Seiring berkembangnya Keuangan Terdesentralisasi (DeFi), protokol perdagangan terdesentralisasi menjadi infrastruktur utama untuk peredaran aset on-chain. Dalam ekosistem ini, berbagai protokol menerapkan mekanisme perdagangan berbeda untuk mengatasi akuisisi likuiditas, penemuan harga, dan eksekusi perdagangan. Dua model yang paling dominan adalah Order Book dan Automated Market Maker (AMM).
0x Protocol dan Uniswap merupakan perwakilan utama kedua mekanisme tersebut. 0x Protocol menyediakan infrastruktur likuiditas bagi dompet dan agregator dengan menggabungkan penyiaran order off-chain dan penyelesaian on-chain, sementara Uniswap menggunakan model AMM untuk memungkinkan pengguna melakukan perdagangan langsung melalui pool likuiditas. Kedua model ini berbeda secara fundamental dalam logika perdagangan, sumber likuiditas, dan skenario aplikasi, sehingga penting memahami perbedaannya untuk memperoleh wawasan mendalam tentang protokol perdagangan on-chain.
0x Protocol adalah protokol terbuka yang menyediakan infrastruktur dasar bagi perdagangan terdesentralisasi. Tujuan utamanya adalah membantu dompet, agregator, dan platform perdagangan terdesentralisasi mengakses likuiditas on-chain secara efisien. 0x mengadopsi arsitektur yang menggabungkan penyiaran order off-chain dan penyelesaian on-chain—pembuatan dan pencocokan order dilakukan secara off-chain, sementara swap aset dieksekusi melalui Smart Contract on-chain.
Uniswap, sebagai perbandingan, adalah protokol perdagangan terdesentralisasi berbasis model AMM. Protokol ini memungkinkan pengguna melakukan swap aset langsung dengan pool likuiditas on-chain tanpa pencocokan order book. Harga ditetapkan otomatis berdasarkan rasio aset dalam pool dan disesuaikan melalui rumus matematis.
Perbedaan antara 0x Protocol dan Uniswap meliputi mekanisme inti, sumber likuiditas, metode eksekusi perdagangan, pengguna utama, dan skenario aplikasi.
| Perbandingan | 0x Protocol | Uniswap |
|---|---|---|
| Mekanisme Inti | Order Book + Routing Teragregasi | Automated Market Maker (AMM) |
| Sumber Likuiditas | Likuiditas Multi-Sumber Teragregasi | Pool Likuiditas On-Chain |
| Eksekusi Perdagangan | Pencocokan Off-Chain, Penyelesaian On-Chain | Swap On-Chain Langsung |
| Pengguna Utama | Pengembang, Agregator | Pengguna Akhir |
| Skenario Utama | Dompet, Agregasi DEX | Swap Token |
| Keunggulan | Routing Fleksibel, Penawaran Optimal | Mudah Digunakan, Likuiditas Langsung |
Mekanisme perdagangan 0x Protocol berdasarkan logika pencocokan order. Pengguna membuat order yang disiarkan off-chain untuk menemukan pihak yang cocok; setelah cocok, penyelesaian dilakukan on-chain melalui Smart Contract. Pendekatan ini menyerupai model order book pada exchange tradisional.
Uniswap menggunakan mekanisme AMM. Pengguna menginisiasi perdagangan yang berinteraksi langsung dengan pool likuiditas, di mana harga ditentukan oleh rasio aset dalam pool—tanpa perlu pencocokan order.
Kesimpulannya, 0x mengandalkan “pencocokan order,” sementara Uniswap menggunakan “penetapan harga pool likuiditas.”
Likuiditas pada 0x Protocol berasal dari order market maker, protokol eksternal, dan jaringan likuiditas teragregasi. Protokol ini mengagregasi berbagai sumber likuiditas melalui API untuk mendapatkan penawaran terbaik.
Likuiditas Uniswap utamanya berasal dari Liquidity Provider (LP) yang menyetor aset ke pool likuiditas. Pengguna berdagang langsung terhadap aset yang dipool.
Jadi, 0x menawarkan “likuiditas teragregasi,” sedangkan Uniswap menyediakan “likuiditas pool.”
0x Protocol meminimalkan interaksi on-chain dengan menyiarkan order secara off-chain, sehingga Gas hanya digunakan saat penyelesaian. Desain ini meningkatkan efisiensi modal, terutama untuk jalur perdagangan kompleks. Saat mengagregasi banyak sumber likuiditas, 0x dapat mengoptimalkan eksekusi melalui smart routing.
Proses perdagangan Uniswap sepenuhnya on-chain, membutuhkan interaksi langsung dengan Smart Contract untuk setiap perdagangan. Meski prosesnya sederhana, biaya transaksi dapat meningkat saat jaringan mengalami kemacetan.
Secara keseluruhan, 0x mengutamakan efisiensi routing, sementara Uniswap menonjolkan kemudahan penggunaan.
0x Protocol digunakan terutama dalam swap dompet, agregator DEX, dan layanan infrastruktur likuiditas. Contohnya, fitur “Swap” di dompet sering menggunakan API 0x untuk memperoleh penawaran dari berbagai sumber likuiditas.
Uniswap dirancang untuk swap token oleh pengguna akhir dan penyediaan likuiditas, memungkinkan pengguna melakukan perdagangan aset atau menyediakan likuiditas secara langsung melalui antarmuka protokol.
Artinya, 0x berfokus pada infrastruktur, sedangkan Uniswap berfungsi sebagai protokol di lapisan aplikasi.
0x Protocol dan Uniswap merupakan bagian penting dalam ekosistem perdagangan terdesentralisasi, namun memiliki fungsi berbeda. 0x Protocol menggerakkan dompet dan DEX dengan mekanisme order book serta agregasi likuiditas, sedangkan Uniswap menawarkan swap aset on-chain langsung kepada pengguna melalui model AMM.
Intinya, 0x fokus pada agregasi likuiditas dan routing perdagangan yang efisien, sementara Uniswap memberikan pengalaman swap tanpa pencocokan order. Memahami kedua model ini sangat penting untuk membangun kerangka kerja protokol perdagangan terdesentralisasi yang kokoh.
Uniswap lebih ideal untuk swap token on-chain langsung oleh pengguna, sementara 0x Protocol berfungsi sebagai infrastruktur perdagangan bagi dompet dan agregator.
Karena 0x dirancang untuk mengagregasi likuiditas dari berbagai sumber dan mengoptimalkan jalur perdagangan, bukan mengandalkan satu pool likuiditas untuk penetapan harga.
Dari Liquidity Provider (LP) yang menyetor aset ke pool likuiditas.
Dari order market maker, protokol teragregasi, dan sumber likuiditas on-chain lainnya.
Perbedaan terbesar terletak pada mekanisme perdagangan: 0x menggunakan order book dan agregasi likuiditas, sementara Uniswap memanfaatkan AMM dan pool likuiditas.





