Comtus Holdings Mendorong Standarisasi Transfer Stablecoin Won

USDC-0,02%
  • Perusahaan yang terdaftar secara publik, Comtus, mengusulkan pembentukan kerangka kerja terpadu untuk stablecoin won di Korea Selatan.
  • Langkah ini sejalan dengan pembahasan yang sedang berlangsung untuk RUU Aset Digital Dasar.

Proyek stablecoin berbasis won semakin mendapatkan perhatian di Korea Selatan setelah dukungan regulasi yang semakin membaik. Bagaimanapun, mereka menawarkan keuntungan dua arah bagi negara dalam mempercepat adopsi aset digital dan memperkuat permintaan terhadap mata uang domestiknya.

Comtus Holdings (dulu Gamevil), sebuah perusahaan yang terdaftar secara publik dan fokus pada teknologi blockchain dan mobile, memperhatikan meningkatnya integrasi stablecoin won di sektor keuangan. Oleh karena itu, perusahaan mengusulkan selama pertemuan umum pertama Asosiasi Blockchain & DID Terbuka untuk menciptakan cara standarisasi jalur transfer mereka.

Membangun Infrastruktur untuk Standarisasi Transfer Stablecoin Won

Menurut situs lokal Digital Today, Comtus adalah anggota baru dari organisasi blockchain tersebut. Jong-cheol Jang, direktur eksekutif di Comtus Holdings, mengatakan kepada peserta bahwa standarisasi jaringan transfer stablecoin won akan membantu mempercepat adopsinya. Oleh karena itu, dia mendesak kelompok tersebut untuk bekerja sama mengembangkan bukti konsep untuk inisiatif ini.

Jang menyoroti bahwa infrastruktur harus siap untuk diintegrasikan ke dalam lembaga. Dengan mempertimbangkan hal tersebut, infrastruktur harus mematuhi persyaratan regulasi tertinggi, termasuk fokus pada perlindungan pengguna, privasi, kepatuhan anti-pencucian uang (AML), dan lainnya.

“Untuk teknologi blockchain dapat terhubung dengan keuangan institusional, kepatuhan regulasi dan stabilitas sistem sangat penting,” kata Jang. “Ke depan, saya akan berkontribusi dalam menciptakan standar jaringan transfer stablecoin won yang andal berdasarkan Sovereign Chain yang sesuai dengan lingkungan regulasi domestik, bekerja sama dengan perusahaan anggota asosiasi.”

RUU Stablecoin yang Sedang Ditinjau di Korea Selatan

Usulan Comtus muncul tak lama setelah pembahasan yang sedang berlangsung mengenai RUU stablecoin di negara tersebut. The Korea Times melaporkan bahwa Komisi Layanan Keuangan (FSC), regulator keuangan Korea Selatan, mengadakan pertemuan dengan komite aset virtual publik-swasta minggu lalu untuk merinci ketentuan RUU Aset Digital Dasar yang diusulkan. Partai Demokrat Korea (DPK) yang berkuasa bertujuan untuk menyelesaikan draf RUU ini awal bulan ini.

Usulan RUU tersebut menawarkan partisipasi yang lebih inklusif bagi pelaku keuangan tradisional dengan mewajibkan bank memegang setidaknya 51% saham mayoritas dalam penerbitan stablecoin lokal. Ini berfungsi sebagai perlindungan terhadap entitas asing, seperti Tether dan USDC, yang mendapatkan kendali utama atas pasar domestik. Langkah ini memastikan bahwa stablecoin berbasis won didukung oleh tingkat pengawasan prudensial dan cadangan modal yang sama dengan simpanan bank tradisional.

Lihat Asli
Penafian: Informasi di halaman ini dapat berasal dari pihak ketiga dan tidak mewakili pandangan atau opini Gate. Konten yang ditampilkan hanya untuk tujuan referensi dan bukan merupakan nasihat keuangan, investasi, atau hukum. Gate tidak menjamin keakuratan maupun kelengkapan informasi dan tidak bertanggung jawab atas kerugian apa pun yang timbul akibat penggunaan informasi ini. Investasi aset virtual memiliki risiko tinggi dan rentan terhadap volatilitas harga yang signifikan. Anda dapat kehilangan seluruh modal yang diinvestasikan. Harap pahami sepenuhnya risiko yang terkait dan buat keputusan secara bijak berdasarkan kondisi keuangan serta toleransi risiko Anda sendiri. Untuk detail lebih lanjut, silakan merujuk ke Penafian.
Komentar
0/400
Tidak ada komentar