UBS mempertimbangkan untuk meluncurkan layanan cryptocurrency untuk klien high-net-worth… sekaligus mendorong tokenisasi aset
Seiring kompetisi digitalisasi keuangan yang semakin intensif, UBS Group, bank terbesar di Swiss, sedang mempertimbangkan secara serius peluncuran layanan cryptocurrency dan tokenisasi deposito. Raksasa keuangan yang mengelola lebih dari 7 triliun dolar AS (sekitar 1.2620 kuadriliun won Korea) ini berencana mengikuti tren pasar, memperkuat tokenisasi aset dan pembangunan infrastruktur digital.
CEO UBS Sergio Ermotti menyatakan dalam konferensi panggilan hasil terbaru: “Kami sedang meneliti tidak hanya menyediakan akses cryptocurrency untuk klien pribadi, tetapi juga menawarkan produk deposito digital yang disesuaikan untuk klien korporat.” Dia menjelaskan bahwa UBS fokus membangun “kemampuan inti digital” yang diperlukan untuk sistem keuangan generasi berikutnya, saat ini sedang meninjau produk khusus seperti deposito tokenisasi.
UBS juga baru-baru ini mulai bersaing dalam bidang kata kunci utama industri keuangan, yaitu “tokenisasi aset.” Strateginya adalah menjadikan tokenisasi aset sebagai pendorong pertumbuhan dalam 3 hingga 5 tahun ke depan, berkembang paralel dengan layanan keuangan yang ada. UBS menyatakan bahwa mereka tidak akan memimpin secara langsung, melainkan mengikuti perubahan teknologi dengan strategi “pengejar cepat.”
Secara khusus, internal UBS sedang mempertimbangkan untuk “secara terbatas menyediakan layanan cryptocurrency kepada klien high-net-worth tertentu.” Target awal kemungkinan besar adalah klien domestik Swiss, dan untuk itu UBS juga sedang melakukan seleksi mitra eksternal untuk membangun platform aset digital.
Langkah ini sejalan dengan tren meningkatnya persaingan global antar bank dalam aset digital. Bank investasi utama seperti JPMorgan, Morgan Stanley, dan BofA Securities telah memulai atau sedang menjalankan layanan aset digital. UBS juga memanfaatkan kekuatan teknologi dan reputasi mereka di kalangan klien high-net-worth untuk memanfaatkan peluang masuk pasar.
Di tengah tekanan transformasi digital industri keuangan dan sinyal perluasan tokenisasi aset yang semakin kuat, perubahan strategi UBS ini diperkirakan akan memiliki makna simbolis dan pengaruh besar terhadap pasar cryptocurrency. Tergantung pada bentuk layanan yang akan dimasukkan UBS ke pasar, pola akses cryptocurrency di industri keuangan Eropa juga mungkin mengalami perubahan.
💡 “Institusi Bergerak—Saatnya Belajar ‘Keuangan Digital’ Sekarang”
Bank pengelola aset terbesar di dunia seperti UBS sedang mengumumkan akan memperkenalkan layanan cryptocurrency, deposito digital, dan tokenisasi aset. Ini bukan sekadar tren, melainkan sinyal bahwa pusat keuangan global sedang beralih ke aset digital.
Namun, jika tidak mampu memahami tren dan struktur kompleks ini, investor dengan mudah bisa terseret oleh berita eksternal.
TokenPost Academy, media blockchain terkemuka di Korea Selatan, yang dibuat oleh TokenPost, adalah program pendidikan sistematis yang disiapkan untuk “investor di era transformasi digital” ini.
Tahap 2: Kursus analis, di mana Anda dapat mengembangkan kemampuan menilai nilai dan struktur proyek melalui analisis data on-chain dan ekonomi token, seperti yang dilakukan dalam studi tokenisasi aset dan layanan cryptocurrency UBS yang sedang diteliti.
Tahap 5: Kursus pengguna DeFi, di mana Anda akan belajar memahami dan melakukan operasi nyata seperti deposito, staking, dan struktur penghasilan bunga digital.
Tahap 7: Kursus master makro, di mana Anda akan melatih kemampuan menangkap tren besar, menganalisis mengapa masuknya bank global ke pasar cryptocurrency penting, dan menganalisis pergerakan pasar berdasarkan likuiditas dan siklus Bitcoin.
Bagaimana Anda akan menghadapi pasar aset digital yang sedang digeluti UBS?
[Daftar untuk Kursus TokenPost Academy]
Sistem kursus: dari dasar cryptocurrency hingga analisis on-chain, DeFi dan derivatif, siklus pasar, dalam 7 tahap master class
Keuntungan: acara gratis bulan pertama sedang berlangsung!
Tautan langsung: AI Catatan Penting
Artikel ini dibuat berdasarkan ringkasan dari model bahasa TokenPost.ai. Isi utama artikel mungkin disingkat atau berbeda dari fakta.