Menurut laporan Reuters pada 13 waktu setempat, dua pejabat AS mengatakan bahwa militer AS sedang mempersiapkan operasi yang dapat berlangsung selama beberapa minggu setelah Presiden AS Trump memerintahkan serangan terhadap Iran. Ini bisa berubah menjadi konflik yang belum pernah terjadi sebelumnya dan serius antara kedua negara. Menurut laporan itu, informasi yang diungkapkan oleh pejabat AS ini menempatkan upaya diplomatik Amerika Serikat dan Iran yang sedang berlangsung pada risiko yang lebih tinggi.
Para pejabat yang disebutkan di atas mengatakan bahwa kali ini perencanaan operasi yang sedang berlangsung lebih rumit. Dalam operasi militer yang sedang berlangsung, militer AS mungkin tidak hanya menyerang infrastruktur nuklir Iran, tetapi juga lembaga negara dan fasilitas keamanannya, menurut salah satu pejabat, yang menolak memberikan rincian spesifik. Pejabat itu juga mengatakan bahwa Amerika Serikat sepenuhnya mengharapkan Iran untuk membalas, menciptakan siklus serangan bolak-balik dan pembalasan untuk jangka waktu tertentu. (Jaringan Global)