Tokyo Ueno dan Bandara Haneda mengalami serangkaian kasus perampokan uang tunai dalam dua hari. Polisi Jepang saat ini mencurigai adanya hubungan antara kedua kasus perampokan tersebut, bahkan mungkin juga terkait dengan peristiwa perampokan pengangkutan uang tunai di Sheung Wan, Hong Kong. Korban dari kasus-kasus ini semuanya adalah pegawai perusahaan swasta, dan “korban” sering kali menjadi sasaran perampokan, yang menarik perhatian tinggi dari polisi Jepang dan Hong Kong, keduanya pun melakukan penyelidikan dan mencurigai adanya skenario kolusi geng kriminal dalam perdagangan emas, penyelundupan, dan kasus perampokan “black on black” yang tipikal.\n\nTokyo tidak tenang di malam hari, terjadi perampokan di parkiran Ueno dan Bandara Haneda secara bersamaan.\n\nDilaporkan bahwa pada malam tanggal 29 dan dini hari tanggal 30, terjadi dua kasus perampokan uang tunai dalam jumlah besar di jalanan Taito, Ueno, dan parkiran Bandara Haneda. Di lokasi Ueno, tiga koper berisi total sekitar 423 juta yen dirampok; di Bandara Haneda, dua koper berisi sekitar 190 juta yen. Kedua kejadian tersebut dilakukan oleh tiga orang yang melarikan diri dengan mobil, dan Kepolisian Metropolitan Tokyo menduga kedua kasus ini mungkin terkait. Korban menyatakan bahwa uang tersebut direncanakan akan dikirim ke China. Dalam kasus di Ueno, dua warga China dan tiga warga Jepang diserang dengan semprotan gas air mata, salah satu pria mengaku bertanggung jawab mengangkut uang ke Hong Kong. Polisi menemukan kendaraan yang ditinggalkan dan kemungkinan terkait dengan kendaraan pelarian di dekat lokasi kejadian. Pada dini hari tanggal 30, kejadian di Bandara Haneda terjadi ketika pelaku menyerang dengan semprotan dan palu untuk memecahkan kaca mobil dan merebut uang tunai, yang juga dikabarkan akan dikirim ke Hong Kong.\n\nKorban perampokan “berulang” dan aliran uang berakhir di Hong Kong.\n\nDalam kasus di Bandara Haneda, kepala perusahaan pengangkutan uang tunai pernah mengalami pencurian mobil dan perampokan berkali-kali, termasuk tahun lalu di pusat parkir yang uang asing senilai 100 juta yen hilang. Kepala perusahaan menyatakan bahwa setiap hari perusahaan mengirim hasil penjualan emas di Jepang ke Hong Kong, sehingga sering mengangkut uang tunai dalam jumlah besar.\n\nKorban perampokan di Haneda “kembali” dirampok saat pergi ke Hong Kong!\n\nDalam kasus di Haneda, korban dan rekan kerjanya diserang selama proses pengangkutan, tetapi uang tidak diambil. Anehnya, dua penumpang di mobil tersebut kemudian terbang ke Hong Kong, dan saat tiba di Hong Kong, sekitar 51 juta yen uang tunai dalam tas mereka dirampok di Sheung Wan. Polisi Hong Kong kemudian menangkap enam tersangka dan bahkan menangkap pelapor, yang diduga sebagai informan geng kriminal. Mereka sudah mengetahui jalur pengiriman uang tunai dalam jumlah besar, dan seluruh proses ini menunjukkan kemungkinan kolusi lintas negara antara geng Hong Kong dan Jepang, seperti alur cerita yang penuh twist dalam film Hollywood.\n\nKasus di Ueno dan Haneda memiliki metode yang mirip dengan peristiwa perampokan uang tunai di Hong Kong, di mana uang tersebut umumnya dikirim ke Hong Kong. Polisi dan media menyatakan bahwa pelaku kemungkinan sudah mengetahui waktu dan lokasi pengiriman secara dini, dan merencanakan serangan secara matang. Kejadian ini mungkin melibatkan geng lintas negara yang memanfaatkan celah dalam proses pengiriman untuk menargetkan sasaran. Polisi Hong Kong dan Jepang telah berbagi intelijen melalui mekanisme kerja sama, untuk menyelidiki kemungkinan adanya hubungan antar kelompok kriminal lintas negara.\n\nDalam waktu dekat, Jepang dan Hong Kong mengalami serangkaian kasus perampokan yang serupa, melibatkan pengiriman uang tunai dalam jumlah besar, dengan kecepatan pelaksanaan yang tinggi dan tingkat perencanaan yang matang, menunjukkan bahwa pola operasi geng kriminal semakin matang. Analisis dari polisi dan media menyebutkan bahwa korban dan pelaku kriminal mungkin memiliki “titik temu tertentu”, di mana geng kriminal memanfaatkan penguasaan waktu dan lokasi pengiriman untuk melakukan target secara tepat.\n\nKepolisian Metropolitan Tokyo telah memperkuat perlindungan keamanan dalam pengiriman uang tunai dalam jumlah besar dan menjaga komunikasi dengan polisi Hong Kong untuk mengantisipasi risiko kejahatan lintas negara. Pihak berwenang China juga memperhatikan aktivitas kriminal terkait, kembali mengeluarkan peringatan perjalanan, mengingatkan masyarakat untuk menghindari perjalanan ke Jepang, tetapi uang dari banyak peristiwa perampokan akhirnya mengalir ke Hong Kong.\n\nArtikel ini, Gold Trading Fragrance, apakah geng kriminal menyalin peta jalan perampokan yang sempurna? Perdagangan di Tokyo, perampokan uang, dan Hong Kong secara bergantian pertama kali muncul di Chain News ABMedia.