Pada periode 19 Maret 2026 pukul 15:45 hingga 16:00 (UTC), harga BTC dalam interval 15 menit berkisar antara 68.787,0 hingga 69.550,9 USDT, dengan tingkat pengembalian +0,74% dan volatilitas mencapai 1,11%. Pada waktu yang sama, perhatian pasar meningkat, volatilitas jangka pendek memburuk, dan perilaku serta indikator sentimen dana menunjukkan konsentrasi perubahan.
Pendorong utama dari pergerakan ini adalah setelah pertemuan FOMC, pasar tidak menunjukkan berita negatif baru, sebagian posisi short memilih untuk menutup posisi, sehingga harga mendapatkan momentum kenaikan jangka pendek. Selain itu, meskipun arus keluar dana ETF mencerminkan pengurangan posisi oleh institusi, hal ini belum menyebabkan tekanan jual terpusat di bursa, dana paus di jaringan utama lebih banyak memegang posisi sendiri, dan tidak terjadi penjualan besar secara bersamaan. Hal ini mendorong kenaikan harga didorong oleh penyesuaian cepat dari posisi lindung nilai dan short.
Selain itu, posisi pasar berjangka dan opsi tetap berada di tingkat tinggi, dengan zona pertarungan utama di kisaran 70.000–90.000 USD, dan struktur posisi derivatif besar secara kolektif memperbesar volatilitas jangka pendek. Arus keluar bersih ETF sebesar 1.982 BTC dan arus keluar bersih dari paus selama 24 jam sebesar 327,68 BTC mencerminkan sebagian dana sedang menunggu di luar pasar. Dikombinasikan dengan indeks ketakutan dan keserakahan yang berada di zona ketakutan ekstrem (10–19), psikologi pasar cenderung defensif, dan rebound jangka pendek lebih banyak dipicu oleh penutupan posisi short dan penyesuaian posisi derivatif, bukan oleh arus dana yang masuk secara tren.
Perlu waspada terhadap keberlanjutan arus keluar dana ETF berikutnya, dan secara ketat memantau pergeseran struktur posisi berjangka dan opsi serta pergerakan dana paus di jaringan utama, untuk menghindari risiko terinjaknya posisi di zona kunci (misalnya di 70.000 USDT). Selain itu, kebijakan makroekonomi (terutama perubahan ekspektasi penurunan suku bunga Federal Reserve) dan ketidakpastian terkait RUU CLARITY yang akan datang dapat menyebabkan volatilitas lebih lanjut. Disarankan agar investor memantau secara ketat arus dana bursa, alamat aktif di jaringan, data posisi terbuka berjangka, dan berita makroekonomi untuk mendapatkan informasi terbaru tentang pergerakan pasar.