Pasar mata uang kripto dipenuhi dengan kekacauan dan ketegangan, selain para investor ritel yang merintih dan lembaga yang menarik dana, bahkan para “produsen” di hulu pasar pun mulai tidak tenang. Berdasarkan data dari platform pemantauan data on-chain Arkham, pemimpin industri pertambangan global MARA Holdings hari ini (6) pagi hari secara bertahap mentransfer 1.318 BTC (sekitar 8,689 juta dolar AS) ke berbagai mitra perdagangan dan lembaga kustodian, memicu kekhawatiran pasar bahwa para penambang akan “dipaksa menjual” Bitcoin untuk menjaga arus kas. Dari struktur transfer, aliran dana terbesar mengarah ke Two Prime. Catatan on-chain menunjukkan bahwa MARA Holdings pertama kali mentransfer 653,773 BTC, senilai sekitar 42,01 juta dolar AS, tidak lama kemudian menambahkan 8,999 BTC, senilai sekitar 578.000 dolar AS. Two Prime adalah mitra kredit dan perdagangan di pasar mata uang kripto, sehingga saat ini belum dapat dipastikan apakah Bitcoin ini digunakan untuk strategi pengembalian investasi, termasuk dalam portofolio, atau untuk menjual di pasar spot. Selain itu, MARA Holdings juga mentransfer masing-masing 200 BTC dan 99,999 BTC ke alamat BitGo, dengan total nilai sekitar 20,4 juta dolar AS. BitGo adalah penyedia layanan kustodian mata uang kripto, yang sering digunakan untuk pengelolaan aset atau operasi tingkat institusi. Sedangkan sisa 305 BTC (sekitar 20,72 juta dolar AS) mengalir ke alamat dompet baru yang belum diberi label, dan penggunaannya masih dalam pengamatan.
Mengapa pasar sangat tegang? Kuncinya ada di “momen” Faktanya, transfer besar-besaran oleh para penambang tidak selalu berarti mereka langsung menjual, bisa jadi ini adalah penyesuaian keuangan rutin, pemindahan aset ke kustodian, atau persiapan untuk transaksi OTC di luar pasar. Namun, dalam kondisi pasar yang saat ini kekurangan likuiditas, setiap gejolak kecil pun akan diartikan sebagai sinyal pasokan, yang semakin memperbesar ketidakpastian pasar. Transfer besar-besaran oleh MARA Holdings ini juga terjadi di saat industri pertambangan menghadapi tekanan besar. Berdasarkan data terbaru dari Checkonchain, biaya produksi rata-rata untuk menambang satu Bitcoin saat ini adalah 87.000 dolar AS. Namun, harga spot Bitcoin berfluktuasi di sekitar 65.000 dolar AS, dan pagi hari ini bahkan sempat turun ke 60.000 dolar AS.