Sheikh Tahnoon bin Zayed Al Nahyan, seorang bangsawan Abu Dhabi, membeli 49% dari World Liberty Financial (WLFI), sebuah platform DeFi yang didukung oleh Presiden Donald Trump. The Wall Street Journal melaporkan bahwa kesepakatan ini bernilai $500 juta.
Perusahaan investasi Abu Dhabi membayar cicilan pertama sebesar $250 juta. Dari jumlah tersebut, $187 juta langsung diberikan kepada entitas yang terkait dengan Trump.
Perjanjian ini ditandatangani pada 16 Januari 2025, beberapa hari sebelum pelantikan Trump. Tahnoon mendapatkan dua kursi di dewan sebagai bagian dari kesepakatan tersebut. Pada saat yang sama, kepemilikan keluarga Trump turun dari 75% menjadi 38%.
Tahnoon juga bertujuan untuk mendapatkan akses ke teknologi AI AS melalui investasi ini. Analis mencatat bahwa kesepakatan ini memperkuat hubungan AS-UAE dalam bidang AI dan crypto.
Para ahli hukum mengangkat kekhawatiran tentang klausul emolumen. Aturan ini mencegah pengaruh asing terhadap bisnis keluarga seorang presiden. Meskipun Trump sudah tidak menjabat saat kesepakatan ditutup, waktu dan besarnya investasi menarik perhatian.
Kesepakatan ini juga menyoroti bagaimana investasi internasional berinteraksi dengan teknologi keuangan yang sedang berkembang seperti DeFi. Investor, regulator, dan pembuat kebijakan kini menghadapi tantangan baru dalam memantau kepemilikan lintas batas.
WLFI diluncurkan pada 2024 dan dengan cepat menarik investor berprofil tinggi. Platform ini juga terhubung dengan investasi crypto besar di UAE. Misalnya, UAE dilaporkan menginvestasikan $2 miliar di Binance menggunakan stablecoin WLFI.
Analis percaya bahwa investasi Tahnoon dapat meningkatkan pertumbuhan WLFI. Pada saat yang sama, hal ini mungkin meningkatkan pengawasan dari regulator AS. Kesepakatan ini menunjukkan bagaimana ekuitas swasta, investor yang terkait pemerintah, dan teknologi baru saling berinteraksi secara global.
Kesepakatan investasi Abu Dhabi–WLFI menunjukkan meningkatnya minat internasional terhadap platform DeFi yang terkait AS. Pengamat akan memantau secara ketat respons otoritas AS terhadap kepemilikan asing yang besar dalam proyek keuangan yang sensitif.
Hasilnya mungkin menetapkan preseden untuk investasi lintas batas di bidang crypto dan AI di masa depan. Secara keseluruhan, kesepakatan ini menyoroti peluang dan risiko ketika investor kaya dan pemerintah berinvestasi dalam keuangan digital yang sedang berkembang.