Kontroversi kripto terkait Trump meninggalkan RUU CLARITY menghadapi ketidakpastian persetujuan Senat dan ketidakstabilan regulasi.
CEO Custodia Bank Caitlin Long mengatakan proyek-proyek yang terkait dengan keluarga Presiden Donald Trump telah menambah tekanan baru pada proses Senat yang sudah rapuh. Akibatnya, negosiasi mengenai RUU struktur pasar utama melambat. Tanpa undang-undang yang berlaku, Long memperingatkan bahwa pemerintahan di masa depan dapat membalikkan kemajuan regulasi.
Kontroversi seputar proyek kripto yang terkait Trump menyulitkan upaya untuk mengesahkan aturan aset digital baru, menurut Caitlin Long. Dia mengatakan kekhawatiran dari anggota Demokrat tentang meme coin dan usaha seperti World Liberty Financial telah membuat kerja sama bipartisan menjadi lebih sulit.
Berbicara di ETH Denver, Long mengatakan bahwa citra politik kini sangat mempengaruhi negosiasi. Dia menyebut bahwa pengesahan RUU ini pada dasarnya adalah “coin flip,” artinya bisa saja menang atau kalah.
RUU CLARITY diperkenalkan pada Mei 2025 untuk menetapkan aturan yang jelas tentang bagaimana kripto diatur di AS. RUU ini akan membagi pengawasan antara Securities and Exchange Commission (SEC) dan Commodity Futures Trading Commission (CFTC).
Anggota DPR menyetujui RUU ini pada Juli 2025, tetapi Senat menunda pemungutan suara karena ketidaksepakatan tentang DeFi dan stablecoin. Hingga Februari 2026, belum ada pemungutan suara akhir di Senat.
Long menggambarkan kekhawatiran etika terkait keterlibatan keluarga Trump dalam kripto sebagai hambatan utama. Dia menyebutnya sebagai “penghalang besar dalam RUU CLARITY.”
Yang menarik, prosedur di Senat membutuhkan 60 suara untuk meloloskan RUU tersebut. Itu berarti setidaknya tujuh Demokrat harus bergabung dengan Republik untuk menyetujui RUU ini. Long mengatakan resistensi dari beberapa anggota Demokrat telah menyulitkan hal tersebut.
Dia menyoroti Senator Elizabeth Warren sebagai kritikus keras proyek kripto yang terkait Trump. Long menambahkan bahwa para pembuat kebijakan masih bisa mencapai kompromi yang diterima baik oleh Gedung Putih maupun Kongres. Namun, RUU ini tidak bisa maju tanpa 60 suara.
Meski begitu, dia mengatakan dukungan terhadap regulasi kripto tidak sepenuhnya partisan. Long menunjuk kerja sama antara Senator Cynthia Lummis dan Senator Kirsten Gillibrand dalam kebijakan aset digital. Kedua legislator sebelumnya mendukung struktur regulasi yang lebih jelas untuk pasar kripto.
Long juga memperingatkan tentang ketergantungan hanya pada aturan lembaga untuk mengelola kripto. Regulator bisa berusaha membentuk kebijakan tanpa Kongres. Namun, tindakan semacam itu tidak akan membawa stabilitas jangka panjang.
Dia menjelaskan bahwa pemerintahan baru dapat mengubah atau membalikkan aturan tersebut. Sebaliknya, undang-undang yang disahkan oleh Kongres lebih sulit dibatalkan, meskipun masih bisa diubah nanti.
Jika Kongres tidak mengesahkan legislasi, Long percaya perusahaan kripto akan menghadapi ketidakpastian. Aturan bisa berubah setiap kali pimpinan politik berganti. Itu akan menyulitkan bisnis dan investor dalam merencanakan masa depan.
Fluktuasi harga terbaru tidak mengurangi pandangan jangka panjang Long. Harga kripto tetap di bawah puncaknya sebelumnya setelah penurunan yang berkepanjangan. Long meremehkan penurunan baru-baru ini, mengatakan koreksi tajam adalah hal yang umum di pasar aset digital.
Total pasar kripto diperkirakan sekitar 2,3 triliun dolar, turun 22% dalam sebulan terakhir. Di sisi lain, Bitcoin diperdagangkan di angka 67.903 dolar, lebih dari 20% lebih rendah dari harga sebulan lalu.
_Sumber Gambar: _TradingView
Long mengatakan penurunan pasar bisa menjadi hal yang berguna. Alih-alih meninggalkan ruang ini, dia percaya orang harus memanfaatkan pasar bearish untuk belajar lebih banyak tentang cara kerja kripto. Dia menyarankan pendatang baru untuk fokus pada pengetahuan daripada mencari keuntungan cepat.