Tiongkok Perluas Penindakan Kripto dengan Larangan Baru terhadap Kepemilikan Pribadi

LiveBTCNews
BTC-1,99%

China memperjelas aturan kripto saat pengadilan Shanghai mengizinkan kepemilikan pribadi tetapi tetap memberlakukan larangan ketat terhadap perdagangan, penambangan, dan bisnis kripto.

Dalam perkembangan hukum terbaru, China telah memperkuat pengendaliannya atas mata uang kripto. Pengadilan Rakyat Songjiang di Shanghai telah memperjelas sikapnya tentang kepemilikan kripto secara pribadi.

Langkah ini menambah kompleksitas upaya berkelanjutan China untuk mengatur mata uang digital.

Putusan Pengadilan tentang Kepemilikan Kripto

Pengadilan Rakyat Songjiang di Shanghai menyatakan bahwa individu dapat secara legal memiliki mata uang kripto seperti Bitcoin.

Putusan ini mengizinkan kepemilikan pribadi tetapi menyoroti perlunya kehati-hatian. Pengadilan menjelaskan bahwa, meskipun kepemilikan mata uang kripto diperbolehkan, keterlibatan dalam kegiatan bisnis tertentu tetap ilegal.

Menurut Hakim Sun Jie, mata uang kripto dianggap sebagai komoditas virtual dengan hak properti.

Oleh karena itu, individu dapat memiliki aset digital, tetapi penggunaan bisnisnya masih dilarang tanpa izin resmi dari pemerintah.

Pernyataan pengadilan ini memperkuat kendali ketat China terhadap usaha bisnis terkait kripto.

Meskipun kepemilikan pribadi legal, otoritas telah menyatakan kekhawatiran terhadap perdagangan spekulatif.

Entitas bisnis masih dilarang mengeluarkan token atau melakukan investasi kripto. Prioritas pemerintah tetap mengendalikan risiko keuangan yang terkait dengan mata uang kripto.

Sejarah Panjang Regulasi Ketat Kripto di China

China selalu berhati-hati tentang peran mata uang kripto dalam ekonominya. Pada 2017, pemerintah melarang penawaran koin awal (ICO) dan menutup bursa kripto.

Ini adalah sinyal jelas dari sikap restriktif China terhadap aset digital.

Penindakan semakin keras pada 2021, ketika otoritas melarang penambangan Bitcoin dan menyatakan kegiatan bisnis terkait kripto ilegal.

Tindakan ini didasarkan pada kekhawatiran terhadap stabilitas keuangan dan kegiatan ilegal seperti pencucian uang.

Kebijakan ketat China bertujuan membatasi perdagangan spekulatif dan melindungi sistem keuangannya.

Meskipun ada regulasi ini, investor individu tetap berinteraksi dengan mata uang kripto.

Pendekatan ketat pemerintah terhadap bisnis yang terlibat dalam kripto tetap tidak berubah.

Jelas bahwa China masih ingin memastikan mata uang digital tidak merusak tatanan ekonominya.

Baca Terkait: Arsitek Digital Yuan China Divonis Bersalah dalam $37M Skandal Suap Kripto

Dampak Pembaruan Crypto Guru

Baru-baru ini, analis kripto Crypto Guru mencuit: “BARU SAJA: CHINA MELARANG KEPEMILIKAN #BITCOIN & KRIPTO LAGI.”

Cuitan ini menimbulkan kebingungan tentang status hukum kepemilikan kripto pribadi.

Namun, tampaknya klaim ini tidak sepenuhnya akurat, karena putusan pengadilan mengizinkan individu memegang aset digital.

BARU SAJA : CHINA 🇨🇳 MELARANG KEPEMILIKAN #BITCOIN & KRIPTO LAGI pic.twitter.com/hh6qXWezfJ

— Crypto Guru (@BDCryptoGuru) 18 Januari 2026

Meskipun pembaruan Crypto Guru mungkin menimbulkan kekhawatiran, situasinya lebih rumit.

Pengadilan Shanghai secara khusus mengizinkan kepemilikan pribadi mata uang kripto, asalkan tidak terlibat dalam aktivitas ilegal.

Sikap pemerintah tetap fokus pada pencegahan operasi bisnis terkait kripto tanpa izin yang tepat.

Seiring perkembangan lanskap regulasi, individu dan bisnis harus tetap mendapatkan informasi terbaru.

Langkah-langkah ketat China kemungkinan besar tidak akan berubah dalam waktu dekat, dan pengguna mata uang kripto harus bersiap menghadapi pembatasan lebih lanjut.

Dalam hal apapun, kepemilikan kripto pribadi masih secara hukum diizinkan di bawah kerangka kerja saat ini.

Lihat Asli
Penafian: Informasi di halaman ini dapat berasal dari pihak ketiga dan tidak mewakili pandangan atau opini Gate. Konten yang ditampilkan hanya untuk tujuan referensi dan bukan merupakan nasihat keuangan, investasi, atau hukum. Gate tidak menjamin keakuratan maupun kelengkapan informasi dan tidak bertanggung jawab atas kerugian apa pun yang timbul akibat penggunaan informasi ini. Investasi aset virtual memiliki risiko tinggi dan rentan terhadap volatilitas harga yang signifikan. Anda dapat kehilangan seluruh modal yang diinvestasikan. Harap pahami sepenuhnya risiko yang terkait dan buat keputusan secara bijak berdasarkan kondisi keuangan serta toleransi risiko Anda sendiri. Untuk detail lebih lanjut, silakan merujuk ke Penafian.
Komentar
0/400
Tidak ada komentar