligus meluncurkan kontrak perpetual dengan leverage hingga 10x.
Di sisi institusional, analis JPMorgan mencatat bahwa tingkat hash jaringan Bitcoin menurun selama dua bulan berturut-turut pada Desember 2025, yang dapat menandakan persaingan antar penambang mulai mereda.
05 Prospek dan Panduan Investasi
Hari Jumat ini, pasar menantikan laporan payroll non-pertanian AS untuk bulan Desember. Para ekonom memperkirakan penambahan 54.000 lapangan kerja baru bulan lalu, angka yang dapat memengaruhi arah kebijakan moneter Federal Reserve.
Nominasi Ketua Federal Reserve juga menjadi perhatian utama. Presiden Trump diperkirakan akan mengumumkan pilihannya sekitar 9 Januari, dengan Kevin Hassett dianggap sebagai kandidat terdepan.
Investor juga perlu mencermati sejumlah peristiwa penting pada 7 Januari, termasuk upgrade besar Ethereum yang bertujuan meningkatkan kapasitas data blok dan menurunkan biaya transaksi Layer 2.
Listing baru di platform seperti Gate juga patut diperhatikan, seperti pasangan perdagangan BREV yang menawarkan peluang trading baru bagi investor.
Bagi yang fokus pada saham blockchain, penting untuk memantau kinerja perusahaan kripto seperti Coinbase dan MicroStrategy, serta bagaimana pergerakan harga Bitcoin memengaruhi saham-saham tersebut.
Dari sisi alokasi aset, mengingat korelasi antara saham AS dan pasar kripto, menyeimbangkan saham teknologi tradisional dengan saham terkait blockchain dapat menjadi strategi diversifikasi risiko.
Prospek ke Depan
Para analis meyakini jika AS berhasil memperoleh hak eksploitasi minyak mentah Venezuela secara signifikan, peningkatan pasokan energi dapat menurunkan biaya listrik, meningkatkan profitabilitas penambang Bitcoin, dan berpotensi memicu gelombang investasi baru di sektor mining.
Sementara itu, Bitcoin telah mencatat kenaikan selama lima hari berturut-turut, mendorong sejumlah saham blockchain menguat di perdagangan pra-pasar. Dari Wall Street hingga bursa kripto, investor kini secara bersamaan memfokuskan perhatian pada keuangan tradisional dan aset digital.
Rekor tertinggi Dow bukan sekadar pencapaian angka—melainkan merupakan bentuk penilaian kolektif pasar atas arah masa depan perekonomian.


