Gate News melaporkan bahwa pada 20 Maret, selama tiga tahun terakhir, teknologi AI telah mengalami evolusi dari alat yang baru muncul menjadi infrastruktur inti dalam aplikasi sehari-hari. Awalnya, aplikasi AI seperti ChatGPT dan Midjourney terutama digunakan untuk menampilkan fungsi obrolan, pembuatan gambar, dan hiburan. Selanjutnya, AI diintegrasikan ke dalam aplikasi matang seperti CapCut dan Canva, mengubahnya menjadi platform yang didukung AI, sehingga AI menjadi infrastruktur utama bukan sekadar fitur tambahan. Tahap terbaru, AI mulai melakukan tugas secara mandiri, beralih dari pembuatan konten ke otomatisasi dan pelaksanaan tugas. Agen AI seperti OpenClaw dapat secara independen memecah dan melaksanakan tugas, sementara alat seperti Vibe Coding memungkinkan AI membangun produk berdasarkan tujuan yang didefinisikan manusia. Seiring AI berfokus pada pelaksanaan tugas, integrasinya dengan teknologi Web3 menjadi sangat penting. Web3 menyediakan infrastruktur terdesentralisasi yang memungkinkan AI secara mandiri menangani transaksi dan penyelesaian, memanfaatkan sifat blockchain yang tidak dapat diubah dan dapat diaudit. Sinergi antara AI dan Web3 akan mendefinisikan ulang arsitektur internet, memindahkan kepercayaan dari platform ke aturan yang dapat diprogram.