Standard Chartered merencanakan prime brokerage kripto untuk melayani institusi sambil membatasi risiko eksposur neraca.
Bank ini bertujuan memenuhi permintaan institusional yang meningkat terhadap kripto melalui dukungan perdagangan, penitipan, pembiayaan, dan alat risiko.
Ketertarikan terhadap crypto prime brokerage yang berkembang menunjukkan bahwa bank lebih memilih infrastruktur daripada model eksposur aset langsung secara global.
Standard Chartered sedang menjajaki ekspansi ke perdagangan kripto melalui layanan prime brokerage khusus untuk klien institusional. Bank yang berbasis di London ini mengelola sekitar $850 miliar dalam aset dan ingin memenuhi permintaan profesional yang meningkat untuk perdagangan aset digital.
Standard Chartered Menargetkan Crypto Prime Brokerage untuk Melayani Permintaan Institusional
Standard Chartered sedang menjajaki peluncuran layanan crypto prime brokerage sebagai bagian dari strategi yang lebih luas untuk menangkap permintaan institusional terhadap layanan aset digital. Langkah ini menandai meningkatnya minat… pic.twitter.com/mO0ic43itM
— Times of Blockchain (@TimesOfBlockC_) 13 Januari 2026
Inisiatif ini mencerminkan pergeseran yang lebih luas di antara bank-bank global menuju infrastruktur pasar kripto. Terutama, Standard Chartered bertujuan mendukung investor institusional daripada pengguna ritel. Rencana ini masih dalam diskusi dan belum mencapai tahap peluncuran.
Menurut orang yang akrab dengan masalah ini, bank berencana menempatkan crypto prime brokerage dalam SC Ventures. Unit ini memimpin inovasi dan lini bisnis baru di Standard Chartered. Sebagai hasilnya, struktur ini memungkinkan eksperimen tanpa eksposur langsung terhadap neraca.
Selain itu, prime brokerage akan mempermudah perdagangan kripto bagi investor profesional. Layanan ini akan menggabungkan eksekusi dengan pembiayaan, penitipan, dan alat manajemen risiko. Akibatnya, institusi dapat mengelola perdagangan dengan lebih efisien di pasar yang volatil.
Pada saat yang sama, negosiasi masih dalam tahap awal. Oleh karena itu, tidak ada garis waktu pasti kapan layanan ini bisa mulai beroperasi. Namun, langkah ini menandai kepercayaan yang semakin besar terhadap partisipasi kripto institusional.
Regulasi memainkan peran kunci dalam pendekatan bank ini. Di bawah aturan Basel III, bank menghadapi penalti modal yang tinggi untuk memegang aset kripto tanpa izin. Dalam beberapa kasus, bobot risiko bisa mencapai 1.250 persen.
Karena hal ini, bank menghindari memegang kripto secara langsung di neraca mereka. Sebaliknya, sebuah prime brokerage di bawah SC Ventures mengurangi gesekan regulasi. Oleh karena itu, Standard Chartered dapat memperluas layanan kripto sambil membatasi tekanan modal.
Selain itu, struktur ini sesuai dengan harapan kepatuhan global. Ini memungkinkan bank melayani institusi tanpa meningkatkan risiko sistemik. Sebagai hasilnya, regulator mungkin melihat model ini dengan lebih positif.
Crypto prime brokerage telah menjadi fokus strategis di seluruh sektor keuangan. Investor besar menginginkan platform terpadu untuk likuiditas, leverage, dan penitipan. Akibatnya, permintaan meningkat seiring masuknya modal institusional.
Akuisisi terbaru menyoroti tren ini. Ripple mengakuisisi prime broker Hidden Road seharga $1,25 miliar. Demikian pula, FalconX membeli penerbit ETF 21Shares. Kesepakatan ini menunjukkan kompetisi yang kuat untuk infrastruktur kripto institusional.
Oleh karena itu, minat Standard Chartered sesuai dengan pola industri yang lebih luas. Bank sekarang melihat layanan infrastruktur sebagai titik masuk yang lebih aman daripada perdagangan langsung. Pendekatan ini mendukung keterlibatan jangka panjang tanpa eksposur berlebihan.
Bank ini sudah memiliki kehadiran dalam aset digital. Mereka mendukung platform institusional seperti Zodia Custody dan Zodia Markets. Selain itu, mereka menjadi salah satu bank terbesar yang menawarkan perdagangan spot kripto pada Juli.
Standard Chartered juga merilis proyeksi pasar kripto yang optimis. Proyeksi ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan institusional terhadap aset digital. Sementara itu, kompetisi di antara bank-bank besar terus meningkat.
Selain itu, produk investasi kripto yang diatur terus berkembang di Amerika Serikat. Dana yang diperdagangkan di bursa kripto kini memegang lebih dari $140 miliar dalam aset gabungan. Pertumbuhan ini memperkuat minat institusional terhadap akses kripto yang aman.