Tiongkok sedang mempercepat ekspansi kapasitas listrik secara besar-besaran, dengan demikian memperkuat keunggulan dalam perlombaan kecerdasan buatan (AI) global dan meningkatkan kekhawatiran dari para pemimpin teknologi seperti Elon Musk atau CEO Nvidia Jensen Huang. Data terbaru menunjukkan kecepatan pembangunan sistem listrik di Tiongkok jauh melampaui Amerika Serikat, cukup untuk menciptakan jarak yang menentukan dalam tahap pengembangan AI berikutnya.
Elon Musk menilai bahwa hambatan terbesar AI saat ini bukan lagi chip melainkan listrik, memperingatkan dunia bahwa mereka mungkin memproduksi lebih banyak chip AI daripada kapasitas listrik yang tersedia, sementara Tiongkok adalah pengecualian. Jensen Huang juga berpendapat bahwa energi adalah fondasi terendah namun paling penting dalam rantai kompetisi AI.
Di Amerika Serikat, kelebihan beban jaringan listrik dan prosedur yang berkepanjangan sedang membatasi pertumbuhan pusat data. Sebaliknya, Tiongkok terus menambah kapasitas dari berbagai sumber, terutama energi terbarukan. Namun, energi yang melimpah belum menjamin posisi terdepan dalam AI, ketika AS tetap unggul dalam chip canggih dan model AI inti.