Penunjukan Warsh memicu kembali perdebatan tentang independensi Federal Reserve dan apakah kebijakan akan tetap berbasis data di bawah tekanan politik.
Analis mengatakan Warsh fokus pada neraca keuangan dan melihat AI memungkinkan pertumbuhan yang lebih cepat tanpa menyebabkan inflasi.
Pelonggaran regulasi bank sudah berlangsung dengan Warsh kemungkinan mempengaruhi suku bunga lebih dari kebijakan pengawasan.
Penunjukan Kevin Warsh untuk memimpin Federal Reserve telah membuka kembali perdebatan tentang independensi bank sentral dan arah kebijakan. Minggu lalu, Presiden AS Donald Trump menamai mantan gubernur Fed sebagai pilihannya untuk menggantikan Jerome Powell. Keputusan ini mengalihkan perhatian pada bagaimana Warsh akan mengelola suku bunga, neraca keuangan, dan tekanan politik.
Menurut David Wessel dari Brookings Institution, rekam jejak Warsh menunjukkan pandangan yang berkembang tentang kebijakan moneter. Wessel mencatat bahwa posisi kebijakan secara alami berubah seiring kondisi ekonomi yang bergeser. Dia mengingatkan bahwa Warsh menentang kenaikan suku bunga pada 2018, namun telah mengemukakan posisi berbeda dari waktu ke waktu.
Namun, Wessel mengatakan isu utama masih belum terselesaikan. Dia bertanya apakah Warsh akan bertindak sebagai ketua yang independen dan dipandu data serta staf. Atau, dia mempertanyakan apakah Warsh bisa menghadapi tekanan untuk memotong suku bunga lebih cepat. Ketidakpastian itu, kata Wessel, mendefinisikan perdebatan saat ini.
Trump memuji Warsh secara terbuka setelah penunjukan. Dia mengatakan Warsh akan masuk dalam daftar ketua Fed terbaik. Trump juga menggambarkannya sebagai orang yang dapat diandalkan dan cocok untuk peran tersebut.
Wessel menekankan bahwa pendekatan Warsh terhadap kebijakan moneter patut diperhatikan secara dekat. Terutama, dia menyoroti minat Warsh terhadap neraca keuangan Fed. Warsh telah menyarankan bahwa pertumbuhan ekonomi mungkin lebih cepat tanpa menyebabkan inflasi, sebagian berkat kecerdasan buatan.
Wessel menambahkan bahwa transparansi kemungkinan akan tetap menjadi pusat perhatian di bawah Warsh. Dia mengharapkan konferensi pers akan terus berlangsung, meskipun format komunikasi mungkin berubah. Dia juga mencatat bahwa ketua baru-baru ini belajar menghindari pernyataan yang tidak terencana yang dapat mempengaruhi pasar.
Poin-poin ini, menurut Wessel, lebih penting daripada pernyataan masa lalu. Dia mengatakan menilai Warsh memerlukan fokus pada kondisi saat ini, bukan pandangan yang sudah usang dari dekade lalu.
Mengenai regulasi, Wessel mengatakan perubahan besar sudah berlangsung. Dia menunjuk Wakil Ketua Pengawasan Michelle Bowman, yang telah mengurangi tekanan pada bank-bank. Regulator lain yang diangkat oleh Trump juga mengikuti jalur serupa. Wessel mengatakan Warsh kemungkinan akan mendukung arah ini. Namun, dia menambahkan bahwa ketua Fed jarang memimpin regulasi bank sendiri. Sebaliknya, pengaruhnya akan lebih terfokus pada pilihan kebijakan moneter. Penunjukan Warsh datang saat masa jabatan Powell berakhir pada Mei. Sampai konfirmasi, pasar terus menilai bagaimana kepemimpinannya dapat membentuk keputusan Fed di masa depan.