Khaby Lame(nama asli Seringe Khabane Lame)pada tahun 2020 setelah kehilangan pekerjaan selama pandemi, mulai mengunggah video pendek tanpa suara di TikTok, yang banyak menampilkan cara melakukan sesuatu yang lebih sederhana dengan cara yang lucu dan tanpa kata-kata. Dengan reaksi khas wajah ikan mati yang unik dan gaya video pendek tanpa dialog, dia dengan cepat menarik banyak penggemar dan disebut sebagai “Chaplin generasi Z”.\n\nDalam waktu hanya enam tahun, jumlah pengikutnya melewati 1,6 miliar, menempati posisi pertama dalam daftar penggemar TikTok. Usianya baru 25 tahun, dan dia sudah menjadi figur legendaris di dunia pencipta konten. Baru-baru ini, dia menjual lisensi digital AI-nya dengan harga fantastis, menjadi terobosan besar di era AI.\n\nDideportasi dari AS selama 7 bulan, menandatangani kontrak besar senilai 9,75 miliar dolar\n\nPada April 2025, Khaby saat memasuki Bandara Internasional Harry Reid di Las Vegas, sempat ditahan sementara oleh petugas imigrasi dan bea cukai AS (ICE). Dilaporkan bahwa dia “melebihi masa tinggal”, meskipun kemudian tidak secara resmi dideportasi, dia diminta untuk meninggalkan negara tersebut.\n\nNamun, insiden ini tidak mempengaruhi perkembangan kariernya. Berdasarkan dokumen publik dari Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC), Khaby telah menjual perusahaan di bawah naungannya, “Step Distinctive Limited”, kepada perusahaan induk di Hong Kong, Rich Sparkle Holdings, dengan total 9,75 miliar dolar dalam bentuk saham penuh.\n\nIsi transaksi termasuk lisensi digital AI-nya, dengan perkiraan pendapatan tahunan mencapai 40 miliar dolar\n\nAkuisisi ini tidak hanya mencakup aktivitas merek, siaran langsung TikTok dan konten e-commerce, serta produksi iklan yang pernah dijalankan Khaby, tetapi juga termasuk lisensi pengembangan bisnis untuk “AI digital avatar”-nya. Avatar digital ini mampu meniru penampilan, suara, dan perilaku Khaby, digunakan untuk menghasilkan konten asli multibahasa dan berbagai versi.\n\nRich Sparkle menyatakan dalam pernyataannya: “Ini bukan sekadar akuisisi saham, melainkan revolusi dalam model e-commerce konten global.” Mereka memperkirakan, kerjasama ini akan menghasilkan pendapatan tahunan hingga 40 miliar dolar.\n\nPesona tanpa suara Khaby memasuki era AI, influencer tidak lagi perlu tampil langsung di depan kamera\n\nTransaksi ini juga melambangkan kedatangan “Era Influencer AI”. Berbeda dari sebelumnya, di mana Michael Jordan atau LeBron James harus tampil langsung dalam iklan, Khaby hanya perlu memberi lisensi model perilaku digitalnya, sehingga “avatar” AI-nya dapat melakukan kolaborasi merek.\n\nKonsep serupa sebenarnya sudah mulai muncul di berbagai industri, misalnya legenda golf Jack Nicklaus yang pada 2022 meluncurkan “Digital Jack”, avatar virtual AI berusia 38 tahun. Pendiri LinkedIn Reid Hoffman juga pernah melakukan “dialog” dengan versi AI-nya dan membagikan video tersebut.\n\nMeta bahkan meluncurkan chatbot selebriti AI pada 2023, termasuk Tom Brady, Kendall Jenner, dan lain-lain, tetapi akhirnya dihentikan karena reaksi pengguna yang dingin.\n\nKebangkitan karakter AI, dari Hollywood hingga dunia mode, semua berlomba mengikuti\n\nTidak hanya di platform sosial, avatar virtual AI juga berkembang pesat di industri hiburan dan mode. Pada 2023, muncul aktor AI “Tilly Norwood” yang menarik perhatian agensi Hollywood dan memicu protes dari aktor nyata; di tahun yang sama, Levi’s bekerja sama dengan startup teknologi Lalaland untuk menguji model AI, yang digunakan untuk menampilkan berbagai bentuk tubuh, warna kulit, dan usia dalam tampilan pakaian.\n\nNamun, transaksi Khaby Lame ini tetap menjadi indikator — ini adalah pertama kalinya seorang pencipta TikTok mengalihkan mereknya menjadi AI virtual dalam kontrak bernilai hampir 10 miliar dolar.\n\nRich Sparkle menyatakan: “Struktur ini lebih mirip strategi penempatan platform global, bukan sekadar kolaborasi endorsement influencer tradisional.” \n\nKontrak Khaby Lame ini tidak hanya menempatkannya sebagai salah satu influencer paling menguntungkan, tetapi juga menyoroti bentuk baru integrasi antara AI dan penciptaan konten. Dari pekerja yang kehilangan pekerjaan menjadi penghasil konten top dunia, kisah suksesnya mungkin menandai awal era baru — di mana “kamu” dapat diduplikasi secara digital, menyebar ke seluruh dunia, dan bahkan menciptakan nilai konten yang tak terbatas.\n\nArtikel ini pun tidak terhalang oleh deportasi! TikTok King Khaby Lame menandatangani kontrak bernilai 9,75 miliar dolar, mengizinkan AI digitalnya. Artikel ini pertama kali muncul di ABMedia.