Amerika Serikat Presiden Trump mengusulkan Kevin Warsh sebagai pengganti Ketua Federal Reserve, memicu reaksi keras dari Partai Demokrat. Senator Elizabeth Warren menyerukan agar proses nominasi tersebut ditangguhkan sampai penyelidikan terhadap Ketua saat ini, Jerome Powell, selesai, sehingga independensi Federal Reserve kembali menjadi pusat perhatian politik.
(Latar belakang: Berita besar! Trump usulkan Kevin Warsh memimpin Federal Reserve AS, kemungkinan penurunan suku bunga Fed bulan Juni mendekati 50%)
(Keterangan tambahan: Kevin Warsh yang ditunjuk Trump sebagai Ketua Fed berbicara tentang Bitcoin: Ini bukan pengganti dolar, melainkan “pengawas” kebijakan moneter)
Daftar Isi Artikel
Presiden Amerika Serikat Trump mengumumkan secara resmi pada 30 Januari bahwa ia mengusulkan Kevin Warsh, anggota Dewan Federal Reserve, untuk menjabat sebagai Ketua Fed berikutnya, menggantikan Jerome Powell yang masa jabatannya akan berakhir pada Mei tahun ini. Penunjukan ini masih harus melalui proses konfirmasi di Senat AS agar dapat berlaku.
Diketahui, Warsh pernah menjabat sebagai anggota Dewan Federal Reserve dari 2006 hingga 2011, dengan pengalaman luas di pasar keuangan dan kebijakan. Trump memberikan penilaian tinggi terhadap Warsh di media sosial, menyebutnya sebagai “salah satu kandidat terbaik dalam sejarah untuk menjadi Ketua Fed,” dan dengan gaya pribadi menyatakan bahwa “penampilannya dan kemampuannya memenuhi standar pemilihan pusat.”
Warren keras menolak, minta penundaan proses nominasi
Namun, nominasi ini langsung mendapat reaksi keras dari kubu Partai Demokrat. Senator Elizabeth Warren dari Massachusetts, yang merupakan anggota utama Komite Perbankan Senat Demokrat, segera mengeluarkan pernyataan setelah pengumuman, menyerukan agar proses konfirmasi Warsh ditangguhkan.
Warren menegaskan bahwa selama pemerintahan Trump belum menyelesaikan penyelidikan terhadap Ketua Fed Jerome Powell dan anggota Dewan Lisa Cook, tidak ada Republikan yang benar-benar peduli terhadap independensi Fed yang seharusnya mendukung nominasi ini. Ia secara tegas menyatakan bahwa penyelidikan tersebut telah berkembang menjadi “perburuan politik” terhadap pejabat tinggi Fed.
Warren menambahkan bahwa Trump pernah secara terbuka menyatakan bahwa siapa pun yang tidak sejalan dengan posisinya tidak akan pernah menjadi Ketua Fed, dan menyiratkan bahwa Warsh telah melewati “tes loyalitas” Trump.
Ia juga mengkritik posisi kebijakan Warsh selama krisis keuangan 2008, yang dianggap lebih memprioritaskan membantu lembaga keuangan Wall Street daripada memperhatikan jutaan pengangguran di Amerika. Warren mempertanyakan apakah latar belakang tersebut memungkinkan Warsh memimpin Fed secara independen di masa depan tanpa pengaruh politik dari Gedung Putih.
Pasar sangat memperhatikan, mempengaruhi kebijakan moneter dan kepercayaan sistem
Seiring ketidakpastian proses konfirmasi, pasar memantau secara ketat perkembangan politik ini. Para analis menunjukkan bahwa calon Ketua Fed tidak hanya memengaruhi arah kebijakan moneter di masa depan, tetapi juga kepercayaan global terhadap independensi dan stabilitas sistem bank sentral AS. Apakah nominasi Warsh akan berjalan lancar, bisa menjadi indikator penting dalam dinamika politik dan ekonomi AS dalam waktu dekat.