PANews 4 Februari, menurut laporan Cointelegraph, Komite Pengawasan Layanan Keuangan Dewan Parlemen Inggris mengadakan sidang dengar pendapat, di mana beberapa ahli meragukan potensi stablecoin sebagai mata uang masa depan. Chris Giles, komentator ekonomi dari Financial Times, menunjukkan bahwa alasan utama mengapa stablecoin belum populer di Inggris adalah kurangnya kerangka hukum dan regulasi yang jelas, yang menimbulkan risiko bagi keluarga yang menyimpan stablecoin sebagai mata uang. Ia berpendapat bahwa saat ini, stablecoin lebih berperan sebagai “saluran masuk dan keluar” untuk cryptocurrency, bukan sebagai bentuk mata uang yang “bermakna revolusioner”. Dalam sidang, para ahli menekankan pentingnya pengawasan yang ketat. Giles setuju dengan pendekatan Bank of England yang mengatur stablecoin “seperti mata uang”, termasuk aturan dukungan aset yang ketat, rencana penanganan, dan dukungan likuiditas akhir. Ia juga memperingatkan bahwa stablecoin dapat digunakan untuk kegiatan ilegal, dan jika penggunaannya meluas, pengawasan terhadap bursa dan pemeriksaan KYC/AML harus diperkuat secara internasional.