Laporan pasar terbaru dari Wintermute menunjukkan bahwa volatilitas geopolitik di Selat Hormuz dapat menjadi faktor pendorong utama bagi harga Bitcoin dalam jangka pendek.
Menurut analisis, jika volume lalu lintas di wilayah ini segera kembali normal dan harga minyak stabil di sekitar 100 USD per barel, Bitcoin berpotensi menguji level resistansi dari 74.000 hingga 76.000 USD. Skenario ini mencerminkan peningkatan sentimen pasar ketika risiko gangguan pasokan energi berkurang.
Sebaliknya, jika pembatasan pengangkutan terus berlanjut atau konflik meningkat kembali, tekanan makroekonomi dapat meningkat. Dalam hal ini, Bitcoin kemungkinan besar akan menyesuaikan ke kisaran tengah 60.000 USD, mencerminkan aliran dana yang berhati-hati dan tren defensif dari investor di tengah ketidakpastian geopolitik.