Pesan Gate News, 20 April — Beberapa perusahaan litium Tiongkok yang beroperasi di Zimbabwe telah memperoleh izin ekspor untuk konsentrat litium, menurut Chen Hongliang, presiden Huayou Cobalt, yang berbicara pada pengarahan kinerja tahunan 2025 dan Q1 2026 perusahaan pada 20 April. Prosedur ekspor saat ini masih berlangsung di seluruh perusahaan.
Huayou Cobalt memproduksi konsentrat litium dan litium sulfat di Zimbabwe. Setelah prosedur ekspor selesai sepenuhnya, pengiriman ke Tiongkok akan memerlukan waktu sekitar tiga bulan. Perusahaan mencatat bahwa pasokan bahan baku litium karbonatnya di Guangxi mungkin menghadapi potensi kekurangan, meskipun hal itu tidak diharapkan menimbulkan dampak yang signifikan.
Perusahaan-perusahaan Tiongkok dengan kapasitas penambangan litium di Zimbabwe termasuk Huayou Cobalt, China Mineral Resources, Shengxin Lithium, dan Yahua Group.
Penafian: Informasi di halaman ini dapat berasal dari pihak ketiga dan tidak mewakili pandangan atau opini Gate. Konten yang ditampilkan hanya untuk tujuan referensi dan bukan merupakan nasihat keuangan, investasi, atau hukum. Gate tidak menjamin keakuratan maupun kelengkapan informasi dan tidak bertanggung jawab atas kerugian apa pun yang timbul akibat penggunaan informasi ini. Investasi aset virtual memiliki risiko tinggi dan rentan terhadap volatilitas harga yang signifikan. Anda dapat kehilangan seluruh modal yang diinvestasikan. Harap pahami sepenuhnya risiko yang terkait dan buat keputusan secara bijak berdasarkan kondisi keuangan serta toleransi risiko Anda sendiri. Untuk detail lebih lanjut, silakan merujuk ke
Penafian.
Artikel Terkait
Harga Minyak Mentah Melonjak Pasca Penyitaan Kapal Iran oleh AS: Brent Naik 5%, WTI Naik 6%
Harga minyak mentah melonjak pada 19 April setelah pasukan AS menyita kapal berbendera Iran di Teluk Oman, memicu kekhawatiran gangguan pasokan. Iran mengancam akan membatasi akses melalui Selat Hormuz, di tengah meningkatnya ketegangan dan potensi dampak terhadap inflasi global serta pasar.
GateNews15menit yang lalu
Penjual Short SOL Terbesar Membuka Posisi Long Berleveraged $18M di Minyak Brent di Hyperliquid
Pesan Berita Gate: pemegang posisi short SOL terbesar di rantai (on-chain) telah membuka posisi long di minyak. Dalam 10 jam terakhir, trader tersebut menyetor 9 juta USDC ke Hyperliquid dan membuka posisi long dengan leverage 3x pada 200,687 BRENTOIL, senilai $18,08 juta. Trader tersebut terus mempertahankan posisi short sebesar 254,771 SOL, senilai $21,6 juta.
GateNews49menit yang lalu
Ketegangan di kawasan Selat Hormuz berulang-ulang, Bitcoin turun menembus 74.000 dolar AS
Penyekatan Selat Hormuz memicu gejolak besar di pasar kripto; setelah Bitcoin lebih dulu menembus 78,000 dolar AS, nilainya kemudian turun kembali ke 74,000 dolar AS, dan pasar masih berada dalam kondisi panik. Artikel ini mengulas secara mendalam mekanisme penularan dampak geopolitik terhadap pergerakan pasar kripto.
GateInstantTrends1jam yang lalu
DOE Filipina Tetapkan Penyesuaian Harga Pom yang Seragam di Tengah Krisis Timur Tengah
Kementerian Energi (DOE) Filipina telah menerapkan peraturan mengenai penyesuaian harga bahan bakar di tengah meningkatnya biaya akibat konflik di Timur Tengah, memberi pemerintah kewenangan untuk menetapkan harga minimum dan maksimum guna menekan praktik memanfaatkan situasi. Penurunan harga bahan bakar yang signifikan dijadwalkan pada 21 April.
GateNews1jam yang lalu
Singapura Meningkatkan Pembelian LNG karena Konflik Timur Tengah Mengganggu Pasokan
Singapura meningkatkan pembelian gas alam cair dari sumber alternatif karena konflik di Timur Tengah mengganggu pengiriman. Otoritas Pasar Energi memastikan pasokan bahan bakar yang cukup saat tarif listrik naik, sambil mengejar alternatif energi yang beragam.
GateNews3jam yang lalu
Perang Iran Mendorong Tiongkok ke Impor Etana AS Rekor, Memperdalam Ketergantungan Energi
Tiongkok siap mengimpor rekor 800.000 ton etana AS pada bulan April karena gangguan pasokan dari Timur Tengah. Peralihan ke etana dipicu oleh penutupan Selat Hormuz, yang berdampak pada impor nafta dan LPG. Lonjakan ini sejalan dengan kapasitas produksi baru dan pembicaraan AS-Tiongkok yang akan datang.
GateNews3jam yang lalu