(Sumber: Ripple)
Ripple, perusahaan pembayaran blockchain terkemuka, meluncurkan program buyback saham dengan nilai maksimum sebesar $750 juta. Sumber menyebutkan bahwa buyback ini menempatkan valuasi Ripple sekitar $50 miliar. Inisiatif ini akan dilakukan melalui tender offer, memungkinkan investor dan karyawan terpilih untuk menjual kembali saham mereka ke perusahaan. Proses buyback ini diperkirakan berlangsung hingga April.
Buyback terbaru ini bukan yang pertama bagi Ripple. Pada Oktober 2025, Ripple mengajukan buyback saham senilai $1 miliar, dengan valuasi perusahaan $40 miliar. Namun, partisipasi terbatas karena beberapa pemegang saham privat memilih tidak menjual.
Pada November, Ripple menyelesaikan putaran pendanaan strategis sekitar $500 juta, dengan valuasi perusahaan tetap di $40 miliar. Investor institusi dalam putaran ini meliputi Fortress Investment Group, Citadel Securities, Pantera Capital, Galaxy Digital, Brevan Howard, dan Marshall Wace.
Meski spekulasi mengenai kemungkinan IPO terus beredar, manajemen Ripple saat ini tidak berencana melakukan initial public offering (IPO).
Presiden Monica Long menyatakan posisi keuangan Ripple tetap kuat, sehingga perusahaan lebih memilih bertumbuh melalui pasar privat daripada memasuki pasar publik secara prematur. Ia menegaskan fokus Ripple pada ekspansi lewat merger, akuisisi, dan inovasi produk.
Ripple secara aktif memperluas bisnisnya melalui akuisisi dan investasi, berevolusi dari platform pembayaran lintas negara menjadi penyedia infrastruktur keuangan kripto yang lebih luas.
Transaksi utama meliputi:
Akuisisi Hidden Road, dengan valuasi sekitar $1,25 miliar
Akuisisi platform stablecoin Rail senilai $200 juta
Ripple melaporkan telah menginvestasikan sekitar $4 miliar di ekosistem industri kripto melalui investasi, akuisisi, dan kemitraan strategis.
(Sumber: Ripple)
Selain mengakuisisi perusahaan fintech, Ripple terus memperluas jejak regulasi dan pasar globalnya. Awal pekan ini, perusahaan mengumumkan rencana akuisisi BC Payments, yang akan memperoleh Australian Financial Services License (AFSL) dan semakin memperluas bisnis Ripple di kawasan Asia-Pasifik. Langkah ini menegaskan komitmen Ripple dalam membangun jaringan pembayaran yang patuh secara global.
Ripple baru-baru ini mengungkapkan bahwa jaringan pembayarannya telah memproses lebih dari $100 miliar volume transaksi kumulatif. Perusahaan mencatat semakin banyak perusahaan fintech yang memanfaatkan stablecoin untuk mengatasi kekurangan likuiditas dan ketidakefisienan penyelesaian dalam pembayaran lintas negara, dan infrastruktur Ripple terus mendapatkan adopsi pasar. Seiring lembaga keuangan global semakin tertarik pada solusi pembayaran berbasis blockchain, bisnis pembayaran lintas negara Ripple terus bertumbuh.
Program buyback saham Ripple senilai $750 juta menegaskan strategi modal di pasar privat dan menunjukkan kepercayaan terhadap prospek jangka panjang perusahaan. Dengan memperkuat portofolio bisnis melalui akuisisi, investasi, dan ekspansi pasar global, Ripple membangun infrastruktur keuangan blockchain yang kuat. Meski volatilitas dan ketidakpastian di pasar kripto masih berlangsung, meningkatnya permintaan pembayaran lintas negara dan aplikasi stablecoin menandakan dampak Ripple di sektor pembayaran digital global akan terus berkembang.





