Jaringan Stellar telah mencapai tonggak penting ketika total nilai aset dunia nyata yang ditokenisasi (RWA) di blockchain ini mendekati 1 miliar USD, setara dengan pertumbuhan hampir 180% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Prestasi ini memperkuat posisi Stellar sebagai infrastruktur terdepan untuk produk keuangan yang dikelola dan treasury tingkat organisasi.
Motivasi pertumbuhan utama berasal dari dana pasar uang dan obligasi pemerintah yang ditokenisasi. Terutama adalah platform Benji Investments dari Franklin Templeton, dengan token BENJI yang diterbitkan langsung di Stellar—mewakili saham dari dana obligasi pemerintah AS—yang telah mencapai kapitalisasi sekitar 881,5 juta USD.
Laju perkembangan diperkirakan akan terus kuat dengan upgrade Protocol 25 (X-Ray), yang dijadwalkan untuk pemungutan suara pada 22/01/2026. Upgrade ini mengintegrasikan kriptografi zero-knowledge, memungkinkan kontrak pintar yang aman namun tetap memenuhi kebutuhan audit—faktor kunci bagi bank-bank Eropa dan Singapura.
Selain bidang keuangan, Stellar juga membuktikan nilai praktis dalam distribusi bantuan global. Memasuki tahun 2026, Stellar saat ini adalah blockchain terbesar kedua di dunia berdasarkan treasury yang ditokenisasi, setelah Ethereum, dan sedang mempersiapkan lebih banyak integrasi RWA di konferensi Meridian 2026 di Abu Dhabi.